Married With Romeo

Married With Romeo
Keresahan Cassie


__ADS_3

Romeo pulang lebih cepat dari biasanya. Dia berjalan melewati Cassie yang sedang menonton drama Korea di ruang tengah sambil makan popcorn. Tadi dia sudah bicara pada Dokter Mega dan Dokter bilang kandungan Cassie lemah. Jadi, Romeo tidak akan mengganggu kegiatan Cassie. Dia hanya berlalu ke meja makan, karena sejak tadi pagi, perut Romeo belum di isi makanan.


"Tuan, kenapa anda begitu pucat? Apa anda sakit?" Bibi tidak mengalihkan pandangannya pada Romeo yang tampak pucat.


"Apa dia sudah makan, Bi?" tanya Romeo tanpa menjawab pertanyaan Bibi.


"Sudah, Tuan. Nambah 3 kali." ucap Bibi geli. Cassie sekarang jadi sangat suka makan.


Romeo mulai makan apa yang sudah di siapkan Bibi. Tapi, matanya masih terus menatap Cassie. Sesekali wanita itu tertawa, tapi kemudian ketika diam, wajah Cassie sangat sendu.


"Tuan bikin kesalahan apa sama Non Cassie sampai dia begitu marah?" Bibi memberanikan diri untuk bertanya supaya masalah mereka tidak berlarut-larut.


"Bi, meskipun di jelaskan, Bibi tidak akan mengerti." ucap Romeo sambil tersenyum sinis.


"Yah, siapa tau bibi bisa bantu lho Tuan. Bibi bisa bujuk Non Cassie."


"Bi, jaga saja Cassie dengan baik. Sementara aku tidak bisa menjaganya."


"Tuan mau ke mana?" tanya Bibi curiga. Ucapan Romeo seperti orang yang akan pergi jauh.


Romeo meletakan sendok garpu nya. Dia masih menyisakan separuh makanan di piring, tapi nafsu makan Romeo sudah hilang ketika dia mendengar Cassie sedang menelepon Jo.


Bibi menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Kenapa dengan mereka berdua? Kenapa mereka bagai kutub utara dan selatan? Akhirnya karena bingung sendiri, Bibi memutuskan kembali ke dapur.


Cassie menengok ke belakang. Romeo sudah tidak terlihat lagi. Cassie sekarang bisa bernafas lega. Rasanya sangat sulit menerima kehadiran Romeo di ruangan yang sama dengannya. Jadi Cassie meminta Jo untuk meneleponnya supaya bisa menghindar dari Romeo.

__ADS_1


"Sayang, kamu kenapa melamun? Bagaimana hasil USG nya?" tiba-tiba Dimas dan Siska muncul di ruang tengah sambil bergandengan lengan dengan mesra.


"Dad,, makin mesra aja." sindir Cassie yang iri dengan kemesraan pasangan yang sudah menikah selama 50 tahun itu. "Ingat umur, Dad..Dad sudah 70 tahun."


"Hey, anak kecil ini sekarang sudah bisa menasehati." Dimas tampak senang ketika anaknya mengomel.


"Bagaimana dengan kondisi cucu Daddy?" Dimas mengambil tempat di sebelah Cassie dan merangkul Cassie dengan gemas.


"Ya.. begitulah.." jawab Cassie malas.


"Sayang, kamu belum bisa menerima anak ini?" Siska memegang tangan Cassie dengan perasaan sedih.


"Bukan begitu, Mom.. Cassie cuma takut saja kalau anak ini gak dapat kasih sayang dari orang tuanya." Cassie memandang perutnya.


"Sayang.. kamu bicara apa sih?" sela Dimas.


"Cassie, apa yang kamu pikirkan?" Dimas melepaskan Cassie, dan mulai menginterogasinya.


"Dad, apa Dad tidak khawatir kalau mewariskan harta Dad untuk Romeo?"


"Sayang, kenapa kamu bicara seperti itu? Apa hubungannya dengan kehamilan mu ini?"


"Ya, Cassie perlu tahu rencana Dad kan.. Dan Romeo itu orang asing.. Cassie khawatir saja." ucap Cassie hati-hati.


Dimas membelai rambut Cassie. "Sayang, Dad bukan orang bodoh. Dad akan wariskan harta Dad setelah 5 tahun pernikahan kalian." kata Dimas lirih. Dia juga tidak ingin Romeo mendengar percakapan ini. Dimas tentu tidak akan mudah memberikan aset-asetnya pada Romeo. Dia perlu memastikan dulu jika Cassie-Romeo bisa mempertahankan pernikahan mereka.

__ADS_1


Sementara itu, Cassie berpikir sejenak. 5 tahun..


Rencana itu tiba-tiba muncul dalam benak Cassie. Meskipun rencananya bukan opsi yang terbaik, tapi setidaknya itu bisa membuat Cassie sedikit tenang.


"Mana, Romeo sayang?" tanya Dimas sembari melihat ke sekeliling ruangan.


"Dia ada di kamar."


"Pasti dia sedang bersiap-siap ya.."


"Siap-siap bagaimana, Dad?" tanya Cassie bingung.


"Ya, Romeo akan pergi ke Jepang selama 2 bulan ini."


Cassie terperangah. Romeo pergi? Ini berita yang sangat bagus.


"Maaf ya, Romeo harus pergi untuk mengurus pekerjaan Dad. Kamu tidak apa-apa kan, Sayang?" Dimas merasa tidak enak pada Cassie. Ketika sedang hamil, Romeo malah pergi dan tidak menemani Cassie.


"Dad.. cuma 2 bulan aja? 5 bulan pun gak apa-apa Dad." ucap Cassie semangat. Semakin lama Romeo pergi, akan semakin baik.


"Kamu pasti kesal. Maafin Dad ya.." Dimas memeluk Cassie dan mengusap punggungnya. "Selama dia pergi, kamu tinggal di rumah saja."


Dalam hati, Cassie bersorak gembira. Dia senang bisa kembali ke rumah dan kamarnya yang lama. Ini bagaikan liburan untuk Cassie. Dia sangat tertekan berada di rumah ini bersama Romeo. Jadi kembali ke rumah seperti angin segar. Dia tidak akan keberatan jika Dimas sering-sering menyuruh Romeo pergi.


"Ya sudah, Dad pulang dulu." "Dad hanya ingin menengok kamu dan cucu Dad."

__ADS_1


"Cass, kamu jangan banyak pikiran yang aneh-aneh seperti tadi. Kalau kamu happy, bayi nya juga akan happy." pesan Siska.


"Iya, mom.. Cassie janji akan jaga bayi ini sebisa Cassie."


__ADS_2