
Cassie membanting pintu mobil ketika sampai di rumahnya. Dia harus menelepon sopir pribadi Dimas, karena Romeo tidak kunjung kembali juga ke hotel.
"Mooom.." Cassie berteriak mencari Siska. Dia akan mengadukan perbuatan Romeo pada Mom nya itu.
Cassie memutari ruang di lantai 1.. Siska tidak ada. Dia lalu naik ke lantai 2 menuju kamar orang tuanya. Tapi belum sampai ke sana, sebuah tangan membekap Cassie dari belakang. Dia juga menarik Cassie untuk masuk ke sebuah ruangan, yaitu kamar tamu.
Cassie memberontak. Dia menyikut ulu hati orang yang menyekapnya dan caranya berhasil karena orang itu berteriak kesakitan.
Cassie menyalakan saklar lampu. Dia baru dapat melihat dengan jelas sosok yang mendekapnya.
"Romeo!" pekik Cassie.
"Kenapa kamu keluar dari hotel?" bentak Romeo.
"Bukannya kamu yang meninggal kan aku, Rom? Tentu saja aku kembali ke rumah." "Dan aku akan mengadu pada Mom soal kemarin." Cassie hendak menarik gagang pintu, tapi Romeo dengan cepat menarik tangannya.
Cassie terhuyung menabrak dada bidang Romeo.
Pikiran Cassie melayang pada malam kemarin bersama dengan suaminya. Entah kenapa dia merindukan sentuhan Romeo.
"Kamu mau mengadu apa? Tentang malam pertama kita?"
"Mengadu kalau kamu itu hanya ingin harta keluarga ku saja." Cassie menggigit dada Romeo sekuat tenaga. Pria itu kembali kesakitan. Cassie kali ini berlari secepatnya. Dia sudah berhasil membuka pintu, tapi Romeo mengejar Cassie lagi, lalu memeluknya dari belakang.
"Kalian sedang apa?" Siska yang kebetulan lewat memandang heran anak dan menantunya. Seharusnya meraka berada di hotel, tapi kenapa mereka malah berada di rumah ini? Dan posisi mereka..
__ADS_1
"Mom... Romeo.." Suara Cassie hilang karena Romeo lagi-lagi membekap mulutnya.
"Mom, Cassie hanya belum terbiasa saja." Ucap Romeo panik.
"Oh,, oke.." "Cassie kamu jangan mengecewakan Romeo."
Siska mendorong mereka masuk, lalu mengunci pintu nya dari luar.
"Dasar anak muda jaman sekarang." kata Siska sambil geleng-geleng kepala. Dia berlalu dari kamar tamu dan tidak mau mengganggu kegiatan pasangan baru itu.
Sementara itu di kamar, Romeo tampak begitu emosi karena Cassie sudah berani meninju dan mengigit nya. Romeo mengunci tubuh Cassie di atas ranjang. Kali ini sudah dapat di pastikan Cassie tidak dapat kabur lagi.
"Tidak ada yang percaya dengan mu, nona." Romeo tersenyum penuh kemenangan.
Ini pertama kalinya Cassie melihat Romeo tersenyum. Tapi wajahnya tampak sangat mengerikan. Sebenarnya siapa Romeo Smith? Mau apa Romeo pergi ke lantai 2? Apakah Romeo akan pergi ke kamar Dimas? Cassie semakin curiga pada Romeo.
Romeo tampak tidak terlalu peduli. Dan tanpa banyak bicara lagi, Romeo kembali menyentuh Cassie seperti kemarin yang dia lakukan.
Cassie sudah pasrah dan tidak dapat menolak karena tenaganya hilang seketika. Romeo melakukannya dengan sangat baik. Dia dapat menghipnotis Cassie untuk ikut menikmati apa yang mereka lakukan.
*
*
*
__ADS_1
"Aku harap kamu bisa menjaga mulut mu setelah ini." ucap Romeo sambil memasang kembali kancing kemejanya.
"Sebenarnya apa mau mu?" tanya Cassie sambil menarik selimut untuk menutupi badannya.
"Itu bukan urusan mu."
"Rom, aku mohon, kamu boleh memperlakukan aku semau mu, tapi jangan macam-macam pada Dad dan Mom." Cassie memegang tangan Romeo dengan memelas.
Romeo memandang Cassie yang sedikit ketakutan itu. "Deal." jawabnya cepat.
"Aku ingin kamu berakting di depan Daddy dan Mommy mu." "Dan juga, jangan mengganggu ku jika aku sedang bekerja."
Cassie mengangguk. Dia akan memikirkan cara lain nanti untuk mengetahui rencana Romeo. Lagipula Dimas tidak akan mudah untuk mempercayai Romeo untuk mengurus hartanya.
Romeo mendekat dan memegang wajah Cassie yang bagai Barbie hidup itu. "Kamu tenang saja, aku tidak akan menyentuh mu lagi. Kita akan tidur pada ranjang yang terpisah." bisik Romeo.
"Cassie.. Romeo.. cepat turun..kita makan malam." teriak Dimas dari bawah.
Cassie buru-buru mengenakan pakaiannya kembali. Romeo menunggu Cassie di pojok ruangan dengan tidak sabar. Setelah semua beres, Romeo lalu menggendong Cassie ala bridal.
"Rom.. kamu mau apa?" teriak Cassie. Tapi tatapan tajam dari Romeo segera membuat Cassie terdiam.
'Apa pria ini memiliki kelainan jiwa? Sebentar dia marah, sebentar dia sangat perhatian.' batin Cassie sambil memandang wajah Romeo.
"Aku melakukan ini hanya untuk akting. Aku tidak akan pernah jatuh cinta pada mu." Romeo melirik pada wanita yang di gendong nya.
__ADS_1
"Ya, aku juga tidak akan jatuh cinta kepada mu, Tuan Romeo yang mencurigakan." sindir Cassie.
Romeo tidak mempedulikan Cassie dan tetap membawanya turun ke bawah.