Married With Romeo

Married With Romeo
Pergi dengan Reno


__ADS_3

"Cassiiiiie..." Reno berteriak sambil mencari keberadaan Cassie. Cassie yang sedang tidur ayam kembali terbangun karena suara Reno yang berisik itu.


"Cassie, cepat bangun." Reno yang sudah masuk ke kamar Cassie, menarik wanita yang tengah memeluk guling itu.


"Apa sih, Ren. Aku mau tidur." Cassie menyingkirkan tangan Reno dan tidak melepaskan gulingnya.


"Temani aku ke mall. Aku mau cari sepatu." Reno kini menarik guling Cassie.


"Reno.....minta Tim saja temani kamu." protes Cassie. Dia terpaksa bangun karena guling nya di sabotase oleh Reno.


"Daripada kamu galau sendirian.." Reno tampak pantang menyerah untuk menarik adiknya.


"Ren, aku ga galau,, aku mau tidur." bentak Cassie.


"Ayolah, aku akan traktir apapun yang kamu mau."


"Janji?" Cassie melirik ke arah Reno.


"Kapan aku pernah bohong, Cassie sayang?"


"Deal. Ayo.."


Cassie sudah merencanakan akan membeli jam tangan yang mahal. Biar saja Reno mengomel. Dia tidak akan melewatkan tawaran yang menggiurkan ini.


"Kamu ga ganti baju, Cass?" tanya Reno yang heran melihat adiknya keluar dengan menggunakan kaos yang sudah pudar dan celana joging.


"Iya, kenapa? Kalau tidak mau, aku akan tidur lagi."


"Oke-oke.. Tidak apa-apa.." Reno menghalangi Cassie yang sudah berbalik dan ingin masuk ke kamar. Dia memutar badan Cassie, lalu mendorongnya untuk cepat pergi.


"Lhoo.. anak-anak kalian mau ke mana?" Dimas mencegat Reno yang merangkul Cassie.


"Ke mall, Dad." jawab Reno singkat.


"Reno tidak tau diri, Dad. Dia menculik ibu hamil untuk kepentingannya sendiri." adu Cassie.

__ADS_1


"Ya, tapi kan aku kasih kamu..." "Aaaaw." ucapan Reno berganti teriakan karena Cassie menginjak kakinya.


"Dad, kami pergi dulu.." kini giliran Cassie yang menarik Reno. Dia tidak ingin Dimas tau perjanjiannya dengan Reno. Bisa habis Cassie di ceramhi oleh Daddy nya itu.


Dimas hanya geleng-geleng kepala sendiri gara-gara tingkah anaknya yang random itu. Tapi dia bersyukur karena anak-anak nya bisa akur dan jauh lebih dekat sekarang.


*


*


*


Sepanjang perjalanan ke mall, Cassie tertidur di pundak Reno. Dia baru bangun setelah mesin mobil di matikan. Reno memijit pundaknya yang kram akibat Cassie yang menjadikan pundaknya sebagai bantal.


"Kita sudah di rumah, Ren?" tanya Cassie sambil mengelap iler nya.


"Ya ampun, belanja juga belum." Reno membuka pintu mobil.


"Pak, nanti jemputnya di depan saja ya, kasihan Cassie kalau kembali ke sini." pesan Reno pada sopirnya.


Reno membantu Cassie turun. Dia langsung mengalungkan tangan ke pundak adiknya itu. Sudah lama sekali mereka tidak jalan bareng seperti ini. Sejak menikah Cassie jarang sekali keluar rumah. Entah apa yang diperbuat Romeo sehingga membuat Cassie begitu betah di rumah.


"Hmmm.." jawab Cassie malas.


Mereka langsung menuju ke outlet sepatu yang diinginkan Reno. Sembari memilih, Cassie menunggu di kursi. Baru berjalan sebentar saja Cassie sudah merasa lelah.


Cassie mengambil ponsel untuk mengecek media sosial miliknya. Tapi tangan Cassie malah membuka aplikasi WA dan tanpa sadar Cassie membuka halaman chat dengan Romeo yang kosong dari sebulan yang lalu.


'Ini sungguh gila. Pria itu sudah mencampakkan mu, tapi kamu masih mengharapkan dia menanyakan kabar mu? Jangan mimpi Cassie.' Cassie bermonolog dengan dirinya sendiri di dalam hati.


Dia tidak bisa membedakan apakah dirinya yang ingin bertemu Romeo, atau Baby nya yang ingin bertemu Daddy nya.


Cassie menghela nafas panjang. Dia menaruh kembali ponselnya di dalam tas.


"Bagaimana yang ini, Cass?" Reno datang dengan menggunakan sepatu kantor warna hitam yang tampak tidak ada bedanya dengan sepatu yang biasa di kenakan Reno sehari-hari.

__ADS_1


"Bagus.. kinclong." Cassie mengacungkan kedua jempolnya. Ini adalah cara Cassie supaya Reno cepat berbelanja. Padahal sepatu itu sangat kuno, seperti bapak-bapak. Dan benar saja, karena Cassie bilang Oke, Reno langsung membeli sepatu itu.


"Yuk, sekarang adik ku yang manis ini mau belanja apa?" Reno mencubit pipi Cassie yang semakin chubby.


"Mau jam tangan Richard Mille yang baru." ucap Cassie dengan suara tidak jelas karena pipinya masih di cubit Reno.


"Baiklah, ayo kita ke sana.." Reno menggandeng tangan adiknya menuju outlet jam tangan tidak jauh dari situ.


Para karyawan di sana sudah tidak asing dengan Reno. Reno masuk dalam daftar VIP langganan toko mereka. Jadi begitu masuk, semua karyawan membungkuk dengan sopan pada Reno.


"Sultan memang beda." sindir Cassie. Dia langsung menunjuk jam tangan yang dia inginkan. Cassie sudah melihat lewat online shopping sebelumnya, jadi dia tau apa yang dia tuju.


"Ren, harganya mahal. Apa kamu ikhlas?" tanya Cassie sedikit tidak enak pada Reno.


Biasanya Reno akan mengomel jika Cassie memalaknya untuk membeli barang branded. Tapi, sekarang Reno begitu mudah membelikan barang dengan nominal angka fantastis untuk Cassie. Jelas saja Cassie curiga.


"Cass, jika kamu minta pesawat pun, aku akan belikan." ucap Reno sombong.


"Cih. Aku tidak tertarik dengan gombalan mu."


"Siapa yang gombal? Ini semua demi keponakan uncle."


Reno menunjukan bukti transfer pada pelayan di depannya. Setelah memastikan jika uang sudah masuk, Pelayan itu memberikan barang mereka.


Cassie begitu senang menerima paper bag dari Reno. Dia bisa menghemat uang miliaran berkat kebaikan Reno kali ini.


"Ada lagi yang kamu inginkan?" tanya Reno pada Cassie yang masih memandangi isi paper bag.


"Aku ingin makan ramen."


"Okey,, kita makan Ramen kesukaan mu."


Reno dan Cassie berjalan keluar, tapi 'BRUK'.


Seseorang menyenggol Cassie hingga Cassie jatuh terduduk.

__ADS_1


"Cassie.." pekik Reno. Dia segera menolong adiknya dan membantu Cassie untuk bangun.


Cassie hendak protes pada orang yang menabraknya, tapi raut wajah Cassie berubah seketika, melihat orang yang menabrak dirinya itu.


__ADS_2