Married With Romeo

Married With Romeo
Pelajaran dari Bibi


__ADS_3

Bibi segera mengambil kotak obat di ruang penyimpanan, lalu dia pergi ke atas untuk menemui Cassie.


"Non, Bibi masuk ya?" ucap Bibi setelah mengetuk pintu kamar Cassie.


"Masuk saja Bi.."


"Non Cassie kenapa?" Bibi duduk di pinggir ranjang. Dia membelai rambut Cassie yang masih terisak. "Non, makan dulu ya.. Bibi masak rendang kesukaan Non Cassie."


Cassie bersandar pada head board. Dia merasa lebih baik ketika Bibi datang dan membawa makanan. Sejak pagi, perutnya belum terisi karena ribut dengan Romeo. Sekarang, Cassie merasa lapar.


"Bibi suapi ya non." Bibi dengan telaten menyuapi Cassie. Dia sudah merawat Cassie sejak wanita itu berumur 5 tahun, jadi Bibi paham betul kebiasaan Cassie. Cassie terkadang memang masih suka di suapi oleh Siska atau dirinya jika sedang tidak niat makan.


"Bibi boleh tanya sesuatu, Non?" tanya Bibi hati-hati.


"Tanya apa, Bi?"


"Apa Tuan Romeo itu melukai Non Cassie?"


Cassie mengangguk tanpa ragu. Setiap ucapan dan tindakan Romeo jelas melukai hatinya.


"Apa kepala non terluka karena Tuan Romeo?" Tanya Bibi lagi. Dia harus memastikan hal ini karena Bibi tidak akan tinggal diam seandainya Romeo melakukan KDRT. Bibi akan melaporkan pada Tuan dan Nyonya Sebastian jika itu sampai terjadi.


"Oh, ini gara-gara teman ku, Bi. Dia melepaskan pegangannya, jadi aku jatuh terbentur meja." jelas Cassie sambil memegang kepalanya yang masih sakit.


"Nanti setelah ini Bibi obati Non ya.." Bibi kembali menyendok kan makanan yang terakhir. Dia cukup lega karena mendengar perkataan Cassie. Itu artinya Romeo jujur.


"Bi, sekarang gantian Cassie yang bertanya. Apakah boleh?" Cassie meletakkan gelas yang sudah kosong pada nakas di sebelahnya.

__ADS_1


"Jangan susah-susah ya non.. Bibi nanti ga bisa jawab."


Cassie cekikikan melihat ekspresi Bibi yang ketakutan.


"Ini ga susah, karena Bibi sudah mengalaminya." "Bi, apakah kalau suami istri ribut terus itu wajar?" Tanya Cassie dengan polos.


Bibi terdiam sesaat. Dia mengeluarkan salep untuk mengobati Cassie.


"Yah, non.. namanya beda karakter, ya pasti bisa ribut.. Non Cassie sama Tuan Reno saja sering ribut kan? Apalagi ini.."


Bibi memberikan penjelasan pada Cassie. Dari pengamatan Bibi, Romeo itu cukup kaku dan pendiam, tapi Cassie berbanding terbalik. Dia sangat manja, cerewet dan sangat butuh di perhatikan.


"Bi, aku tidak bisa memahami Romeo." Cassie menghela nafas panjang. Tentu saja Cassie tidak bisa bercerita pada Bibi jika Romeo hanya mencari harta mereka saja.


"Sabar, Non.. Semua butuh proses.. Non Cassie juga tidak pernah pacaran sebelum nya, kan?" Bibi mulai mengoleskan salep ke bagian kepala Cassie yang sedikit benjol.


"Iya non, ini udah pelan-pelan."


Bibi menyelesaikan dengan cepat. Dia tidak ingin Cassie mengomel lagi.


"Apakah Nona butuh bantuan lagi?" tanya Bibi sebelum pergi.


"Tidak, Bi. Terima kasih sudah membantu Cassie." ucap Cassie sambil tersenyum.


"Sama-sama, Non. Tolong segera beritahu Bibi ya kalau terjadi sesuatu." "Oh iya, Nona Cassie juga harus menghormati Tuan Romeo sebagai suami Nona. Minta lah ijin kalau pergi ke mana-mana." pesan Bibi.


Cassie tidak menanggapi Bibi. Jika ini pernikahan normal seperti lainnya, mungkin Cassie akan menerima saran Bibi. Sayangnya pernikahan ini hanya pernikahan atas dasar bisnis. Cassie tidak menyukai Romeo dan begitu pula sebaliknya. Yah, meskipun mereka sudah menjalani hubungan suami istri, tapi itu tidak membuat hubungan mereka menjadi seperti suami istri. Cassie bahkan menyesal karena sudah menyerahkan diri pada Romeo. Jika saat itu Cassie tidak emosi, pasti sekarang dia masih menjadi perawan.

__ADS_1


"Non, Bibi tinggal ke bawah ya.."


"Bi... temani nonton drakor dulu dong.." rengek Cassie sambil memegang tangan Bibi.


"Dasar, non Cassie.. kapan dewasa nya.." meskipun sambil mengomel, Bibi menuruti Cassie. Dia duduk di pinggir ranjang untuk menonton bersama majikannya itu.


"Ini cerita nya tentang apa non?" tanya Bibi penasaran.


"Tentang perselingkuhan, bi. Suami nya selingkuh terus perempuan nya balas dendam."


"Aduh, jangan nonton yang beginian deh non. Ngajarin yang gak bener." Bibi merebut remote yang di pegang Cassie, lalu mengganti judul yang lebih menarik dan cerita yang ringan.


"Bi,, justru yang seru yang seperti itu.." protes Cassie.


"Nah, ini saja nih.. ini lucu.." Bibi menyetel drakor romantis yang dia lihat di iklan TV.


"Bilang aja Bibi mau lihat pemainnya.."


"Sudah, non.. Nonton saja.. jangan berisik."


Cassie akhirnya diam dan menonton juga. Drakor romantis yang jadi kesukaan Cassie, sekarang tampak tidak menarik karena itu tidak sesuai dengan realita di dunia nyata. Apalagi setelah mendapatkan suami macam Romeo.


"Tuh, non.. harusnya non Cassie seperti itu. Coba bersikap romantis pada Tuan Romeo."


Bibi menunjuk adegan di mana pemeran wanita sedang memasak bersama dengan pemeran laki-laki dan terlihat sangat mesra. Pemeran perempuan mengelap sudut bibir pemeran laki-laki yang belepotan dan akhirnya mereka ciuman.


"Ya, silahkan Bibi saja yang praktek kan dengan Romeo." ucap Cassie dengan santai nya.

__ADS_1


"Bibi mah ogah.." Bibi bergidik ngeri bahkan hanya dengan membayangkan wajah dingin Romeo.


__ADS_2