Me Vs Love (Jodoh Yang Tertukar)

Me Vs Love (Jodoh Yang Tertukar)
Bab 66


__ADS_3

Keesokan harinya Ramon dengan sengaja menghubungi Sofi untuk bertemu dengannya. Tentu saja kabar itu membuat Sofi sangat bahagia.


Akhirnya setelah sekian lama Ramon mau menemuinya, itu pun atas kemauan Ramon sendiri.


Untuk menemui Ramon bahkan Sofi menghabiskan waktu beberapa jam untuk berdan-dan dan memilih pakaian yang sangat cocok untuknya. Sofi ingin terlihat sangat cantik di depan Ramon. Dia ingin merebut kembali hati Ramon dari Sasa.


Jika di bandingkan body Sofy dengan body memang Sasa jauh kemana-mana. Sofi yang bertubuh sintal dengan tonjolan yang ia ekspos terlihat sangat indah di mata para pria. Sedangkan Sasa gadis mungil dengan body yang standar dan tidak terlihat wow seperti Sofi. Sasa lebih terlihat seperti gadis remaja berbeda dengan Sofi yang terlihat sangat dewasa.


Itu sebabnya Sofi merasa dirinya jauh lebih baik jika di bandingkan dengan Sasa. "Aku memang sangat cantik.... "gumam Sofi penuh percaya diri.


Setelah siap Sofi pun pergi ke restoran yang cukup mewah yang sudah ia pesan untuk bertemu dengan Ramon. Dia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan mantan kekasihnya yang sebentar lagi akan menjadi kekasihnya lagi. Begitu pikir Sofi saat ini.


Karena sudah tidak sabar Sofi sampai lebih dulu di restoran itu. Dia terus melihat wajahnya dari cermin kecil yang ia bawa, dia tidak ingin riasannya terlihat tidak sempurna di depan Ramon. Benar - benar berlebihan gadis itu.


Setelah beberapa menit menunggu Ramon pun datang di temani dengan Ivan, sebenarnya Sofi tidak suka jika ia di temani oleh Ivan. Karena entah kenapa asistent Ramon itu sejak dulu tidak pernah menyukainya. Bahkan terang-terangan memperlihatkan ketidaksukaannya padanya.


Tapi untuk sekarang itu sama sekali tidak masalah, yang terpenting adalah Ramon mau menemuinya setelah sekian lama.


Senyum termanis pun di kembangkan saat Ramon mulai mendekat ke meja yang sedang di duduki oleh Sofi.


"Hai Ramon.... " sapanya dengan lembut


"Hai...."jawab Ramon sambil tersenyum, membuat hati Sofi seperti sedang di siram oleh cinta Ramon kembali. Betapa bahagianya ia hari ini.

__ADS_1


"Aku sudah memesan makanan duluan tidak apa-apa kan? aku sudah memesan makanan kesukaannu" ucap Sofi


"Tidak masalah, aku malah senang terima kasih ya " ucap Ramon, melihat sikap Ramon yang sangat baik tentu itu membuat hati Sofi semakin girang saja. Sepertinya kesempatan untuk memiliki Ramon kembali sangat besar.


"Oh ya ada apa kau menghubungiku...?" tanya Sofi


"Ehmmm, sebenarnya....." Ramon terlihat ragu, Sofi pun langsung memegang tangan Ramon dengan lembut.


"Ada apa, bicara saja.... " ucapnya sambil terus mengelus tangan Ramon.


"Singkirkan tanganmu nona.... "ucap Ivan sambil memandang Sasa tajam.


"Tidak apa-apa Ivan... " ucap Ramon pada asistentnya itu.


"Baiklah Ramon, kau mau mengatakan apa lanjutkan... " Ucap sofi dengan tersenyum sangat manis.


"Aku ingin minta maaf padamu Sofi, aku telah salah menilaimu selama ini. Aku pikir aku sudah tidak mencintaimu lagi, tapi nyatanya semakin aku melupakanmu semakin besar pula kerinduanku padamu" ucap Ramon sambil menunduk.


Entah seperti apa perasaan Sofi sekarang, ia merasa seperti di hinggapi ribuan kupu-kupu di hatinya, bunga-bunga cinta bermekaran di jiwanya. Sungguh hari yang begitu indah kini dirasakan oleh Sofi.


Ramon pria yang ia cintai, kini telah kembali lagi ke pelukannya. Benarkah ini bukan mimpi, Sofi bahkan terlihat beberapa kali mencubit dirinya dan juga menampar pipinya. Namun di hentikan oleh Ramon.


"Jangan sakiti dirimu Sofi, kau tidak sedang bermimpi sayang...." ucap Ramon lembut, mendengar Ramon memanggilnya sayang membuat Sofi semakin melayang-layang saja. Demi apa pun Sofi sangat bahagia sekarang.

__ADS_1


"Pak Ramon, apa yang anda lakukan ?bagaimana dengan nona Sasa, dia pasti akan sakit hati jika tahu anda mengkhianatinya. Pikirkan istri anda pak" ucap Ivan karena tidak terima dengan ucapan bosnya.


"Dia tidak akan tahu jika kau tidak memberitahunya.... " jawab Ramon dengan tegas, Sofi merasa menang dia melihat Ivan dengan tersenyum sinis seolah sedang meledeknya. Semakin benci saja Ivan kepada gadis licik di depannya.


Mungkin Sofi lebih pantas di sebut mantan gadis, dari apa yang Ivan tahu Sofi sering melakukan hubungan lain dengan teman prianya selain Ramon.


Benar-benar menjij*kan wanita ini di hadapan Ivan.


"Jadi Sofi mau kah kau kembali menjadi kekasihku, kita akan kembali merajut kasih aku akan sangat bahagia jika kau mau menerima cintaku kembali" Ramon berucap dengan sangat lembut dengan semyuman terindahnya. Membuat hati Sofi berbunga-bunga di buatnya.


Mendengar hal itu Ivan hanya berdecak sebal saja, bagaimana bayi Kingkong ini malah mengutarakan cintanya pada Sofi.


"Mas Ramon..... " panggil seseorang yang suaranya sangat Ramon kenal, suara yang setiap kali menghiasi hari-harinya. Suara manja yang selalu ia dengar setiap hari di rumahnya, suara yang terdengar seperti nyanyian cinta di hatinya. Ya itu adalah suara Sasa, kini perempuan mungil itu tengah berdiri mematung dengan berderai air mata melihat suaminya yang mengutarakan cinta pada gadis lain.


Sasa bahkan tidak sanggup mengatakan apa pun, namun air matanya yang terus mengalir mewakili seluruh perasaannya saat ini.


Kenapa suaminya ini jahat sekali pikir Sasa.....


*


*


*

__ADS_1


Dukung terus novel ini ya 😙😙


__ADS_2