Married With Romeo

Married With Romeo
Harus Operasi Caesar


__ADS_3

2 bulan ini, Cassie begitu frustasi. Dia hanya berdiam di kamar tanpa melakukan apapun. Setiap hari, bibi yang mengantarkan makan ke kamar Cassie dan menemani wanita itu makan. Tapi, setiap makanan yang diberikan untuk Cassie selalu tidak habis.Anak majikannya itu seperti orang yang sedang mengalami patah hati karena sering melamun dan tidak nafsu makan.


Siska dan Dimas juga sampai bingung kenapa Cassie berubah begitu drastis. Padahal di trimester kedua Cassie begitu bahagia.


"Ren, apakah Cassie ada masalah dengan Romeo? " tanya Dimas curiga.


"Entah lah.." jawab Reno pura-pura tidak tau. Dia kemarin bilang pada Dimas jika Romeo ingin fokus memperbaiki hotel di Jepang sebagai manager dan tidak ingin mengurus hal lain. Dimas percaya saja dan mengabulkan permintaan Romeo meskipun itu terdengar cukup aneh.


"Apa Romeo tidak pulang? Cassie seharusnya melahirkan dalam minggu ini." Siska merasa khawatir karena menantunya sangat sibuk bekerja sampai melupakan istrinya sendiri.


"Mom.. coba tanya pada menantu mom itu." Reno merasa risih karena Dimas dan Siska bertanya bagaikan polisi yang sedang menginterogasinya.


"Nomornya tidak aktif, Ren." kata Siska yang langsung menelepon Romeo.


"Yah, mungkin dia tertarik dengan wanita lain di sana." ucap Reno memberi kode.


"Gila kamu! Romeo itu hanya mencintai Cassie." Siska memukul punggung Reno dengan keras. Reno sungguh sembarangan.


Dimas juga memukul Reno karena anaknya itu kurang ajar. Berani nya Reno menuduh hal yang tidak benar pada Romeo. Padahal Romeo saat ini sedang sibuk bekerja.


"Dad.. Mom.." protes Reno kesal. "Bisa saja kan, Romeo selingkuh. Dia begitu betah di Jepang."

__ADS_1


"Hush, jangan berisik, nanti adik mu dengar." Siska menempelkan jari telunjuknya pada Reno yang cerewet sekali.


Ya, saat ini mereka bertiga sedang menunggu Cassie di pojok kamar, sementara wanita itu melakukan pemeriksaan dengan Dokter Mega.


"Tuan Sebastian.." panggil Dokter Mega.


Mereka bertiga kompak mendekat. Siska duduk di pinggir ranjang, sedangkan Reno dan Dimas berdiri menghadap Dokter Mega.


"Kita harus melakukan Caesar, karena bayinya sungsang. Ini pasti karena nona Cassie tidak banyak bergerak belakangan ini." Dokter Mega menunjukkan gambar hasil USG Cassie pada ketiga orang yang menunggu di kamar itu.


"Ya, lakukan saja yang terbaik. Yang penting Putri dan cucu ku selamat." ucap Dimas cepat.


"Dia bilang setuju." sahut Reno.


"Hah? kapan kamu menghubungi Romeo? Apa teleponnya bisa aktif?" Dimas memandang Reno dengan penasaran.


"Maksudnya dia sudah menitipkan Cassie padaku sebelum pergi." kata Reno gugup.


"Sudah.. sudah.. Sana kalian keluar. Mom mau menyiapkan pakaian Cassie."


Siska mendorong Reno untuk keluar. Dimas mau tidak mau juga keluar mengikuti Reno sebelum kena semprot oleh istrinya itu.

__ADS_1


Cassie merasa lega karena Reno dan Dimas sudah keluar dari kamarnya. Kepala Cassie pusing mendengar Reno, Dimas dan Siska berdebat soal Romeo. Dia juga shock mendengar jika bayi nya sungsang dan harus menjalani operasi sekarang.


"Mom, apakah operasi nya sakit?" tanya Cassie cemas. Dia menggenggam tangan Siska dengan kuat.


"Tidak sayang, nanti kamu akan di bius. Dan kita akan pakai operasi yang paling bagus. Jadi kamu bisa cepat sembuh."


"Cassie takut, Mom."


"Sayang..Kami semua menemani mu. Tapi, Romeo bagaimana?" Siska teringat Romeo yang belum tahu kabar ini.


"Biarkan saja, Mom. Bukankah Dad ingin dia fokus pada kerjaannya? Nanti dia juga akan datang." Cassie mencoba bicara dengan wajar. Padahal dalam hati dia sangat ingin menangis.


"Baik lah.. Mom akan packing pakaian mu dulu, kamu tunggu di sini."


"Iya mom.." Cassie mengambil ponselnya. Sudah 3 minggu ini Romeo tidak menelepon atau memberi pesan seperti biasa.


Cass, aku ingin kamu menamai anak kita dengan nama Sean Alexander Sebastian. Aku tidak tau apakah aku bisa melihatnya, jadi tolong rawat dia dengan baik.


Itu pesan terakhir dari Romeo. Cassie sungguh teriris setiap kali membaca pesan dari Romeo yang tidak pernah dia balas, atau hanya di balas dengan singkat. Semua pesan dari Romeo menunjukkan seperti dia sangat mencintai Cassie, padahal Cassie tau, itu karena tujuan Romeo belum tercapai.


"Baby Sean.. sebentar lagi kita akan bertemu.." Cassie berbicara sambil mengusap perut buncitnya. "Mom begitu takut, tapi jangan khawatir.. kamu pasti bisa lahir dengan selamat."

__ADS_1


__ADS_2