Married With Romeo

Married With Romeo
Hubungan yang aneh


__ADS_3

Romeo kembali menjadi Romeo yang dingin untuk Cassie. Dia hanya duduk diam sambil memandangi Cassie yang sedang menyusui Baby Sean. Baby Sean tampak tenang, tidak seperti tadi yang menangis dengan nyaring.


"Rom, kamu mau coba gendong dia?" tanya Cassie.


"Aku?" Romeo berpikir sejenak. Romeo bukannya tidak mau menggendong, tapi dia harus meredam semua itu sebelum tau jika penyakitnya tidak akan kambuh lagi. Semakin mereka punya hubungan dekat, maka akan semakin sulit untuk melupakan jika Romeo sampai meninggal.


"Tidak, kamu saja yang gendong."


"Oo.. ya sudah." ada sedikit nada kecewa yang terselip dalam ucapan Cassie. Tentu saja, siapa yang tidak kecewa kalau suami sendiri tidak mau menggendong anaknya. Melihat sikap Romeo seperti ini, Cassie kembali teringat Fani.


'Apa yang kamu harapkan, Cassie? Apa kamu pikir Romeo mencintaimu? Dia hanya merindukanmu, bukan mencintaimu.' batin Cassie.


"Cass, aku masih akan bolak balik ke Jepang." ucap Romeo memecahkan keheningan.


"Ya, kerjakan saja urusan mu. Tidak perlu pedulikan kami."


"Jangan begitu, Cass. Aku juga sedang berusaha untuk kalian."


'Berusaha sembuh demi kalian, sayang.' Romeo melengkapi ucapannya hanya di dalam hati.


"Rom, sebenarnya kami hanya ingin perhatian mu, bukan materi." kata Cassie lirih.


Romeo terdiam lagi. Dia berbalik dan memandang keluar jendela. Dia tidak akan bisa menjelaskan pada Cassie semua hal yang terjadi padanya. Terlalu banyak yang Romeo sembunyikan dari Cassie. Romano, Penyakitnya, perusahaannya..


"Sudah lah, Rom. Toh, nanti juga kita akan bercerai." "Jadi, manfaatkanlah waktu mu." kata Cassie pasrah.

__ADS_1


"Ya, lebih baik kita seperti ini." Romeo berbalik lagi dan memandang Cassie dengan wajah datar. Romeo akan sebisa mungkin menjaga Cassie dan Baby Sean tanpa harus menunjukan rasa kasih untuk mereka.


"Karena kamu di sini, bisa tolong belikan aku makanan?" "Aku lapar sekali."


Romeo bisa mendengarkan bunyi perut Cassie yang cukup nyaring. Tanpa banyak bicara lagi, Romeo pergi keluar untuk membeli makanan.


"Hubungan macam apa ini Sean? Mom and Daddy mu begitu aneh. Mom sungguh ingin kita menjadi keluarga normal seperti yang lainnya. Tapi, apakah itu mungkin?" Cassie bermonolog sendiri.


Romeo yang akan kembali ke ruangan untuk mengambil handphone nya, tidak jadi membuka pintu karena mendengar ucapan dari Cassie yang begitu menyedihkan.


*


*


*


"Romano! Sembunyi di mana saja kamu?" teriak Fani dengan kencang. Dia terkejut karena bertemu dengan Romano di rumah sakit ini.


Ya, Sejak kejadian tertangkap basah di rumah Romeo, Fani tidak pernah melihat barang hidung kekasihnya itu lagi. Dia bahkan mengganti nomer teleponnya sehingga Fani tidak dapat menghubunginya.


"Cepat minggir, aku tidak punya waktu meladeni mu." Romeo menghempaskan tangan Fani yang mencengkram nya begitu erat.


"Rom, kamu apa-apaan sih. Kenapa kamu jadi kasar gini?" Fani melihat perubahan cukup signifikan dari kekasihnya itu. Dia yang begitu hangat sekarang berubah menjadi sedingin es.


"Tuan Romeo." seseorang memanggil Romeo. Kali ini, Bibi datang dan langsung berlari menghampiri Romeo. "Anda sudah kembali? Apakah anda sudah melihat Baby Sean?" ucap bibi heboh. Dia cukup senang melihat Romeo kembali. Terlepas dari scandal perselingkuhannya, Bibi yakin Romeo begitu memperhatikan Cassie.

__ADS_1


"Ya.. tolong bawakan ini untuk Cassie, dan aku akan menyusul ke kamar." Romeo memberikan bungkusan di tangannya pada Bibi.


"Baik,Tuan." Bibi memandang Fani dengan tatapan tajam sambil berlalu dari antara mereka yang sepertinya sedang terlihat dalam pembicaraan yang cukup serius.


"Oh, jadi istri mu yang manja itu baru melahirkan?" Fani tersenyum sinis. "Pantas saja kamu mengabaikan ku." ucap Fani sambil kembali mendekati Romeo.


Romeo dengan sigap menahan tangan Fani yang akan menyentuh dadanya.


"Dengar, aku sudah cukup mengalami hubungan yang rumit dengan Cassie, jadi kamu jangan menambah itu jadi makin kacau." ancam Romeo.


Setelah mendengar cerita dari saudara kembarnya secara lengkap, Romeo dapat mengambil kesimpulan tentang posisi Fani yang memang adalah akar permasalahan yang perlu di cabut.


"Rom, aku tidak akan mundur untuk mendapatkan mu."


Romeo memicingkan matanya. Dia mencengkram pergelangan tangan Fani makin erat sampai Fani mengaduh kesakitan.


"Aku ingin kamu minta maaf pada Cassie, dan berjanji untuk tidak menganggu hubungan kami lagi." ucap Romeo dengan penuh penekanan.


"Gila kamu! Aku tidak akan mau minta maaf."


"Nona, aku tidak suka penolakan, dan aku harap anda bisa di ajak bekerja sama." Romeo memandang Fani, lalu tanpa menunggu persetujuan dari wanita itu, dia menyeretnya menuju kamar Cassie.


"Rom, sakit.." teriak Fani.


Romeo yang menjadi pusat perhatian karena menyeret orang, tidak peduli dan tetap membawa Fani pergi.

__ADS_1


__ADS_2