Married With Romeo

Married With Romeo
Back to Home


__ADS_3

Cassie sudah kembali ke rumahnya bersama dengan Romeo. Reno begitu kesal karena Romeo muncul lagi di depan Cassie. Tapi, adiknya saat ini tampak santai saja seolah lupa jika Romeo sudah membuatnya seperti mayat hidup selama 2 bulan belakangan sebelum Sean lahir.


"Welcome home, my sister." Reno membuka pintu rumah Cassie-Romeo.


Cassie menatap rumahnya dengan takjub. Tapi, sedetik kemudian dia tertawa.Bagaimana tidak, jika Reno merenovasi interior rumahnya dengan cat ungu muda dan putih. Dia juga melepas Foto Pernikahan Romeo dan Cassie.


"Apa maksud mu, Ren?" tanya Romeo murka. Dia sungguh terkejut sampai kepalanya pusing begitu melihat rumahnya di desain sangat girly.


"Ya, aku hanya ingin membuat adikku nyaman berada di rumah." jawab Reno cuek.


"Ini rumah ku. Aku membelinya dengan uang ku sendiri." protes Romeo.


"Hey, jangan bertengkar. Kasian Baby Sean. Sejak kecil sudah mendapat contoh buruk dari kalian." Cassie berdiri di antara Romeo dan Reno yang saling menatap tajam.


"Rom, rumah nya jadi lebih ceria. Dan aku suka."


"Ren, kamu juga lain kali bertanya dulu pada ku." Cassie bergantian menghadap Romeo dan Reno. Dia lalu berjalan lebih dulu untuk ke lantai 2, tepatnya ke kamar pribadinya.


"Ceria apanya? Ini norak." ucap Romeo lirih.

__ADS_1


"Suruh siapa membuat kenangan buruk di rumah." balas Reno.


Sepanjang berjalan mengikuti Cassie, mereka berdua saling mengomel dengan suara rendah. Cassie hanya geleng-geleng kepala sambil mengelus dada.


Kamar Cassie juga tidak jauh beda dengan desain di bawah. Masih ada warna kesukaannya, warna ungu soft. Ruangan ini begitu berbeda dengan sebelumnya. Letaknya, perabotnya, semua diubah oleh Reno.


"Ren, lalu di mana aku harus menaruh Baby Sean?" tanya Cassie bingung. Dia tidak melihat keranjang bayi atau perabot bayi lainnya.


Reno tersenyum licik. Dia berjalan ke dinding dan menekan connecting door yang menghubungkan kamar Romeo.


"Tara... ini kamar Baby Sean.." Reno merentangkan tangannya sembari menunjukkan kamar bayi yang begitu mewah. Kamar Baby Sean berbeda dengan semua ruangan, karena kamar ini dominan biru, selayaknya kamar anak laki-laki. Karena space kamar Romeo begitu luas, alhasil, kamar Sean pun sangat luas. Reno dapat meletakkan lemari mainan, bahkan walk in closet untuk bayi Cassie.


"Ini gila." Cassie berdecak kagum. Reno memang hedon. Cassie saja tidak terpikir untuk membuatkan kamar bayi seperti ini.


"Makasi ya, Ren.. kamu memang kakak ku yang paling baik." Cassie memeluk Reno erat. Entah apa jadinya jika Reno tidak berada di sampingnya.


"Lalu, ke mana kamu taruh semua barang-barangku?" Romeo yang sejak tadi diam, akhirnya bereaksi. Reno sungguh keterlaluan.


"Sorry, aku pikir kamu tidak akan kembali lagi, jadi aku buang semua." jawab Reno santai.

__ADS_1


Romeo memejamkan mata sambil menarik nafas panjang. Jika saja Cassie tidak ada di sini, Romeo sudah pasti akan menghajar Reno yang berani menyentuh barang-barangnya.


"Rom, ini kan belum 2 tahun." bisik Cassie.


"Tidak apa-apa, dia akan tidur di sofa atau kamar tamu saja."


"Cassie, aku pergi sebentar. Nanti aku akan kembali setelah mahkluk aneh ini pergi." Romeo melirik ke arah Reno, lalu dia berganti memandang Cassie.


"Oh, ke mana?"


"Pergi menemui partner bisnis." jawab Romeo singkat.


"Wah, jangan-jangan mau menemui Stefani lagi." sindir Reno.


"Terserah kalian mau percaya atau tidak." Romeo berjalan dengan gontai keluar dari kamar.


Cassie menatap tajam ke arah Reno yang terlihat senang sekali karena Romeo marah.


"Ren, kamu keterlaluan."

__ADS_1


"Biar saja, Cass. Coba lihat, dia masih saja mencurigakan. Aku akan cari tau apa yang akan dia lakukan. Kamu tenang saja."


Cassie diam saja. Dia memandang Baby Sean yang begitu mirip dengan Romeo. Hidungnya juga mulutnya, semua mirip Daddy nya. Bagaimana nanti ketika saat mereka bercerai? Apakah Cassie dapat melupakan kenangannya bersama dengan Romeo? Jika rumah ini mungkin bisa di rombak menjadi sesuatu yang baru, tapi bagaimana dengan hatinya? Apalagi Baby Sean mirip sekali Romeo. Sudah pasti Cassie akan sulit untuk menghilangkan jejak Romeo dalam hidupnya.


__ADS_2