Married With Romeo

Married With Romeo
Fakta Romeo


__ADS_3

"Jaga sikap mu, Romano Smith. Dia itu istri ku."


"Hey, kamu yang suruh aku pergi ke sini dan menyamar menjadi diri mu. Kamu pikir aku suka?"


Romano menutup teleponnya karena Cassie bergerak. Dia lupa kalau sedang menelpon di samping Cassie.


Romeo dan Romano Smith. Mereka adalah saudara kembar. Tidak ada banyak yang tahu soal identitas mereka, karena memang mereka tidak pernah terlihat bersama. Selain itu, karena suatu hal, Romano terpaksa membuat berita bahwa dirinya kecelakaan dan akhirnya semua orang percaya jika Romano sudah tidak ada, termasuk Dimas. Sewaktu menemui Romeo, yang Dimas tau, Romeo sebatang kara.


Romeo setuju menikah dengan Cassie pun karena rencana keduanya. Romano ingin mengungkap kebenaran mengenai dalang di balik kecelakaan ayahnya sekaligus juga menyelamatkan perusahaan mereka. Romeo awalnya memang menikah dengan Cassie tanpa ingin terikat hubungan apapun dengannya. Tapi baru menikah, Romeo sudah tidak kuat iman. Cassie begitu menarik dan cantik. Setiap Cassie kesal, Romeo justru semakin tertarik padanya. Dan karena kesalahan Romeo itu, sekarang Cassie hamil. Itu membuat rencana mereka berantakan. Belum lagi, Cassie malah melihat Romano berciuman dengan kekasihnya, Fani.


Tapi, Badai rumah tangga Romeo-Cassie bukan hanya di situ. Romeo di vonis terkena kanker paru-paru satu hari sebelum keberangkatannya ke Jepang. Jadi, Romeo harus menjalani kemoterapi di sana. Dan, akhirnya Romeo harus meminta Romano yang memang sedang berada di Indonesia untuk menyamar sebagai dirinya.


Romano awalnya cukup senang, karena dia bisa menjalankan tugasnya dengan lebih bebas, tapi dia kesulitan untuk berperan jadi Romeo. Romeo pendiam dan penuh wibawa, sedangkan dia lebih suka bermain dan bercanda. Untung saja istri Romeo ini sedikit bodoh dan Cassie juga satu tipe dengan Romano. Jadi mereka bisa jadi seperti sahabat.


*


*

__ADS_1


*


Jepang.


Romeo menatap ke arah luar jendela rumah sakit. Dia awalnya terkejut karena Cassie yang mengangkat telepon dari nya, tapi selanjutnya Romeo merasa bahagia. Apalagi ketika Cassie mengira yang menelepon suaminya adalah Fani. Dia bicara seolah sedang cemburu pada Fani. Itu artinya Cassie sudah mulai menaruh perasaan pada Romeo.


"Kenapa anda senyum sendiri, tuan?" seorang perawat masuk untuk mengecek infus Romeo.


"Tidak apa-apa.. Saya baru saja bicara pada istri saya." jawab Romeo sambil memandang foto Cassie yang di kirim oleh Romano tadi pagi.


Cassie begitu cantik di masa kehamilannya. Dia terlihat chubby, tapi itu sungguh menggemaskan dan membuat Romeo ingin mencubit pipinya.


"Ya, kami akan punya anak sebentar lagi. Tapi, aku tidak tau apakah aku bisa melihat anak ku nanti." ucap Romeo sedih.


"Tuan jangan bicara begitu. Tuan pasti akan sembuh dan bisa segera bermain dengan anak tuan." hibur perawat itu lagi.


Romeo mengangguk. Dia sudah sangat ingin pulang, tapi dia perlu menjalani beberapa kemoterapi lagi. Untuk sementara, Romeo mempercayakan Cassie pada Romano. Meskipun tidak rela, tapi setidaknya Romano tidak akan macam-macam pada Cassie.

__ADS_1


'Lihat, istri mu tidak punya aturan. Dia selalu membasahi baju ku dengan ilernya. Dan aku hampir sakit flu karena dia menggunakan AC dengan suhu paling rendah.'


Romano memberi pesan dan gambar lagi pada kakaknya.


'Sabar lah dulu. Ingat dia sedang hamil keponakan mu.' balas Romeo.


'Ya, semoga anakmu tidak seperti istri mu yang suka ngiler.' (Romano)


'Bagaimana dengan orang yang mencelakai Dad? Apa benar dari keluarga Wilson?' (Romeo)


'Aku malas mengetik. Nanti saja kalau kamu telepon. Aku tidak bisa telepon sekarang karena istrimu terlalu bucin pada mu.' (Romano)


'Jaga dia dengan benar.' (Romeo)


Romeo menyudahi pesannya karena Romano sudah tidak membalas lagi.


Dia menyandarkan badannya pada head board. Cassie Sebastian sudah merampas pikiran Romeo sepenuhnya. Sayangnya, Romeo tidak berani untuk melangkah lebih jauh lagi. Dia tidak ingin memiliki banyak kenangan dengan Cassie karena Romeo takut jika dirinya tidak akan hidup lama.

__ADS_1


"Maafkan aku Cass, karena selama ini sudah bersikap dingin pada mu." Romeo bicara sendiri pada foto Cassie yang tersimpan dalam ponselnya.


__ADS_2