Married With Romeo

Married With Romeo
Selingkuh


__ADS_3

Mall


"Cassie, apa kamu tidak kenyang?" Siska menegur Cassie yang sedang memakan es krim yang ketiga.


Cassie menggeleng. Dia menjilat sekitar mulut dengan lidah supaya es krim yang menempel di sudut bibirnya, hilang.


Siska hanya dapat geleng-geleng kepala menyaksikan anaknya yang begitu mirip anak TK.


Tapi, Siska senang melihat Cassie seperti ini. Dia memang akan selalu jadi Cassie yang manja untuknya. Kalau Cassie bertindak dewasa, itu malah justru terasa aneh.


"Sayang, apa kamu bahagia menikah dengan Romeo?"


Cassie menengok karena tertarik dengan pertanyaan Siska. Kenapa Siska tiba-tiba bertanya seperti itu? Apakah Siska sudah menyadari sesuatu?


"Ya, Mom.. Cassie bahagia, meskipun kadang Romeo sulit di mengerti." ucap Cassie akhirnya. Jujur, jika Cassie tidak mengetahui tentang rencana Romeo, Cassie tentu akan sangat senang memiliki suami yang tampan, pintar dan juga berwibawa.


"Syukurlah.. Mom sangat khawatir jika Romeo memperlakukan mu dengan buruk." Siska mengacak-acak rambut Cassie yang tengah menggandengnya.


"Siska!" seorang wanita berambut sebahu melambaikan tangannya pada Siska. Dia lalu berjalan mendekat ke arah Siska dan Cassie.


"Hay, Lidia.. Kamu belanja juga?" Siska cipika cipiki dengan iparnya, Lidia Sebastian.


"Halo tante.. " Sapa Cassie pada tante nya.


"Hay,sayang.. bagaimana kabar mu? Apa kamu sudah mulai isi?" tanya Lidia sambil memegang lengan Cassie.


"Isi apa tante? Isi nasi?" jawab Cassie sembarangan.


"Isi anak dong..pasti anak mu akan lucu sekali.. secara suami mu tampan." Lidia tertawa renyah. "Jadi, kamu belum hamil?"


"Belum.. " Siska membantu Cassie menjawab karena saat ini wajah Cassie sudah begitu suram. Cassie sangat sensitif dengan kata anak atau momongan. Siska juga menghindari kata itu, karena dia tidak ingin menekan Cassie.


"Ya... tidak apa-apa.. kalian bisa bersenang-senang dulu." Lidia memasang mode kalem setelah mendapat kode dari Siska.


"Oh, iya.. bagaimana kabar anak-anak mu? Sam dan Alden?" tanya Siska mengalihkan pembicaraan.


Dalam sekejap, kedua ibu-ibu itu sudah terlibat dalam obrolan yang sangat seru, yaitu gibah anak sendiri. Cassie yakin, mereka akan selesai 2 jam lagi.

__ADS_1


"Mom, Cassie mau jari jajan dulu ya.." Pamit Cassie.


"Jangan jauh-jauh sayang.." Siska menengok pada Cassie sesaat, lalu dia kembali ngobrol bersama iparnya.


*


*


*


Cassie ingin makan donat di lantai 1. Dia juga berencana membelikan untuk Romeo. Yah, meskipun dia tidak tahu jam berapa Romeo akan pulang, tapi Cassie ingin Romeo merasakan perhatiannya.


Cassie mengambil antrian karena di situ ternyata cukup ramai. Sambil menunggu, dia mengecek ponselnya untuk menghubungi Romeo. Hari ini dia belum mengingatkan Romeo untuk makan siang.


Honey, jangan lupa makan siang ya.. Love you..


Done. Cassie memasukkan kembali ponselnya. Dia tidak pandai merayu, jadi pesan seperti itu saja, baginya sudah cukup. Cassie lalu melihat ke sekeliling karena bosan menunggu.


Tiba-tiba tubuh Cassie menegang ketika melihat seseorang yang dia kenal, baru saja masuk ke dalam mall. Pria itu merangkul mesra wanita tinggi semampai bak model yang begitu seksi.


Cassie segera keluar dari antrian, memutuskan untuk mengikuti kedua orang itu. Mereka masuk ke dalam sebuah Coffee shop yang sepi dan mengambil tempat di pojok.


"Rom,, jangan melihat ku seperti itu." ucap wanita itu sambil mengusap pipi pria di depannya.


"Baby, kamu begitu menggoda.." Pria itu mulai memiringkan kepalanya untuk mencium bibir wanita di depannya.


Cassie bagai terkena petir di siang bolong. Dia menyaksikan dengan mata kepala sendiri suaminya sedang mencium wanita lain.


Apa ini? Romeo selingkuh? Tubuh Cassie sudah bergetar hebat karena tidak dapat menahan emosinya. Dia berjalan mendekat dan..


'BRAK' Cassie menggebrak meja mereka dengan begitu keras. Seketika itu juga, Cassie menjadi pusat perhatian orang seluruh cafe.


"Rom, jelaskan pada ku apa ini." teriak Cassie.


Pria itu memandang Cassie dari atas ke bawah. Begitu juga dengan wanita di sampingnya.


"Siapa dia, sayang?" tanya wanita itu.

__ADS_1


"Aku tidak tau, Beb." jawab Romeo dengan wajah datar.


Cassie tidak percaya dengan jawaban dari Romeo.


"Hey, mungkin kamu salah orang. Pacar ku ini tidak mengenal kamu." Wanita itu mencoba menenangkan Cassie baik-baik.


"Diam, kamu pelakor." Cassie memajukan badannya, lalu menarik rambut wanita itu dengan cukup kuat.


"Aaaa... tolong.." teriaknya.


Romeo yang terkejut dengan penyerangan ini, langsung berdiri. Dia memegang tangan Cassie untuk melepaskan tangan Cassie dari rambut Pacarnya. Tapi, tenaga Cassie begitu kuat.


'PLAK' akhirnya Romeo menampar Pipi Cassie.


Cassie melepaskan cengkeramannya, dan berganti memandang Romeo dengan raut wajah yang sangat kecewa.


"Jangan ganggu Fani. Kamu tau apa akibatnya kalau kamu sampai menyakiti dia." Romeo mengambil tas milik wanita bernama Fani itu, lalu dia membawa Fani untuk pergi meninggalkan Cassie yang masih terpaku di tempatnya.


"Mba, apa mba gak apa-apa?" seorang karyawan mendekati Cassie.


Cassie terduduk lemas. Dia memegangi dadanya yang terasa begitu sakit. Tindakan dan ucapan Romeo yang baru saja pergi itu membuat hati Cassie hancur berkeping-keping. Romeo bukan memiliki rencana jahat, tapi dia juga berselingkuh.


"Kamu kurang ajar, Romeo." Cassie mengepalkan tangannya.


*


*


*


Setelah satu jam menangis, Cassie mencoba mengumpulkan kesadarannya kembali. Dia beranjak dari kursinya, lalu berjalan untuk menemui Siska yang pasti sudah menunggunya di atas. Karena berjalan sambil melamun, Cassie beberapa kali menabrak orang yang berjalan berlawanan arah dengannya.


Entah berapa puluh orang yang mengumpat Cassie karena dia jalan dengan tidak benar. Tapi Cassie tidak, peduli. Dalam otaknya, dia hanya ingin mencari Siska dan kembali pulang ke rumah.


Cassie melihat Siska yang masih mengobrol dengan Lidia di tempat yang sama dengan tadi. Cassie mendekati mereka dengan sempoyongan.


"Mom.." panggil Cassie lemah. Cassie berpegangan pada meja karena sudah tidak tahan lagi. Pandangannya kabur dan kepalanya berdenyut dengan hebat.

__ADS_1


"Casssiee.." itu ucapan yang terdengar sebelum Cassie akhirnya jatuh pingsan.


__ADS_2