Married With Romeo

Married With Romeo
Romeo kembali


__ADS_3

Keadaan Dimas berangsur baik setelah menginap di rumah sakit selama 2 minggu. Pagi ini dia sudah boleh pulang ke rumah. Cassie dan Siska bersiap pergi ke rumah sakit untuk menjemput Dimas di sana.


"Mom.. tunggu sebentar.." Cassie berteriak pada Siska yang jalan begitu cepat. Cassie sudah memasuki kehamilan 4 bulan dan perutnya sudah mulai terlihat sedikit besar. Dia semakin malas saja berjalan karena merasakan badannya yang berat.


"Cassie, kamu harus sering berjalan kaki." omel Siska yang melihat anaknya jalan dengan bermalas-malasan.


"Mom yang jalannya terlalu cepat." Cassie tidak mau kalah dengan Siska.


"Kamu terlalu banyak alasan. Memang kamu kan manja." Siska memukul pelan lengan Cassie.


"Pagi sayang.." Suara itu mengejutkan mereka berdua yang sedang berdebat di ruang tengah.


Cassie melongo melihat pria yang berada di depannya. Dia tidak percaya jika orang dengan potongan rambut slick back itu adalah suaminya. Ya, Romeo Smith kembali. Dan Romeo tampil sedikit berbeda. Selain potongan rambutnya berbeda, Romeo juga tampak stylish seperti anak muda dengan menggunakan jeans belel dan kaos yang press body.


"Kenapa kamu diam saja, sayang? Bukan kah kamu merindukan aku?" Romeo yang tidak mendapatkan respon dari Cassie, akhirnya bergerak lebih dulu untuk memeluk Cassie. "Bagaimana keadaan Baby kita?" Romeo hendak mengelus perut Cassie, tapi wanita itu malah memberontak.


"Rom, lepas." Cassie mendorong tubuh Romeo. Dia merasa mual karena bau parfum Romeo yang berbeda dengan yang ada di rumah. Dan lagi, kenapa Romeo berubah jadi stylish dan bersikap begitu mesra? Apa ini karena ada Siska di sampingnya, jadi dia sedang melakukan akting seperti biasa?


"Mom,, sebentar ya.." Cassie buru-buru ke toilet karena sudah tidak tahan dengan rasa mual yang timbul karena bau parfum Romeo.


"Mom.. apa kabar?" Romeo beralih kepada Siska. Dia juga memeluk Siska dengan erat. Ini baru pertama kali Romeo memeluk Siska begitu erat, seperti sudah berpisah bertahun-tahun.


"Rom, kapan kamu kembali? apakah kamu sehat?" tanya Siska sambil menatap menantunya dengan intens. Dia juga melihat sedikit perubahan pada Romeo.


"Seperti yang Mom lihat." Romeo merentangkan kedua tangannya.


"Apakah kamu kerepotan di sana?"

__ADS_1


"Semua pekerjaan beres, Mom.. Mom tidak perlu khawatir." Romeo tersenyum.


Siska senang sekali karena Romeo sangat membantu Dimas dalam menjalankan beberapa perusahaannya. Dia juga melakukan beberapa pembenahan dalam sistem dan marketing, sehingga hotel mereka jadi lebih maju. Dimas memang tidak salah memilih Romeo sebagai suami Cassie.


"Aku akan berganti pakaian dulu supaya Cassie tidak mual lagi." Romeo mengambil baju sembarangan dari dalam koper, lalu berjalan ke dalam untuk mengganti pakaiannya. Toilet di ruangan itu sedang di pakai Cassie, jadi supaya tidak terlalu lama, Romeo membuka kemeja nya di depan toilet.


'Ceklek.' Pintu toilet terbuka.


"Aaaaaaa" Cassie terkejut karena Romeo berdiri di depan pintu dengan bertelanjang dada.


"Ya ampun.. kamu seperti tidak pernah melihat badan ku saja." ucap Romeo kesal.


Tatapan Cassie beralih pada bekas luka jahitan yang cukup panjang di dada Romeo. Setau Cassie Romeo tidak punya luka di dadanya.


"Rom,, itu.. apa terjadi sesuatu?" tanya Cassie curiga.


Cassie ikut saja karena otaknya saat ini sedang berpikir. Apa yang terjadi pada Romeo selama di Jepang? Apakah dia mengalami kesulitan? Atau apakah Romeo punya rahasia lain lagi?


"Ayo, Mom..kita jemput Dad.." ajak Romeo. Dia menggandeng mertuanya dengan tangan kiri, sedangkan tangan kanannya menggandeng Cassie.


*


*


*


Rumah Sakit Husada

__ADS_1


"Romeo.." Dimas memeluk Romeo yang baru saja masuk ke ruang rawat nya. Selama ini, Dimas menerima laporan yang begitu baik dari hotel di Jepang yang tidak terurus oleh Dimas. Romeo benar-benar bertangan dingin dalam bisnis. Dia tidak menyangka kemampuan Romeo sehebat itu.


"Dad.. apa Dad sudah baikan?" tanya Romeo dengan penuh perhatian.


"Ya, Dad bahkan bisa lomba lari dengan mu." canda Dimas.


Romeo tertawa.


Cassie berpandangan dengan Siska. Ya, ini pertama kalinya mereka melihat Romeo tertawa. Seorang Romeo yang datar dan tidak berekspresi sekarang bisa tertawa? Ini suatu keajaiban. Mungkin Romeo mendapatkan hidayah sewaktu di Jepang.


"Dad, percaya saja pada Romeo. Dad hanya perlu duduk tenang dan menikmati masa tua Dad saja."


"Terima kasih, Rom." Dimas menepuk pundak Romeo. Dia terharu karena Romeo bisa mengurangi sedikit rasa khawatirnya.


"Pokoknya, jika Dad sudah tidak ada, tolong jaga Cassie dan cucu Dad dengan baik-baik." pesan Dimas.


"Tanpa di perintah pun, Romeo akan melakukan itu Dad. Apalagi anak Dad ini begitu cantik." Romeo mengacak-acak rambut Cassie sambil tersenyum begitu lebar.


"Cassie sudah tidak betah di sini, ayo kita pulang." "Sebentar lagi Dokter Mega akan datang ke rumah untuk USG." Cassie mengalungkan tangan nya pada lengan Dimas. Dia membantu Dimas untuk berjalan.


"Dad bukan stroke, sayang.. kenapa kamu begitu kuat memegang Dad?"


"Sudah jangan cerewet Tuan Sebastian." ucap Cassie kesal. Cassie memang sedikit protektif pada ayahnya.


"Jangan lupa Beritahu Dad ya.. apa jenis kelamin anak mu."


"Ya, nanti Cassie akan ambil fotonya." Cassie melirik sesaat pada Dimas yang tampak begitu senang karena Romeo kembali dan juga karena Cassie bisa melihat jenis kelamin anaknya hari ini.

__ADS_1


__ADS_2