Married With Romeo

Married With Romeo
Akhirnya bertemu


__ADS_3

Amerika.


Cassie, Romano dan Jo segera ke rumah sakit International yang adalah milik Samuel Sebastian alias sepupu Cassie. Dia berjalan cepat, karena tidak sabar untuk melihat keadaan Romeo.


Kebetulan, dokter juga baru keluar dari kamar Romeo. Mereka bertemu di depan pintu kamar.


"Dokter, bagaimana keadaan Romeo?" Romano langsung menodong dokter paru yang menangani Romeo.


"Romeo baru saja istirahat. Kondisinya tidak terlalu baik." "Saya minta maaf, tapi sepertinya dia tidak akan bertahan lama lagi. Sebaiknya anda mempersiapkan diri dari sekarang." Dokter itu menghela nafas panjang. Dia sedih setiap kali harus menyampaikan kabar buruk pada pasien.


"Apakah anda istrinya?" tanya Dokter itu sebelum pergi.


"Iya, Dok."


"Romeo selalu memanggil anda setiap malam. Dia pasti sangat merindukan anda." "Tolong berikan kenangan yang baik untuk Romeo di sisa hidupnya."


"Ini gak mungkin,," "Rom.." Cassie menatap Romano dengan air mata yang sudah meluncur turun dengan deras.


Dokter itu berlalu dari keluarga Romano. Dia tidak akan ikut campur dengan persoalan keluarga mereka.


Jo mengusap punggung Cassie dengan prihatin. Dia memang menyukai Cassie, tapi melihat Cassie seperti ini, Jo juga ikut merasakan kesedihan yang Cassie alami saat ini.


"Masuk saja Cass, kami akan menunggu di luar." Romano membuka pintu ruangan.


Cassie melangkah masuk dengan perlahan. Di dalam, tampak Romeo sedang terbaring lemah. Dia benar-benar Romeo alias suami Cassie. Wajah Romeo tampak pucat dengan segala alat yang menempel di tubuhnya. Cassie begitu shock karena terakhir mereka bertemu, Romeo masih sehat dan hanya sedikit batuk-batuk saja.

__ADS_1


"Rom.. kenapa kamu jadi gini?" Cassie makin sedih menyaksikan Romeo yang diam tak bergerak. "Kenapa kamu sembunyikan ini dari awal?" "Cepat bangun, Rom..Aku di sini."


Cassie membelai rambut dan wajah Romeo.


"Rom.. Sean merindukanmu. Dia ingin bermain dengan papanya. Kamu harus sembuh Rom.."


"Romeo.. cepat bangun, kamu jangan seperti ini.. aku belum ingin menjadi janda, Rom." Cassie mulai frustasi. Dia mengguncangkan badan Romeo dengan kuat. Untung saja Jo dan Romano masuk ke dalam tepat waktu.


"Cassie,, stop Cass. kamu bisa menyakiti Romeo." Romano menarik paksa Cassie.


"Biar saja. Dia harus merasakan apa yang aku rasakan." Cassie sudah tidak tahan lagi. Dia pergi meninggalkan ruangan itu. Dia tidak sanggup untuk menghadapi semua yang terjadi dan tidak sanggup melihat Romeo begini.


*


*


*


Ternyata seperti ini rasanya menikah dengan Romeo. Cassie banyak sekali mendapatkan pelajaran selama 2 tahun ini. Romeo adalah pacar pertama, sekaligus suami Cassie. Dan Romeo lah yang membuat Cassie merasakan jatuh cinta dengan begitu dalam sampai dia sangat takut kehilangan orang itu.


Cassie tidak bisa berhenti menangis sejak tadi. Matanya sudah lelah tapi jika mengingat kemungkinan Romeo bisa saja meninggal, itu membuat Cassie merasa tidak mampu membendung emosinya.


Hujan rintik-rintik mulai turun membasahi langit yang sejak tadi sudah tampak gelap. Cassie membiarkan air hujan menerpa wajah dan badannya. Dia lebih memilih berada di sini karena dia tidak ingin kembali ke ruangan Romeo dan melihat suaminya seperti itu.


Tapi tanpa Cassie sadari, seseorang sudah duduk di bangku yang sama dengan Cassie. Dia bahkan memayungi Cassie supaya Cassie tidak kebasahan.

__ADS_1


"Romeo?!" Pekik Cassie yang baru saja sadar jika ada orang di sampingnya, dan itu suaminya sendiri. Cassie langsung tau itu Romeo, karena dia menggunakan pakaian rumah sakit.


"Aku tidak ingin kisah kita berakhir tragis seperti Romeo-Juliet." ucapnya lemah.


"Romeo, ini benar kamu?" Cassie langsung memeluk Romeo.


"Pelan-pelan, Cass." Romeo merasakan nyeri yang luar biasa karena Cassie memeluknya begitu erat.


Cassie mengendurkan pelukannya. Dia menyembulkan kepala dari dada Romeo. Pria itu tadi masih terbaring lemah, bagaimana mungkin sekarang dia bisa berjalan ke taman dan tampak lebih sehat? Atau Cassie salah mengenali Romano lagi?


"Kenapa memandangku seperti itu?" ucap Romeo dengan wajah datar. "Aku ini suamimu, bukan Romano."


Cassie tersenyum kecil. Dia yakin 100% jika orang yang sedang di peluknya ini adalah Romeo, karena dia mengerti isi kepala Cassie dengan baik.


"Kenapa kamu bisa sampai ke sini Rom?" tanya Cassie yang tidak mengalihkan pandangannya pada Romeo.


"Pakai kaki, sayang." goda Romeo. "Apa kamu sering menangis akhir-akhir ini?" Romeo mengusap air mata yang masih tersisa di wajah Cassie. Wajah Cassie terlihat sangat lelah dan kusam.


"Bagaimana aku tidak menangis kalau dokter bilang kamu akan..." Cassie tidak melanjutkan kata-katanya.


"Mati?" lanjut Romeo.


Romeo tersenyum. "Sayang, aku masih punya waktu beberapa bulan lagi." "Dan, aku tidak khawatir, karena kamu punya Jo yang akan menyayangimu."


Romeo sudah tau jika Jo menyukai Cassie. Begitu pula dengan Cassie. Dia tampaknya nyaman untuk menceritakan masalahnya dengan Jo. Jika mereka bersama pasti kehidupan pernikahan Cassie akan lebih baik.

__ADS_1


__ADS_2