
Dokter menepuk pundak Romano sambil berlalu dari hadapan pria itu. Romeo sudah dapat dipastikan akan sulit untuk sembuh, karena kankernya kembali menjalar lagi dan kali ini sudah stadium 4.
Romano sangat bingung dan stress. Jika terjadi sesuatu pada Romeo, dia akan benar-benar jadi sebatang kara.
"Rom..cepat bangun.. kamu tidak boleh meninggal lebih dulu." bisik Romano tepat pada Romeo yang terbaring lemah dengan alat bantu pernafasan. Dokter tadi bilang jika kemungkinan hidup Romeo hanya bertahan 10-12 bulan ke depan. Itu adalah pukulan terbesar dalam hidup Romano.
Ponsel Romeo berdering. Romano mengusap air mata yang tidak terasa meluncur turun, lalu mengambil ponsel Romeo di dalam nakas. Ternyata yang menelpon adalah Cassie Sebastian. Cassie tampak menelepon Romeo ratusan kali. Sudah pasti wanita itu cemas karena dia langsung membawa Romeo pergi ke Jepang tanpa memberitahu keluarganya.
Romano cukup lama menatap ponsel yang masih berdering itu. Dia tidak tau apa yang harus dia perbuat pada keluarga Romeo. Apakah Romano perlu memberitahukan ini pada Cassie atau Dimas?
"Halo, Cass." sapa Romano lemah.
"Romeo, kamu kemana? Kenapa kamu menghilang? Apa kamu baik-baik saja?" Cassie terdengar begitu panik.
Romano memang membawa Romeo ke Amerika, bukan ke Jepang. Dia ingin mendapatkan penanganan yang terbaik untuk Romeo, jadi dia nekat untuk pergi ke Amerika dan tidak memberitahu siapapun. Dia juga baru mengaktifkan ponsel Romeo setelah 3 hari di rumah sakit.
"Cass, maaf. Aku pergi mendadak untuk mengurus perusahaan ku. Aku akan segera kembali, kamu tunggu saja."
"Rom, tapi kamu seharusnya beritau aku. Aku sudah mencari mu kemana-mana. Sean menangis terus mencari Daddy nya." Suara Cassie bergetar. Sudah dapat pastikan Cassie sekarang sedang menangis.
Romano menatap ke arah Romeo yang belum sadar. Dia benci situasi ini. Ingin rasanya Romano memberitahu Cassie, tapi Romeo pasti akan marah padanya.
"Cass, nanti aku akan pulang. Sudah ya, aku masih sibuk."
__ADS_1
Romano mematikan telepon, sekaligus menonaktifkan ponsel Romeo.
"Kamu lihat kan, dia sudah mengomeli mu." "Cepat sadar dan cepat sembuh." ucap Romano pada kakaknya.
Tangan Romeo bergerak. Dia hanya merespon sesekali saja jika Romano bicara tentang Cassie atau Sean.
"Apakah aku harus ke Indonesia lagi?" Romano mengacak-acak rambutnya frustasi.
*
*
*
Kepala Cassie berputar karena memikirkan Romeo. Dia sampai lupa jika Sean sedang merangkak di ranjangnya. Untung saja, anak itu tidak jatuh.
"Cass, apa Romeo sudah bisa dihubungi?" Reno menyeruak masuk ke dalam kamar Cassie yang tidak ditutup. Dia juga membawa serta Juna Liem dan Jo. Ya, 3 hari ini mereka sibuk mencari Romeo. Mereka heran kenapa Romeo bisa menghilang tanpa jejak.
"Ya, dia ada di Amerika." jawab Cassie lesu.
"What? Kenapa dia di sana?" protes Reno.
"Dia sedang mengurus perusahaannya."
__ADS_1
"Memang perusahaan Romeo sedang kurang baik." sela Juna.
"Bagaimana kamu tau, Jun?" tanya Reno curiga.
"Romeo beberapa waktu lalu cerita padaku."
"Memang adik ipar tidak punya akhlak. Pergi begitu saja tanpa bicara apapun." umpat Reno yang sudah kesal dengan Romeo. Sejak Cassie menikah dengan Romeo, ada saja ulah Romeo yang membuat dia ikut pusing. Dari selingkuh, sampai kabur. Nanti setelah ini apalagi?
"Jun, Romeo cerita apa saja?" Cassie beralih pada Juna yang sedang berdiri sambil menatap Sean.
"Tidak ada, Cass. Dia hanya bilang jika dia sangat menyayangimu dan anakmu." ucap Juna datar.
"Ren, bisa kita bicara sebentar?" Juna menepuk pundak Romeo untuk keluar, meninggalkan Jo dan Cassie di kamar.
"Jadi, apa yang Romeo katakan?" tanya Jo sembari duduk di samping Cassie.
"Dia bilang, Aku tunggu saja dia pulang." Cassie mengambil Sean, lalu menyerahkannya pada Jo yang sejak tadi menatap Sean yang begitu gemuk dan menggemaskan.
"Tolong asuh Sean sebentar. Aku sakit kepala." Cassie berjalan ke toilet. Dia sudah tidak tahan lagi dengan semua ini, dan meluapkan emosinya dengan menangis di sana. Meski dia sudah tau keberadaan Romeo, tapi dia begitu khawatir pada Romeo. Apalagi yang Romeo sembunyikan dari Cassie?
"Sean, kamu harus selalu hibur Mommy mu." Ucap Jo pada Baby Sean yang sedang mengoceh tidak jelas.
Jo tentu saja tau apa yang dilakukan Cassie di toilet. Suara tangisannya bahkan terdengar sampai keluar. Malang sekali Cassie yang selalu mengalami badai rumah tangga bersama Romeo.
__ADS_1