
Salsa seolah menumpahkan perasaannya di pelukan Ramon. Salsa jadi teringat dengan ucapan orang tuanya tadi siang yang memintanya menjadi seorang istri yang baik. Bagaimana pun juga, Ramon adalah suaminya sekarang bukan Bagas dan Ramon juga bertanggung jawab atas kehidupan Salsa. Ramon bahkan menafkahi nya dengan uang yang bernilai fantastis.
Jodoh tidak ada yang tahu, begitulah nasihat dari orang tuanya tadi. Ramon mendekap dengan sayang gadis kecil di pelukannya itu. Berusaha memberinya ketenangan dan dalam hati seolah berjanji akan melindungi gadis itu.
Setelah puas menumpahkan isi hatinya, Salsa melepaskan pelukannya kepada Ramon. "Maaf Sasa udah meluk A Abon" Ucapnya sambil menunduk. Ramon, melihat ada sisa air mata di ujung matanya kemudian mengusapnya dengan lembut.
"Tidak apa-apa, kau bisa memelukku kapan saja jika kau mau " jawab Ramon.
Salsa pun tersenyum membalas ucapan Ramon, "Ya udah Sasa mau bantuin dulu nyiapin makan malam ya " ucap Sasa dan Ramon pun mengangguk.
"Oh iya, bajunya Sasa siapin. Sasa juga tadi beli boxer buat A Abon jangan gambar tuyul terus Sasa bosen liatnya " ucap Salsa
"Jangan bilang kau membelikannya dengan karakter hello kitty, aku tidak suka " jawab Ramon.
"Ngga, Sasa ga beliin hello kitty kok tapi Sasa beliin gambar boboboy" jawabnya tersenyum bangga.
__ADS_1
"Apa....? " tanya Ramon
"Itu loh, boboboy temennya si gopal " ucap Sasa sambil tersenyum meninggalkan Ramon yang melongo.
"Boboboy katanya....? " gumam Bagas
🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅
Di Apartemen Bagas
Padahal jantungnya juga kini tengah bertalu-talu, berdegup tidak normal karena membayangkan kejadian tadi. Namun di satu sisi hatinya juga merasa bingung, dia merasa sudah mengkhianati Sasako. Tapi jika di lihat dari sisi kebenaran, Bagas sama sekali tidak bersalah karena sudah menyentuh istrinya. Ya walau hanya sedikit. Padahal Bagas berharap kalau tadi Siena tidak sadar agar Bagas bisa terus menyentuh nya.
Wuoaahhh, otak Bagas benar-benar mesum sekarang. Hatinya seolah terbagi antara Siena dan juga Salsa, jika Bagas ingin keduanya apa dia tidak terlalu rakus. Ahh hidupnya benar-benar rumit. Kisah percintaannya juga sangat berbelit, benar-benar sial pikirnya.
"Apa yang harus aku lakukan ? " gumam Bagas. Kini dia sedang berada di ruang menonton TV, sedangkan Siena dia tengah mencuci piring bekas makan malam barusan.
__ADS_1
Setelah selesai mencuci Siena pun pergi ke kamarnya, dan mencoba untuk rebahan karena tubuhnya terasa sangat lelah karena bekerja seharian. Tenaganya seperti terkuras saja. Hingga tak lama ia pun terlelap, Siena merasa nyaman dalam tidur nya karena di merasa tubuhnya sangat hangat, seperti tengah berada dalam dekapan seseorang. Aroma nya sangat ia kenal, aroma suaminya. yang selalu ia harapkan tubuh kekarnya memeluknya.
Hingga Siena merasa ada yang menciumnya dengan lembut, terasa sebuah bibir yang menjelajahi bibirnya dengan sangat lembut. Siena mencoba membuka matanya namun terasa sangat berat ia sempat melihat Bagas yang menciumnya. Namun Siena merasa itu adalah mimpinya. Ya dia pasti sedang bermimpi, mimpi yang sangat indah karena dalam mimpinya pria yang ia dambakan tengah menciumnya dengan lembut.
Ciuman itu kini turun ke leher jenjangnya, ia merasa lehernya tengah di ciumi seseorang Siena bermimpi Bagas tengah mencumbunya. Dan Siena sangat menikmatinya lagi pula dalam benak Siena ini hanya mimpi kan?
Hingga terasa sebuah tangan kokoh tengah bermain dengan tubuh nya, menyentuhnya dengan lembut, memilin dan juga mengeksplor dengan bibirnya yang hangat. Hingga tubuh Siena menggelinjang. Sungguh Siena bermimpi sangat indah malam ini.
Namun Bagas dengan sadarnya dia mencumbu Siena sampai puas, walau tidak sampai puncak karena Siena tampaknya tertidur sangat nyenyak. Namun suara lenguhannya membuat Bagas semakin menggila menyentuhnya.
Apalagi Bagas kini tengah mengeksplor bagian depan tubuh Siena dengan rakusnya. Ahh Bagas berharap Siena bangun dan membalas setiap sentuhannya. Namun gadis itu malah terlelap tidur, dan sesekali melenguh karena sentuhan Bagas.
Bagas terus mencumbu tubuh Siena bagian atas sampai puas. Hanya bagian atas tidak lebih, lagi pula Siena istrinya kan tidak apa-apa jika Bagas menyentuhnya. Bagas juga tidak meninggalkan jejak percintaan nya, walau Bagas sangat ingin melakukannya. Ia tidak mau tubuh Siena yang putih mulus itu menjadi berwarna.
Setelah puas menciumi dan mencumbu Siena Bagas menarik Siena ke dalam pelukannya, lalu Bagas pun tertidur sambil memeluk tubuh istrinya untuk pertama kalinya.
__ADS_1
Udah double up nihhh,, hadiahnya jangan lupa ya 😊😊😘😘