Married With Romeo

Married With Romeo
Sebuah pelukan dari Romano


__ADS_3

Romano berjalan ke dapur untuk mengambil minuman beralkohol. Dia memutuskan untuk tidur di ruang tamu karena memang Romano tidak ingin diganggu saat ini. Romano menutup kulkas setelah mendapatkan apa yang dia cari. Tapi, Romano terkejut ketika mendapati Sunny berdiri di belakangnya sambil makan pop mie.


"Ngapain kamu di sini?" omel Romano. Untung saja jantungnya kuat.Jika tidak, dia bisa menyusul Romeo di rumah sakit.


"Saya lagi makan, Tuan." jawab Sunny dengan polosnya. "Tuan mau juga?" Sunny menawarkan pop mie yang tinggal separuh pada Romano.


"Minggir." Romano menyingkirkan badan Sunny yang menghalangi jalannya. Dia bisa makin emosi jika meladeni Baby sitter Sean yang aneh itu.


"Apa Tuan baru saja menangis?" Sunny masih membuntuti Romano sampai ke meja makan.


Romano melengos. Dia membuka kaleng birnya, lalu meneguk itu seperti minum air mineral.


"Astaga..Tuan. Nanti Tuan mabuk." Sunny meletakkan pop mienya, lalu dia merampas sisa botol bir yang masih utuh dari hadapan Romano.


"Kamu jangan cari masalah. Cepat kemari kan." Romano memanggil Sunny. Tapi, Sunny membuang semua bir itu ke tempat sampah.


Romano menghela nafas kasar. Tidak di atas, tidak di bawah, ada saja yang mengganggu ketenangannya. Apa Romano harus tidur di mobil?


Sunny kembali ke dapur. Dia membuatkan Romano teh lemon hangat. Tidak sampai 5 menit, Sunny kembali dengan membawa teh untuk majikannya itu.

__ADS_1


"Ini jauh lebih baik untuk meredakan stress, Tuan."


Romano menatap cangkir di depannya. Setelah itu, dia menatap Sunny dengan penuh curiga.


"Jangan coba merayu saya." kata Romano to the point. Sunny sangat jauh dari tipenya. Tentu saja Romano selalu memilih pasangan yang bagaikan model, bukan baby Sitter yang penampilannya kuno seperti Sunny.


Romano tadi membantu Sunny supaya masalahnya cepat beres dan dia dapat cepat kembali ke rumah. Apakah wanita ini mengharapkan lebih dari itu?


"Saya tidak ingin merayu Tuan Romeo karena Tuan sudah punya istri." "Saya hanya ingin membantu tuan supaya umur tuan bisa lebih panjang. Kasihan Sean jika dia harus menjadi anak yatim karena keegoisan Tuan."


"Cih. Berani-beraninya kamu mengajari saya."


"Takut apa?" tanyanya penasaran.


"Takut di pecat. Katanya saya di larang mendekati Tuan."


"Ooo.. bagus kalau begitu." Romano juga berdiri dari kursinya. Dia mendorong tubuh Sunny sampai wanita itu terjepit ke tembok.


"Saya akan buat kamu untuk cepat di pecat." Entah apa yang membuat Romano begitu berani. Dia memeluk wanita itu dengan santainya. Dengan melakukan ini, dia jamin, Sunny tidak akan berisik lagi dan juga menceramahinya.

__ADS_1


"Tuan, apakah anda mabuk?"


"Ya, aku sedang mabuk." Romano berbohong pada Sunny. Dia tersenyum jahil karena mengira wanita ini akan takut dengan apa yang dia lakukan sekarang.


Tapi dugaan Romano salah besar. Sunny malah dengan berani mengusap punggungnya.


"Sabar ya Tuan.." "Saya cuma bisa memberi dukungan ini. Semoga masalah anda dan Nyonya Cassie cepat selesai." ucap Sunny sok tahu.


Romano melepaskan paksa tubuh Sunny. Wanita ini memang bodoh tingkat tinggi. Apakah dia tidak bisa melihat orang yang mabuk dan hanya pura-pura saja? Tadi Sunny bilang takut di pecat, tapi kenapa dia malah menikmati pelukan Romano? Kepala Romano makin berdenyut karena tingkah ajaib Sunny.


"Lupakan kejadian hari ini." "Kita akan bersikap biasa saja besok pagi." Romano mengingatkan Sunny supaya dia tidak baper dengan perlakuan Romano. Dia lupa jika saat ini, dia sedang menjadi seorang Romeo. Itu artinya dia adalah pria yang sudah beristri. Jika Cassie melihat, tindakan mereka memang digolongkan dengan perselingkuhan. Dan Romano tidak ingin menambah masalah Romeo lagi.


"Tuan, mau kemana?" Sunny menghentikan Romano yang berjalan ke arah pintu keluar.


"Bukan urusanmu." Romano tetap berjalan keluar. Dia akan menginap di hotel malam ini.


Sunny masih bisa mencium bau parfum Romano yang tertinggal di bajunya. Meskipun bingung dengan apa yang terjadi, tapi Sunny sedikit menyunggingkan senyum. Sebuah pelukan dari Romano bisa membuat Sunny lupa jika dia sudah melanggar apa yang dikatakan Siska untuk tidak mendekati menantunya.


Ya, Sunny sebenarnya berani melakukan itu karena Romeo sedang mabuk. Tapi, dia merasakan jika pelukan Romano itu membuatnya begitu nyaman.

__ADS_1


__ADS_2