
Rumah Baru Romeo dan Cassie tampak begitu mewah. Rumah dengan 2 lantai itu tidak kalah mewah dengan rumah Orang Tua Cassie di sebelahnya.
Romeo mendesain rumah nya dengan American Style yang dominan bewarna putih dan hitam.
Cassie menilik seluruh ruangan dengan seksama. Dia bukan takjub, tapi sedang mencari apakah Romeo memiliki ruang rahasia seperti yang ada di film-film. Setelah berputar hampir 30 menit, Cassie kembali ke kamarnya di lantai 2.
Kamar miliknya sangat luas dan memiliki fasilitas komplit bak kamar hotel VIP miliknya. Cassie bisa sedikit tenang karena meskipun Romeo kejam, dia tidak memberikan pada Cassie kamar pembantu. Selain itu, Cassie akan tidur di kamar berbeda dengan Romeo. Ya, kamar Romeo ada di sebelah kamarnya.
Sebenarnya kedua kamar itu memiliki connecting door. Tapi Cassie tidak tau karena itu di samarkan dengan wallpaper.
Cassie baru saja merebahkan badan pada ranjang king size miliknya yang nyaman. Tapi suara Romeo mengejutkannya.
"Bangun." Romeo berdiri tepat di samping ranjang.
"Kenapa sih, Rom?" tanya Cassie malas. Dia tidak beranjak dari posisinya yang sudah tertidur dengan nyaman di atas ranjang.
"Aku tidak suka mengulangi perkataan ku."
"Aku tidak menyuruh kamu untuk mengulangnya."
"Cassie Sebastian!" bentak Romeo.
Karena tidak ingin mencari keributan, Cassie akhirnya mengalah. Dia bangun dan berdiri dari hadapan Romeo.
__ADS_1
"Ada apa Tuan muda yang terhormat?" Cassie menekan kata-kata terhormat.
"Bereskan pakaian ku dalam koper." perintah Romeo.
Cassie tertawa. "Aku kira ada hal yang penting sampai kamu marah-marah seperti ini." "Suruh pembantu saja."
"Ini tugas mu, Cassie." ucap Romeo lagi. Romeo menarik tangan Cassie untuk pergi ke kamarnya.
Kamar Romeo hanya dapat di buka dengan sidik jari. Ternyata suami Cassie itu bukan hanya kejam, tapi juga licik.
Kamar Romeo memiliki luas 1,5 luas kamar miliknya. Untuk bagian dalam tidak jauh berbeda dengan Cassie, hanya saja ruangan itu memiliki meja kerja dan juga lemari besar untuk menyimpan buku dan berkas-berkas.
Romeo melepaskan tangan Cassie. Dia menunjuk beberapa koper besar di pojok ruangan.
"Rom, ini terlalu berlebihan. Aku tidak bisa melakukan ini." Cassie bercak pinggang sambil mengomel. Seumur hidupnya, Dimas dan Siska tidak pernah membiarkan Cassie menyentuh pekerjaan rumah. Ada pelayan yang selalu siap melayani kebutuhan Cassie. Jadi bagi Cassie, perintah Romeo ini sungguh tidak masuk akal untuk Cassie.
"Aku mau, kamu lakukan. Jangan banyak protes." Romeo membuka pintu walk in closet dan mempersilahkan Cassie masuk.
Cassie mendorong koper Romeo dengan kasar. Seandainya saja Dimas tahu putri kesayangannya di perlakukan seperti ini oleh suaminya sendiri, pasti Dimas akan menangis.
Cassie memulai dari koper paling kecil. Isinya jam tangan dan sabuk milik Romeo. Koleksi Romeo cukup banyak. Dia mengamati satu persatu jam tangan mewah yang akan dia pindahkan. Jam yang paling murah seharga 500 juta, sisanya sudah mencapai angka Miliar. Romeo bisa memiliki jam mahal seperti ini, berarti dia bukan orang biasa.
Cassie mulai semangat membongkar barang yang lain untuk mencari tahu sosok suami nya yang misterius itu.
__ADS_1
Kali ini koper berisi sepatu. Romeo juga memiliki banyak sepatu limited edition. Cassie mengambil beberapa foto untuk keperluannya tanpa sepengetahuan Romeo. Jika Dimas bergerak cepat, maka dia juga harus melakukan hal yang sama untuk menyelidiki suaminya.
"Rom, aku sudah selesai. Aku akan istirahat di kamar." Cassie menghadap Romeo yang sedang membereskan meja kerjanya.
Romeo menatap Cassie tidak percaya. Dia melihat jam di tangannya. Baru dua jam dia menyuruh Cassie, kenapa Cassie begitu cepat?
"Dan, untuk kerjaan rumah lainnya, kamu tidak perlu menyuruhku. Dad sudah mengirim 3 pelayan untuk membantu ku di sini." kata Cassie senang. Tadi dia sudah menelepon Dimas untuk meminta bantuan.
"Satu lagi, makan malam juga sudah aku beli. Dan sebentar lagi akan datang." Cassie tersenyum penuh kemenangan. Romeo kali ini tidak dapat mengganggu nya lagi. Dia lalu meninggalkan Romeo yang diam saja tanpa memprotes Cassie.
*
*
*
Romeo menutup kembali pintu walk in closet yang sudah penuh dengan barang-barangnya. Cassie benar-benar melakukan apa yang dia minta dan hasilnya tidak terlalu buruk. Dia kembali pada kursi kerjanya, sambil memikirkan wanita yang baru saja menjadi istrinya itu.
Seperti informasi yang di dapatkan, Cassie Sebastian adalah wanita yang manja. Romeo sangat setuju karena dia, sudah menyaksikan sendiri bagaimana tingkah Cassie di depan Mommy and Daddy nya. Tapi, yang baru dia baru tahu adalah Cassie ternyata wanita yang cerdik dan tidak mudah di tindas. Terbukti jika dia memanggil pelayan untuk ke sini. Padahal Romeo sengaja tidak memperkerjakan pembantu di rumah. Dia ingin Cassie yang melakukan semua.
"Ini sungguh menarik." Romeo bermonolog sendiri.
Dia bersandar pada kursinya sambil memutar-mutar pulpen dengan tangan kanannya.
__ADS_1