
Acara makan malam keluarga Sebastian diadakan di Hotel milik keluarga mereka. Acara ini sengaja diadakan Dimas untuk menyambut Aeris, alias Calon istri Reno. Seperti biasa, Cassie tampil begitu anggun dengan dress putih selutut. Dia juga menyamakan dress nya dengan pakaian Sean. Sedangkan Romano yang tidak diberitahu, menggunakan kemeja seadanya saja. Dia tidak peduli jika pakaiannya tidak kontras dengan istri dan anaknya.
"Sun, kamu cantik sekali malam ini." puji Cassie ketika mereka sudah berkumpul di Hotel, dan menunggu makanan keluar.
Sunny tersenyum kecil. Sesuai perintah Romano, Sunny menggunakan dress batik dengan model Sabrina. Rambutnya yang biasa di ikat, kali ini digerai sehingga membuat aura wanitanya terlihat.
"Nyonya yang paling cantik di ruangan ini. Saya hanya debu saja." Sunny tentu saja minder disandingkan dengan Cassie, Aeris dan bahkan Siska. Mereka semua adalah wanita yang terhormat. Beda dengan Sunny yang hanya seorang baby sitter.
"Sun, kamu itu cantik, jangan minder seperti itu." "Nanti aku bantu kamu belajar make up ya." Cassie menepuk pundak Sunny sambil tersenyum.
Sunny terharu mendengar ucapan Cassie. Sebagai majikan, Cassie begitu baik dan tidak pernah komplain dengan cara kerja Sunny. Dia juga mau membantu Sunny supaya Sunny bisa memperbaiki penampilannya. Tapi, apa balasan Sunny atas kebaikan Cassie ini? Sunny malah berselingkuh dengan suami Cassie yang sekarang sedang memandangnya tanpa berkedip.
"Maaf, Nyonya. Saya permisi ke toilet dulu." Sunny memberikan Sean pada Cassie, lalu dia pergi ke toilet. Dia takut semua orang akan mengetahui jika Romano terus memandangnya.
Romano yang merasa Sunny sedang tidak baik-baik saja, juga pamit dengan alasan ingin memilih Wine untuk makan malam mereka.
Sunny berjalan cepat menuju toilet, tapi langkahnya terhenti karena Romano menarik tangannya.
__ADS_1
"Tuan, tolong jangan kejar saya lagi. Saya tidak ingin mengkhianati Nyonya Cassie." teriak Sunny.
Dia menghempaskan tangan Romano dengan kasar. Selama seminggu ini, mereka bukannya menjauh, malah justru semakin dekat. Meskipun Bibi juga sudah mengomeli Sunny habis-habisan, tapi Sunny juga tidak bisa menghindar dari Romano. Otaknya memang sudah bertekad untuk menjauhi Romano, namun hatinya lebih licik dan nekat. Nyatanya Sunny juga selalu ingin berdekatan dengan pria itu.
"Sun..tolong jangan seperti ini." Romano mengusap wajah Sunny dengan lembut.
"Tuan Romeo.. saya takut kalau nyonya tau.." Sunny masih tidak berani menatap Romano.
Romano membawa Sunny ke dalam pelukannya. Sama halnya dengan Sunny, Romano tidak bisa mengendalikan diri untuk tidak menemui Sunny.
"Tidak perlu takut karena aku di sini, Sun."
"Sabarlah, Sun. Semua akan baik-baik saja." Romano kembali meyakinkan Sunny.
Sunny mengangguk seraya mempererat pelukannya.
Mereka tidak sadar jika seseorang sejak tadi melihat interaksi mereka dari kejauhan.
__ADS_1
*
*
*
Malam itu, Dimas begitu bahagia. Dia merasa keluarganya lengkap sekarang karena Reno akhirnya akan menikah dengan orang yang dicintainya. Cassie juga ikut senang dengan rencana pernikahan Reno. Kakaknya itu jadi tidak perlu mengganggu Cassie lagi.
"Sebenarnya, ada satu hal lagi yang ingin Dad sampaikan." ucap Dimas setelah membahas pernikahan Reno dan Aeris.
"Malam ini Dad juga ingin memberitahu kalian, kalau Dad akan pensiun dan Romeo yang akan menggantikan posisi sebagai Presiden Direktur di Hotel Emerald dan cabang-cabangnya."
Cassie menoleh pada Daddy nya dengan pandangan bingung. Dimas berkata jika Romeo akan menjadi pengganti dirinya ketika pernikahan mereka sudah berjalan selama 5 tahun. Ini belum genap 2 tahun, tapi kenapa Dimas memutuskan secepat ini?
"Dad, kita perlu bicara." protes Cassie dengan nada begitu kesal.
"Kita bicara di rumah saja. Sekarang kita perlu rayakan kebersamaan keluarga kita." Dimas memanggil pelayan untuk membawa wine yang sudah dipilihkan Romeo.
__ADS_1
Cassie diam seribu bahasa. Dia sedang berpikir keras apa yang akan dia lakukan sekarang. Cassie tidak ikut minum wine karena dia masih menyusui. Jadi, Cassie menggunakan kesempatan ini untuk merenungkan masa depannya dan Sean.
Dia berulang kali melihat Romeo di sampingnya yang tampak terus memandangi Sunny. Rasanya dada Cassie begitu sesak, tapi air mata Cassie sudah habis. Ya, tadi Cassie memergoki mereka berpelukan. Cassie hanya diam saja dan tidak langsung melabrak mereka, karana Cassie sudah memutuskan untuk bicara pada Dimas. Dia akan bilang pada Dimas tentang kelakuan Romeo dan dia akan menceraikan Romeo. Tapi, keinginan Cassie sepertinya tidak bisa terwujud karena Dimas keburu memutuskan untuk memberikan aset-asetnya pada Romeo.