
"Rom! Aku sudah bilang kalau aku tidak mau kamu meninggalkanku." Cassie tidak terima dengan perkataan Romeo yang terkesan menyuruh dia untuk bersama dengan Jo.
"Cass, Romano tadi bilang kalau perusahaan kami sudah bangkrut. Aku juga sakit dan sebentar lagi mati. Apa lagi yang kamu harapkan dariku?"
"Romeo! Jangan bicara sembarangan. Pokoknya aku tidak mau berpisah denganmu. Aku akan menemanimu di rumah sakit sampai sembuh." teriak Cassie histeris. Cassie yakin orang yang lewat di Koridor pasti menengok ke arah mereka. Untung saja mereka menggunakan bahasa Indonesia sehingga orang-orang tidak bisa mengerti apa yang mereka bicarakan saat ini.
"Kenapa, Cass? Bukannya kamu memang ingin bercerai denganku?" tanya Romeo bingung.
"Rom..." Cassie menyesal selama ini sudah menuduh pria itu dengan macam-macam tuduhan yang menyakitkan. Dia juga berulang kali bicara jika dia membenci Romeo dan ingin bercerai dengannya.
"Pernikahan kita hanya pernikahan bisnis. Aku minta maaf karena aku terlalu jauh denganmu." ucap Romeo lagi.
"Tidak, Rom." "Aku sangat mencintaimu. Aku tidak ingin berpisah denganmu lagi." ucap Cassie sambil menatap Romeo intens. "Ini sungguh tidak adil. Aku harus mencintai orang yang tidak mencintaiku dan juga akan segera kehilangan dia." lanjut Cassie dengan suara tercekat.
"Apa maksudmu, Cass?"
"Ya, kamu tidak menyukaiku kan? Kamu selalu menyembunyikan semua hal dariku. Kamu hanya berfokus pada tujuanmu."
"Cass.. kamu salah." "Aku sudah mencintaimu sejak aku bertemu kamu di restoran." ucap Romeo jujur. Dia memajukan pernikahan karena tidak ingin Cassie mengubah pikirannya lagi, atau bahkan kabur karena pernikahan paksa mereka. Dan sewaktu mereka melakukan hubungan suami istri di rumah Cassie, Romeo menggendong Cassie bukan hanya sekedar akting. Dia tidak ingin Cassie kesakitan karena Cassie baru pertama kali melakukannya.
"Rom, coba kamu katakan sekali lagi." Cassie meminta Romeo untuk mengulangi perkataan yang barusan. Perkataan yang sangat ingin Cassie dengar selama ini.
"Aku mencintaimu, Cassie Sebastian. Sangat mencintaimu." Romeo memegang dagu Cassie dan sedikit mendongakkan nya. Tanpa ragu, Romeo mencium Cassie. Dia bahkan melemparkan payungnya, karena satu tangan Romeo meraih pinggang Cassie.
__ADS_1
"Rom.." Cassie sudah tidak dapat berkata-kata lagi. "Kamu.."
"I love you, Cass.. every single particle inside my body is loving you."
(Aku mencintaimu, Cass.. Setiap bagian dalam tubuhku mencintaimu.)
Jeder. Cassie merasakan kepalanya meledak mendengar kata-kata romantis Romeo.
Jika isi kepalanya di buka, sel-sel dalam tubuh Cassie saat ini sedang berpesta. Cassie mendapatkan lebih daripada apa yang dia harapkan.
"Aku minta maaf karena selama ini membohongimu. Ini semua demi kebaikanmu dan Sean."
"Rom, aku tidak masalah. Justru aku senang jika kita bisa melewati ini sama-sama." "Kita sudah terlalu banyak kehilangan waktu bersama."
Romeo setuju dengan yang Cassie katakan. Mereka sudah terlalu banyak kehilangan waktu bersama.
"Iya, tapi kita lanjutkan di kamar saja. Sepertinya hujannya semakin deras."
Cassie memapah Romeo untuk pergi dari taman. Karena asyik bermesraan, mereka sampai tidak sadar jika baju mereka berdua sudah cukup basah.
*
*
__ADS_1
*
Romano dan Jo sedang tertidur di sofa ketika mereka kembali ke kamar. Memang, sejak menginjakan kaki di Amerika, mereka sama sekali belum istirahat. Cassie pun juga belum istirahat. Tapi bedanya, Cassie bisa bertahan sampai sekarang, karena dia sudah menemukan charger nya alias daya penyemangatnya.
Cassie membantu Romeo untuk melepaskan bajunya yang basah. Dia bisa melihat dengan jelas luka yang kini makin panjang saja yang melintang di dada Romeo.
"Apakah begitu sakit?" tanya Cassie sedih.
Dia sedih karena tidak bisa menemani Romeo selama dia kesakitan.
Romeo menggeleng. Dia tidak melepaskan pandangannya dari Cassie yang tampak khawatir padanya.
"Rasanya lebih sakit ketika melihat kamu menangis." Romeo merentangkan kedua tangan sambil sedikit menunduk, supaya Cassie tidak berjinjit untuk memasukkan pakaiannya.
"Rom, aku akan mencarikan dokter yang terbaik untukmu supaya kamu sembuh." ucap Cassie sambil memasangkan kancing pakaian Romeo satu persatu.
"Aku tidak bisa sembuh... kecuali.." Romeo melirik ke arah Cassie.
"Apa?" tanya Cassie penasaran. Segala hal akan dia upayakan asalkan Romeo bisa sembuh.
"Kecuali kamu pakai lingerie setiap malam dan tidur bersamaku."
"Mana ada seperti itu, Rom. Kamu pikir aku bodoh?" omel Cassie.
__ADS_1
Romeo tertawa kecil. Dia senang sekali dengan ekspresi wajah Cassie jika wanita itu sedang kesal.
"Ganti dulu bajumu di toilet." Romeo mendorong Cassie untuk ke toilet. Dia tentu tidak ingin Cassie berganti baju di sini karena ada 2 mahluk yang sewaktu-waktu bisa terbangun.