Me Vs Love (Jodoh Yang Tertukar)

Me Vs Love (Jodoh Yang Tertukar)
Bab 64


__ADS_3

Setelah acara perjodohan itu selesai Ivan kembali ke apartementnya dan tidak mau menginap di rumah ibunya. Ia masih merasa kesal dengan perjodohan itu, bisa-bisanya sang ibu tercinta menghancurkan citra pria tampan yang di gelarnya dengan perjodohan, enak saja pikir Ivan. Meskipun begitu perjodohan itu tetap berlanjut, dan hari pernikahan mereka sudah di tentukan semalam.


*


*


Paginya Ivan tidak langsung ke kantornya tapi pergi ke rumah Ramon untuk memberi kabar tentang siapa yang sudah mencelakai Sasa. Karena Ramon hari ini belum bisa berangkat ke kantor, ia masih khawatir meninggalkan istrinya di rumah tanpa pengawasan darinya.


"Sasa, minumlah obatmu dulu " ucap Ramon memberikan obat pada Sasa dan membantunya untuk meminumnya. Sasa pun mengambil obat itu dan meminumnya.


"Mas Ramon...." panggil Sasa


"Ada apa....? "


"Mas Ramon ga ke kantor? "


"Tidak, hari ini aku akan menjagamu" Sasa pun mengangguk, dan merasa sangat bahagia dengan perhatian Ramon padanya. Cinta Ramon sangat terasa di hati Sasa. Ternyata pria hello kitty ini sangat lembut dan penyayang.


"Sasa lapar. ..." ucapnya pada Ramon


"Bukankah kau baru sarapan barusan, dan sekarang kau lapar lagi? "tanya Ramon merasa aneh.


"Iya, kan Sasa makannya berdua sama anak Sasa. Kasian dedenya mas... " Sasa si micin sedang merajuk pada suaminya


"Baiklah kau mau makan apa, tapi jangan minta makanan di pinggir jalan itu tidak higienis, tidak baik untuk bayi kita " ucap Ramon.


"Ga kok, Sasa cuma mau makan bubur ayam yang pake ati ampela pake sate jeroan juga, terus jangan lupa pake ceker ayam, pasti enaaakkk bangeeett.. " ucap Sasa hampir mengeluarkan air liurnya.

__ADS_1


"Astaga, itu banyak sekali memangnya perutmu yang kecil itu akan muat menampung semua makanan itu ?"tanya Ramon


"Kuat lah, makannya juga barengan sama dede bayi... . " ucap Sasa sambil mengelus perutnya yang masih datar. Ramon pun mengangguk dan langsung meminta para pelayan untuk menyiapkannya.


tok


tok


tok


Terdengar suara ketukan pintu di luar kamar Ramon.


Ramon pun beranjak dari kasurnya dan terlihatlah pelayannya di depan kamar.


"Ada apa? " Tanya Ramon.


"Baiklah...."


"Siapa mas....?


"Ivan... "


"Ishhh... ganggu aja sihh Sasa cemburu nihh.."ucap Sasa


"Kau itu aneh, malah cemburu pada Ivan ada-ada saja kau ini Sasako, kurangi micin di kepalamu"


"Nanti ga gurih lagi dong.... "

__ADS_1


"Biar saja yang penting kau pintar sedikit" jawab Ramon geleng-geleng kepala sambil meninggalkan Sasa, karena Ramon sudah tidak sabar mendengar kabar yang akan di sampaikan oleh Ivan.


*


*


"Pagi pak...." sapa Ivan


"Pagi, langsung saja aku ingin mendengarnya " ucap Ramon langsung pada pokoknya.


Ivan pun langsung menceritakan tentang rekaman cctv itu, juga pelayan yang tidak sengaja terlibat karena tidak tahu juga tentang pelaku yang seorang pria dan juga wanita. Mendengar penjelasan Ivan, pikiran Ramon hanya tertuju pada satu orang yang punya alasan kuat untuk membenci istrinya.


"Sofi.... " ucap Ramon


"Maksud anda nona Sofi, mantan kekasih anda pak? "tanya Ivan


"Iya Siapa lagi kalau bukan dia, dia punya alasan yang kuat untuk menyakiti Sasa, hanya saja aku belum punya buktinya.


"Anda benar pak, tapi sepertinya dia bantu seseorang untuk melancarkan aksinya" ucap Ivan.


"Itu pasti.... aku ingin kau terus menyelidiki wanita ular itu. Aku tidak ingin wanita jahat itu mengganggu istriku apalagi kini Sasa sedang hamil, Sofi perempuan nekad aku takut dia sedang merencanakan sesuatu yang buruk lagi untuk Sasa " Ramon menghembuskan nafas kasar dan memijat pangkal hidungnya.


*


*


*

__ADS_1


Dukungannya tetap mimin tunggu ya 😘😘😘


__ADS_2