Married With Romeo

Married With Romeo
Mengambil hati Cassie


__ADS_3

Dalam sekejap, mangkok Cassie sudah habis bersih. Romeo juga sudah menghabiskan mie nya bersamaan dengan wanita itu.


Romeo membereskan piring Cassie, lalu dia kembali ke dapur. Cassie mengikuti Romeo untuk melihat apa yang dia lakukan.


Ternyata Romeo mencuci piring yang mereka pakai. Setelah itu, dia juga mengeluarkan gelas dari lemari.


Romeo memang hanya menggunakan barang instan yang ada di dapur, tapi itu cukup membuat Cassie terkesan. Kali ini dia membuatkan Cassie coklat panas.


"Ini untuk mu, supaya kamu tidak kelaparan lagi." Dia menyodorkan satu cangkir di tangannya, pada Cassie. Romeo lalu menyandarkan badannya pada Counter table sehingga dia dapat memandang Cassie dengan jelas.


"Dulu, sewaktu Dad meninggal, aku dan adik ku harus bisa mandiri dan masak sendiri." Romeo memulai ceritanya tanpa intro. "Dad meninggal karena kecelakaan waktu kami berumur 13 tahun."


"Adik?" Cassie menimpali Romeo karena Romeo bicara soal Adiknya. Dia tidak tau Romeo memiliki adik karena tidak ada satupun keluarganya yang hadir pada pernikahan mereka.


"Ya, adik ku memang suka berpindah-pindah tempat. Jadi, aku selalu menghabiskan waktu ku sendirian."


Romeo menghela nafas panjang. Setiap kali membicarakan Dad nya a.k.a Mr.Smith, dia begitu sedih. Sudah 20 tahun lebih setelah pria itu meninggal, tapi kepergian Dad nya masih teringat jelas dalam benak Romeo.


"Sabar ya, Rom.."


"Thanks, Cass.." Romeo tersenyum getir.


"Rom, boleh aku bertanya sesuatu?" tanya Cassie serius.

__ADS_1


"Apa sayang?"


"Kenapa kamu ingin harta milik Dad? Bukan nya kamu juga punya perusahaan?" "Lalu, kenapa juga kamu selingkuh?" "Sebenarnya aku bisa saja coba untuk menerima mu jika kamu tidak melakukan kedua hal itu."


Romeo terdiam cukup lama. Dia meminum coklat panasnya sampai habis, lalu menaruh gelasnya di wastafel.


"Cassie Sebastian, sebenarnya aku tidak punya niat jahat seperti yang kamu bilang itu. Aku hanya tidak bisa jelaskan sekarang." "Atau, kalau kamu mau ceraikan aku sekarang juga, Aku tidak keberatan." "Aku memang akan selalu sendiri." Romeo berbalik.


Dia berjalan keluar dari dapur. Tapi, belum ada 3 langkah, Cassie berlari untuk memeluk Romeo dari belakang.


Romeo tersenyum penuh kemenangan. Dia yakin Cassie akan luluh juga. Romeo kembali memasang wajah sedih, lalu berbalik lagi menghadap ke arah istrinya.


"Maafkan aku, Cass.." Romeo membelai rambut Cassie.


"Buktikan kalau kamu tidak sejahat yang aku pikirkan."


"Itu mie instan, Rom. Nanti anak mu bisa bodoh karena kebanyakan micin." protes Cassie.


"Anak ku sudah pasti pintar seperti Daddy nya."


Cassie tersenyum. Romeo benar-benar membuat hidupnya seperti roller coaster. Dia bahkan tidak tau apa yang dia rasakan sekarang. Di satu sisi, hormon nya menginginkan Romeo, tapi di sisi lain masih ada rasa curiga yang begitu besar pada pria itu.


"Kita istirahat saja. Biar aku gendong kamu." Romeo menggendong Cassie menuju kamarnya.

__ADS_1


Dia meletakkan Cassie di ranjang dengan hati-hati, lalu menyelimuti wanita yang sudah mengantuk itu.


"Nite, sayang.." terakhir Romeo mengecup pipi Cassie.


"Rom, tunggu.." Cassie memegang lengan Romeo, menahannya untuk pergi.


"Baby kita masih kangen dengan mu. Bisakah malam ini kamu tidur di sini saja?" katanya dengan malu-malu.


"Okey, sayang.."


Cassie menggeser badannya ke pinggir, dan memberi ruang pada Romeo. Romeo naik ke ranjang, lalu langsung memeluk wanita itu.


Tindakan Romeo membuat Cassie begitu nyaman. Sudah lama sekali Cassie ingin diperhatikan oleh Romeo seperti ini.


"Cass, sekarang, apa boleh aku tanya sesuatu?"


"Hmm.."


"Kalau aku sakit parah, apa yang akan kamu lakukan? Apakah kamu tetap akan menceraikan ku?" tanya Romeo lirih.


"Kamu jangan bilang seperti itu." "Apa kamu begitu ingin istri mu jadi janda muda beranak satu?"


"Aku butuh jawaban yang pasti Cass.." "Cass.."

__ADS_1


Romeo menengok ke arah Cassie karena tidak mendapatkan jawaban. Cassie sudah tertidur pulas dengan mulut yang melongo.


"Haduh,, ga bisa di ajak serius nih orang." Romeo pasrah karena dia tidak mungkin membangunkan Cassie lagi.


__ADS_2