Married With Romeo

Married With Romeo
Kisah Romano


__ADS_3

Romano sudah berada di kamarnya dengan Cassie. Sejak tadi Cassie hanya diam dan seperti tidak menganggap Romano ada.


"Cassie, kita perlu bicara." Romano menahan tangan Cassie yang sudah siap tidur di ranjang.


"Apa lagi, Rom? Kamu ingin menjelaskan siapa itu Ana?" oceh Cassie dengan nada sinis.


"Cass, aku tau ini tidak masuk akal, tapi semua ada penjelasannya."


Romano menghadapkan wajah Cassie ke arahnya.


"Rom, sudahlah. Aku sungguh tidak bisa memahami mu. Sebentar kamu pergi, sebentar kamu muncul. Sebentar kamu bersikap dingin, sebentar kamu mesra. Sebentar sadar, sebentar selingkuh. Aku lelah, Rom." Cassie menahan air matanya supaya tidak jatuh.


"Cassie, aku tidak pernah selingkuh. Kamu harus mempercayaiku."


"Romeo.. aku bukan anak kecil yang bisa dibodohi. Aku lihat dengan mata kepalaku sendiri waktu kamu mencium Fani. Kamu juga menyebut nama Ana dalam tidurmu."


"Cassie.."


"Kalau memang kamu tidak selingkuh, cepat jelaskan siapa itu Ana?"


Romano menghela nafas panjang. Istri Romeo sudah begitu marah padanya. Seandainya dia bisa mengatakan kebenarannya pada Cassie saat ini juga, pasti semua masalah akan beres.


"Aku tidak bisa jelaskan." ucap Romano lirih.


"Lihat kan..Memang sepertinya kita tidak bisa mempertahankan pernikahan kita." "Aku sudah pasrah Rom." Cassie mulai merebahkan dirinya di ranjang dan tidur membelakangi Romeo. Tapi, sebenarnya Cassie sedang menangis tanpa suara.


Romano juga memutuskan untuk tidak membujuk Cassie lagi. Dia keluar ke balkon kamar untuk merenungkan apa yang terjadi dalam hidupnya.


Semua berawal dari kecurigaan Romano tentang salah satu anggota keluarga Wilson memiliki jam tangan ayahnya yang hilang waktu kecelakaan.


Romano mengetahuinya tepat saat dia akan menikah dengan Ana. Dia juga mendengar rencana mereka untuk menyingkirkan Romano setelah menikah dengan Ana. Maka dari itu, Romano memutuskan kabur dan akhirnya dia juga kecelakaan. Untung saja Romano masih hidup.


Setelah itu, barulah Romano memberitahu Romeo tentang kecelakaan ayahnya.


Ponsel Romeo yang ada di tangan Romano berdering. Juna Liem Calling..


Kenapa Juna menelepon Romeo? Ada kerjasama apa kakaknya dengan Juna Liem?

__ADS_1


"Halo, Jun."


"Rom, apa kamu sehat?" Juna langsung bertanya keadaan Romeo.


"Aku baik-baik saja." jawab Romano singkat.


"Tunggu dulu,, sepertinya aku salah orang." "Kamu bukan Romeo, tapi Romano, kan?" tebak Juna.


Romano diam saja. Bagaimana Juna bisa mengenalinya?


"Ada perlu apa kamu menghubungi Romeo?" akhirnya Romano mengakui dirinya pada Juna.


"Tentu saja untuk memberikan informasi penting yang kalian butuhkan."


"Informasi apa?"


"Tentang kecelakaan Tuan Smith."


Romano yang tadinya tidak terlalu menanggapi Juna, kini tampak mendengarkan dengan serius. Dia sungguh ingin menyelesaikan ini semua, supaya bebannya sedikit terangkat.


"Kurang ajar!" Romano mengeraskan rahangnya. Dia sudah menduga itu sejak lama, tapi dia belum punya bukti untuk menuduh mereka.


"Apakah Ny.Wilson tau semua ini?"


"Ya. Dia yang membantu anaknya untuk menutupi semua kesalahannya."


"Aku harus segera ke America."


"Tenang dulu, Romano. Kamu gunakan otakmu, jangan pakai emosi." Juna mencoba memberi Romano pengertian. Sebenarnya ada satu hal lagi yang ingin Juna bicarakan, tapi dia harus menunggu Romano sampai pria itu cukup tenang.


"Mereka benar-benar kejam. Mereka mengambil harta Ana, mereka juga ingin menyingkirkan ku, dan mereka menyebabkan Dad meninggal."


"Dunia bisnis itu kejam, Rom. Aku juga kerja keras banting tulang untuk mempertahankan semua milik keluarga Liem." curhat Juna. Dia bisa merasakan beratnya menjadi Romeo dan Romano yang harus masuk dunia bisnis dalam usia yang masih muda.


"Dan,, kamu perlu tau, Rom..Perusahaan mu sampai di ujung tanduk juga karena mereka." imbuh Juna. Dia tidak bisa menyembunyikan ini dari Romano.


"Jun, aku harus membuat pelajaran untuk mereka."

__ADS_1


Romano makin shock setelah mendengar ucapan Juna. Keluarga itu memang ingin keluarga Smith hancur untuk menutup semua kebusukannya.


"Karena itu, kamu bantu kakakmu untuk bisa terus bersama Cassie dan tidak bercerai dengannya." saran Juna.


Langkah mereka menggandeng keluarga Sebastian sudah tepat. Juna juga tidak segan untuk membantu membereskan masalah keluarga Wilson, jika nanti perusahaan Dimas jatuh ke tangan Romeo.


"Ya, kita lihat saja nanti. Hidup Romeo juga tidak akan bertahan lama."


"Apa yang kamu bicarakan?"


"Kankernya sudah menyebar."


Romano sudah tidak dapat menahan lagi air matanya. Dia akan lebih percaya diri seandainya Romeo ada bersamanya. Sekarang, semua beban berada di pundaknya.


'Cepatlah sembuh, Rom.' batin Romano sembari menutup telepon Juna.


*


*


*


Cassie yang belum tertidur mendengarkan samar-samar pembicaraan Romano dengan Juna. Dia ragu untuk mendekat, tapi akhirnya Cassie mendekat juga, tepat sebelum pembicaraan mereka berakhir.


"Kankernya sudah menyebar." itu kalimat yang Cassie dengar sebelum akhirnya dia mendengar suaminya menangis.


'Siapa yang terkena kanker? Bukankah tadi dokter bilang jika dia baik-baik saja? Dan kenapa dia menangis?' berbagai pertanyaan muncul dalam benak Cassie.


"Kenapa kamu di sini?"


Cassie melonjak kaget saat Romano ternyata sudah berada di hadapannya.


"Aku hanya ingin menutup pintu balkon saja, karena udaranya dingin." jawab Cassie asal.


"Tidur saja dengan nyaman. Aku tidak akan mengganggumu dan akan tidur di bawah."


Romano hanya melirik Cassie sesaat, lalu dia pergi meninggalkan wanita itu sendirian.

__ADS_1


__ADS_2