
Mendengar istrinya hamil Bagas bahagia bukan main, akhirnya dia akan memiliki anak. Tidak sia-sia selama ini ia menggempur Siena siang dan malam. Karena hasilnya kini Siena tengah mengandung calon anaknya.
"Ternyata semburan lahar Maxy sangat luar biasa, tembakannya benar-benar joss, sangat hebat... " ucap Bagas dengan bangga, Siena yang mendengarnya hanya memutar bola mata malas. Sedangkan Roni merasa ilfeel dengan ucapan sahabatnya yang aneh itu.
"Benarkan sayang kalau suamimu ini sangat hebat?"tanya Bagas
"Iya, kau memang sangat hebat jika berurusan dengan masalah ranjang" ucap Siena.
Roni jadi merasa serba salah mendengar ucapan mereka berdua, jadi dia memutuskan untuk segera pulang dan memberikan resep untuk Siena dan menyarankan Bagas dan Siena untuk menemui dokter kandungan agar bisa di periksa lebih lanjut lagi. Siena dan Bagas pun setuju, mereka memutuskan besok saja pergi ke dokter kandungannya karena Siena masih merasa pusing dan ingin melanjutkan istirahatnya.
Bagas pun mengantarkan temannya itu sekaligus akan mampir ke apotik untuk menebus obat yang di sarankan oleh Roni.
*
*
*
Saat ini di perusahaan Adyatama Ramon tengah menatap layar laptopnya dengan serius, hari ini banyak sekali pekerjaan yang harus di selesaikan dan sepertinya ia akan pulang terlambat hari ini.
Di rumah Sasa sudah menunggu Ramon karena Sasa sudah menyiapkan makan malam untuknya dan juga Ramon. Sore ini Sasa sengaja memasak khusus untuk suaminya. Namun yang di tunggu-tunggu tidak datang juga, membuat Sasa kecewa tadinya Sasa ingin memberi kejutan untuk suaminya. Tapi suaminya malah pulang terlambat malam ini.
Nyonya Sekar sudah memintanya untuk makan bersama tapi Sasa menolaknya karena dia ingin makan bersama dengan suaminya itu.
__ADS_1
Waktu sudah menunjukkan jam delapan malam dan suaminya tidak ada tanda-tanda akan pulang. Sasa sengaja tidak menghubunginya dan hanya bertanya lewat Ivan saja. Dan Ivan bilang suaminya memang sedang lembur dan pekerjaan juga sangat banyak. Ramon memang bilang akan pulang terlambat tapi Sasa pikir tidak akan seterlambat ini. Nafsu makannya mendadak hilang. Memang semua ini salahnya yang tidak memberitahu Ramon kalau dia akan memasak untuknya sebagai kejutan. Bukankah kejutan memang harus di rahasiakan begitu pikirnya.
Sudahlah sepertinya rencananya malam ini memang gagal. Sasa pun akhirnya kembali ke kamarnya tanpa makan malam, Sasa sudah terlalu malas ia hanya meminum susu saja takut anaknya kelaparan nanti, kasihan bukan jangan karena marah pada ayahnya bayi kecil itu ikut tersiksa.
Sasa pun masuk ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya yang terasa lelah. Meskipun Sasa tidak mengalami morning sicknes yang parah, tapi tubuhnya sekarang mudah sekali lelah. Sasa pun mengambil ponselnya dan berselancar di dunia maya untuk menghilangkan rasa bosannya.
Namun saat Sasa membuka ponselnya terlihat ada pesan baru masuk dan Sasa melihat pesan itu dari nomor baru yang ia tidak kenal. Bahkan foto profilnya pun tidak ada.
"Aku ada kejutan untukmu..... " begitulah pesan yang tertera di ponselnya.
Sasa merasa bingung karena dia juga tidak mengenal nomor itu, untuk itu ia mengabaikannya. Namun satu pesan masuk lagi, Sasa pun kemudian membukanya dan membacanya lagi.
"Kau tidak penasaran dengan kejutan yang akan aku berikan padamu sayang.... "
Akhirnya Sasa pun membalas pesan itu karena berpikir itu pesan dari Ramon.
"***Memangnya kejutan apa yang mau di kasih sama Sasa.... ?" tanya Sasa
"Lihatlah keluar ke taman samping aku sudah menyimpan kejutan untukmu di sana... " balasnya***
"Sasa tersenyum bahagia, suaminya ini memang suami terbaik. Dia selalu memberikan kejutan untuk Sasa dan Sasa pun membalas pesan itu lagi.
"Sebenarnya kamu ngasih apa ? Sasa jadi penasaran"tanya Sasa
__ADS_1
"**Lihatlah keluar jika kau penasaran, aku sudah menyimpan kado untukmu di sana, cepat lihatlah kesana "balasnya lagi.
"Oke.... Sasa kesana... " balas Sasa
Sasa pun akhirnya bangkit dari tempat tidurnya dan pergi ke taman samping rumah. Sebenarnya taman samping itu jarang sekali di lalui oleh orang - orang. Entahlah padahal tempatnya sangat nyaman tapi jarang ada yang kesana.
Sasa pun keluar dari kamar dan menuju taman samping rumah itu. Setelah sampai di sana Sasa melihat ada bungkusan kado yang besar dan terbungkus sangat bagus dan rapi bahkan ada pita cantik di atasnya. Sudah terbayang jika isi dalam kado itu sesuatu yang sangat indah.
Dengan tidak sabar Sasa pun langsung membuka kado itu dalam kado itu isinya terbungkus dengan plastik, Sasa pun segera membukanya dan alangkah terkejutnya jika isi kadi itu adalah bangk*i kucing yang sudah di potong-potong banyak terlihat darah di sana membuat Sasa sangat takut dan berteriak.
"Aaaarrkkkkhhh.........!!! "
Prang.... terdengar bunyi lemparan batu yang menimpa pot bunga di sana. Sasa merasa ketakutan dan ingin segera lari dan masuk ke dalam rumah. Tapi yang membuat Sasa terkejut adalah lemparan batu kedua mengenai keningnya dan membuatnya merasa kesakitan dan mengeluarkan darah.
Seketika pandangannya menjadi buram dan Sasa pun terjatuh tak sadarkan diri di sana.
*
*
*
Like dan komennya di tunggu ya biar mimin semangat updatenya 😘😘😘
__ADS_1