Married With Romeo

Married With Romeo
Mengambil hati mertua


__ADS_3

Romeo meletakkan Cassie dengan hati-hati di kursi makan. Siska menyenggol Dimas yang menatap tajam ke arah Romeo. Ya, Dimas masih belum terbiasa dengan status baru Cassie. Selama ini Cassie belum pernah di sentuh oleh satu orang pria pun. Dimas hanya mengijinkan Cassie bermain dengan teman-teman wanitanya. Sekarang melihat Cassie di gendong oleh Romeo, ada perasaan tidak rela dalam diri Dimas. Apalagi istrinya bercerita bahwa mereka baru saja bercinta dalam kamar tamu.


"Maaf Dad, Cassie terlambat." ucap Cassie lirih.


"Tidak apa-apa sayang, kamu pasti lelah." Dimas mengacak-acak rambut Cassie.


"Dad, aku sudah besar dan sudah menikah. Jangan perlakukan Cassie seperti anak kecil." Cassie mengerucutkan bibirnya.


"Sampai kapanpun kamu akan jadi putri kecil Daddy."


'Ehem.' Romeo berdehem.


"Lihat, suami nya cemburu." Siska tertawa cekikikan melihat Romeo yang menatap ayah mertuanya dengan kesal.


'Aktingnya bagus sekali.' batin Cassie.


"Dad, aku berencana untuk pindah rumah berdua Cassie."


'Uhuk.' Cassie yang sedang minum air tersedak ketika Romeo mengatakan untuk pindah rumah.


"Aku sudah membeli rumah di sebelah tempat Dad Dimas ini. Jadi, Cassie bisa pulang ke rumah ketika aku pergi ke luar kota." Romeo menatap Cassie yang masih terbatuk. Dia dengan lembut menepuk punggung Cassie.


"Pelan-pelan sayang.."

__ADS_1


"Sayang?" Pekik Cassie. Dia tertawa sinis. Telinganya gatal sekali mendengar Romeo mengatakan sayang.


"Ide Romeo bagus juga." Dimas mengangguk setuju dengan ide Romeo soal membeli rumah di sebelah tempat mereka. Dia juga senang karena Romeo bisa bertindak cepat dan juga sangat memperhatikan Cassie. Dimas merasa pilihannya sangat tepat. Romeo pasti akan menjadi pemimpin yang baik untuk perusahaan mereka.


"Dad.. Cassie ga mau pindah." Cassie merentangkan tangan seperti anak kecil, memberi kode Dimas untuk memeluk dirinya.


Meskipun sempat bingung, Dimas berdiri dan memeluk Cassie yang sangat manja itu. Cassie memang manja, tapi dia tidak pernah seperti ini sebelumnya. Kenapa Cassie bereaksi seolah dia akan pindah ke tempat yang jauh?


"Sayang,, ini hanya satu rumah. Kamu bisa menemui Dad dan Mom setiap hari." Ucap Dimas dengan lembut.


"Maaf ya, Rom.. Cassie memang seperti ini." Siska mengelus punggung Cassie.


Romeo tersenyum kecil sambil mengangguk. Jelas sekali terlihat jika orang tua Cassie begitu memanjakan anaknya. Cassie pasti tidak pernah bekerja dan hanya bersenang-senang setiap hari.


Tapi itu bagus. Itu artinya Cassie tidak akan ikut campur dalam urusan perusahaan.


"Dad harap kamu bisa cepat belajar supaya bisa cepat menggantikan Dad."


Romeo mengangguk.


Seperti yang di ketahui, Dimas Sebastian mempunyai banyak perusahaan di dalam dan ada beberapa di luar negeri. Selama ini Dimas hanya mengandalkan orang-orang kepercayaannya dan juga sedikit bantuan dari Reno.


"Apa yang harus Romeo urus, Dad?" tanya Romeo dengan semangat.

__ADS_1


"Kamu pegang hotel Emerald dulu. Dad akan lihat kerjamu. Kalau kerja mu bagus, Dad akan minta kamu pegang hotel yang ada di Jepang."


"Tidak bisa begitu, Dad." protes Cassie dengan suara cemprengnya. "Kenapa secepat ini?" sela Cassie. Dia tidak menyangka Dimas akan betindak secepat ini.


Semua menengok tidak terkecuali Romeo. Dia melemparkan pandangan yang membunuh pada Cassie.


"Kenapa sayang? Romeo ini kan memang akan jadi penerus keluarga Sebastian. Kita harus bergerak cepat, karena Dad tidak muda lagi." ucap Dimas jujur. Belakangan ini kesehatan Dimas memang kurang baik. Dokter bahkan menyarankan Dimas untuk segera pensiun.


"Kenapa Cassie? Apa ada masalah?" tanya Siska yang mulai curiga.


"Itu karena.."


Romeo memberi kode dengan menyenggol kaki Cassie di bawah meja.


"Itu karena.. Cassie masih mau menikmati waktu bersama Romeo." kata Cassie dengan terpaksa.


Mendengar pernyataan Cassie, Dimas dan Siska spontan tertawa lepas. Mereka senang karena mereka pikir Cassie sudah jatuh cinta pada Romeo dan perjodohan ini berhasil.


Sementara itu Cassie sudah hampir menangis meratapi nasib pernikahannya. Dia juga sedih harus berpura-pura seperti ini di depan orang tua nya sendiri.


"Bagus,, kamu tidak mau kan mengecewakan Daddy mu yang tercinta? Seperti nya Daddy mu itu sangat menyukai ku." bisik Romeo. Dan supaya Dimas tidak curiga, Romeo mencium pipi Cassie setelah berbisik padanya.


"Kalian membuat kami iri." sela Siska ketika melihat perlakuan Romeo pada Cassie. Dia jadi teringat masa lalu nya dengan Dimas ketika baru menikah dulu.

__ADS_1


"Dad, terimakasih karena sudah memberikan Cassie pada ku. Aku akan menjaga Cassie dengan baik." Ucap Romeo sambil tersenyum ke arah Cassie.


Cassie mengepalkan tangannya. Dalam telinga Dimas dan Siska mungkin ucapan Romeo ini terdengar sangat so sweet, tapi tidak untuk Cassie. Cassie merasa sangat marah karena Romeo begitu pintar mengambil hati orang tuanya.


__ADS_2