Married With Romeo

Married With Romeo
Sunny pergi


__ADS_3

Satu bulan kemudian.


Sunny tidak punya kesempatan untuk bicara pada Romeo karena pria itu sibuk. Dan jika berada di rumah, Romeo selalu berada di kamar dengan Cassie.


Ya, sejak kembali dari Amerika pasangan suami istri itu bagaikan perangko yang kemanapun selalu berdua.


Romeo juga tidak pernah menyapa Sunny dan bahkan menghindari wanita itu. Jelas saja, Sunny semakin sedih dan merasa jika Romeo hanya mempermainkan perasaannya saja.


Tapi, doa Sunny segera terjawab karena hari ini Cassie pergi bersama Sean dan Siska untuk menemui Samuel. Sedangkan, Romeo tidak ikut karena dia kurang enak badan. Dan sejak pagi, Romeo hanya istirahat di kamar. Ini kesempatan Sunny untuk bicara 4 mata saja dengan Romeo.


"Bi, apa ini untuk Tuan Romeo?" tanya Sunny ketika Bibi meletakkan bubur dan segelas teh hangat pada nampan.


"Iya, Tuan minta dibawakan ke kamar." ucap Bibi sambil memegangi perutnya. "Sebentar ya, kamu tunggu di sini dulu. Perut Bibi mules." Bibi segera kabur ke toilet sebelum terlambat.


Sunny tersenyum penuh arti. Dia membawa nampan itu pergi ke kamar Romeo. Rasa penasarannya lebih besar sehingga dia sudah tidak tau lagi dimana batasannya.


'Tok.. tok..'


"Masuk saja, Bi. Tidak dikunci." teriak Romeo dari dalam.


Sunny masuk perlahan. Dia melihat Romeo sedang bersandar pada head board sambil membuka laptopnya. Pria itu begitu rajin bekerja. Sunny sampai heran, apakah Romeo punya mesin dalam tubuhnya sampai bekerja siang malam tanpa lelah?


"Tuan, maaf. Saya yang antar makanan ini." ucap Sunny lirih.


Romeo sebenarnya terkejut. Tapi dia menyembunyikan ekspresinya, mencoba tidak peduli pada Sunny.

__ADS_1


"Taruh saja.. dan cepat pergi." ucap Romeo singkat tanpa menengok pada wanita yang terus memandanginya itu.


"Tuan, kenapa anda berubah seperti ini?" Sunny memberanikan diri untuk memegang tangan Romeo.


Mau tidak mau, Romeo mengalihkan perhatiannya pada Sunny. Dia menghempaskan tangan Sunny dengan kasar. Sebenarnya Romeo sudah tau dari gerak gerik Sunny, jika Baby sitter Sean itu menaruh hati padanya. Karena itu dia lebih suka menghindar dari Sunny.


"Sunny! Beraninya kamu memegang ku." bentak Romeo. Dia bangun dari ranjang untuk keluar dari kamar.


"Tuan, jangan pergi. Aku mohon." Sunny mengejar Romeo dan memeluknya erat dari belakang.


Romeo lagi-lagi terkejut dengan tindakan agresif Sunny. Dia mengambil tangan Sunny, tapi pelukan wanita itu begitu kuat.


"Aku merindukanmu, Tuan." "Aku tau ini salah, tapi aku cemburu kalau Tuan bermesraan dengan Nyonya Cassie." Sunny mengungkapkan perasaan yang selama ini dia pendam pada Romeo.


Emosi Romeo tentu saja memuncak. Dia melepaskan paksa tangan Sunny meskipun wanita itu keberatan. Romeo tidak peduli ketika kukunya menancap tangan Sunny dan membuat dia terluka. Yang penting sekrang adalah melepaskan Sunny dari pinggangnya.


"Aku tidak mau, Tuan. Aku tidak bisa meninggalkan Sean dan juga anda." Sunny menggeleng dengan kuat.


"Aku bilang, kamu pergi sekarang juga!" Romeo sudah membuka pintu kamarnya, mempersilahkan Sunny untuk keluar.


Tapi Sunny tidak bergeming. Dia bahkan tidak beranjak dari tempatnya.


Karena sudah tidak tahan lagi, akhirnya Romeo terpaksa menarik tangan Sunny. Dia berjalan cepat sampai membuat Sunny sampai kewalahan dan tidak punya kesempatan untuk menghentikan Romeo.


"Biibiiii.." teriak Romeo seraya menuruni tangga.

__ADS_1


Bibi yang baru saja selesai dari toilet terburu-buru menghampiri ke arah sumber suara. Dia kaget karena Romeo menarik Sunny dengan kasar.


Romeo sampai di depan Bibi. Dia lalu menghempaskan Sunny, hingga wanita itu menabrak Bibi.


Bibi memeluk Sunny yang sudah menangis sejak Romeo menyeretnya.


"Bi, tolong suruh dia pergi. Aku akan berikan pesangon 5x lipat padanya, asal dia tidak muncul lagi dihadapan ku." ucap Romeo kesal.


"Tuan, maafkan aku.. aku janji tidak akan melakukan itu lagi." mohon Sunny.


"Sudah, Sun.. jangan mencari masalah lagi. Kita bereskan barang-barang mu sambil bicara di kamar saja, ya?" Bibi membujuk Sunny supaya mengikuti kemauan Romeo. Dia memang sedih karena Romeo memperlakukan Sunny dengan kasar, tapi Sunny pasti sudah melakukan hal yang keterlaluan sampai Romeo bisa semarah itu.


Romeo kembali ke kamarnya tanpa mempedulikan Bibi dan Sunny lagi. Dia sudah tidak ingin hubungannya dengan Cassie sampai hancur hanya karena seorang Baby Sitter seperti Sunny.


*


*


*


Sunny sudah membereskan semua barangnya. Sesuai instruksi Romeo, Bibi memberikan uang gaji Sunny 5x lipat. Jumlah itu sangat cukup untuk biaya Sunny selama 1 tahun. Ya, tentu saja Cassie memberikan gaji yang besar untuk Sunny karena pekerjaan Sunny selama ini bagus. Sean begitu dekat dengan Sunny dan Sunny pun selalu menjaga anaknya dengan baik.


"Apa kamu akan kembali ke kampung?" tanya Bibi prihatin.


"Tidak, Bi. Aku ingin pergi keluar kota dengan Leon."

__ADS_1


Leon adalah anak Sunny yang dia titipkan pada orang tuanya di kampung.


"Kamu jaga diri ya, Sun." pesan Bibi sambil memeluk Sunny. Dia sedikit khawatir pada Sunny karena Wanita itu mudah sekali di tipu oleh orang. Dia bisa menikah dan memiliki anak pun karena di tipu oleh mantan suaminya. Sebenarnya Bibi lebih senang Sunny berada di sini, tapi Bibi tidak bisa mempertahankan Sunny jika masalahnya sudah berhubungan dengan perasaan suka pada Romeo. Keputusan Romeo ini benar dan memang baik.


__ADS_2