
Sore hari telah tiba jalan raya mulai padat di penuhi oleh kendaraan yang lalu lalang, Bagas pun mulai bersiap pulang kerja dari kantornya .Beruntung sejak menikah Regan tidak pernah memberikan pekerjaan tambahan untuknya. Pengertian sekali bos nya itu, sangat manis pikir Bagas.
Bagas dengan segera membereskan meja kerjanya dia ingin cepat-cepat sampai ke apartement dan bertemu dengan istri cantiknya. Dia sudah tidak sabar ingin memeluk dan menciumnya.
Namun gerakan tangannya di hentikan oleh bunyi ponselnya yang ternyata itu adalah panggilan dari istri tercintanya. Dengan semangat Bagas langsung menggeser icon hijau di ponselnya.
"Hallo istriku yang cantik ada apa? " tanya Bagas
"Hallo Bagas, apa kau bisa belikan aku cake tiramisu aku sedang ingin makan itu" ucap Siena.
"Oh... tentu sayang aku akan membelikannya untukmu. Jangankan kue tiramisu penjualnya saja akan aku belikan untukmu" jawab Bagas dengan semangat.
"Aku tidak ingin makan penjualnya aku ingin makan cakenya, cukup kau saja yang membuatku pusing di rumah jangan di tambah lagi" jawab Siena.
"Aiihh.... istriku manis sekali sampai-sampai hanya ingin melihatku saja dan tidak mau melihat orang lain" ucap Bagas. Siena hanya memutar bola mata malas mendengar ucapan suaminya yang menurutnya sangat tidak nyambung.
"Ya sudah aku tunggu ya, awas saja jika kau tidak membelinya tidak ada jatah burung berenang malam. ini" ancam Siena.
"Woow... jangan kejam begitu sayang. Kau tahu kan kalau si maxy itu sangat nakal. Dia pasti akan menerobos masuk tanpa mengetuk pintu dulu "jawab Bagas
"Terserah....".ucap Siena sambil mengakhiri panggilannya.
"Baiklah aku juga mencintaimu, istriku ini sangat pemalu ya "ucap Bagas padahal Siena sudah menutup ponselnya dari tadi. Asistent pelit itu hanya ingin pamer kepada bosnya yang dari tadi sedang memandangnya dengan tatapan datar.
"Menggelikan.... " tiba-tiba Regan berucap
"Apa maksud bapak? "tanya Bagas
"Kau... kau sangat norak aku merinding melihatmu" ucap Regan.
"Aku bukan uka-uka pak, kenapa bapak bisa merinding melihatku? "tanya Bagas.
"Aku merinding melihat sikapmu... astaga kau itu sangat... aku bingung aku harus mengatakan apa padamu" ucap Regan geleng-geleng kepala
"Oh, aku tahu kalau aku memang pria romantis pak bahkan lebih romantis dari pak Regan... " ucapnya dengan bangga.
__ADS_1
"Dasar menyebalkan, sepertinya kau merindukan nol yang berkurang di atm mu" ucap Regan.
"T-tidak pak, itu mimpi buruk untuku. Sekarang aku punya istri yang harus aku nafkahi jadi jangan kurangi nolnya pak" ucap Bagas tergagap sepertinya bos nya ini sedang sensitif mungkin dia sedang tidak mendapat jatah dari istrinya.
"Setahu saya selama ini pak Regan adalah pria paling romantis yang aku kenal" bujuk Bagas.
"Tentu saja, aku pria paling romantis tidak ada yang lain" ketus Regan
"Ahh...si kanebo ini ternyata kumat lagi" gumam Bagas dalam hati.
*
*
Sesuai janjinya kepada istri tercinta Bagas mampir dudu ke toko kue, dan membeli pesanan istrinya. Tapi sayangnya pesanan istrinya itu ternyata tidak ada dan sudah habis terjual. Jadi dia memutuskan untuk membeli cake yang ada saja. Karena Bagas sudah tidak sabar ingin segera pulang.
Setelah melakukan perjalanan sekitar empat puluh menit karena jalan agak macet akhirnya Bagas sampai juga di apartementnya. Di sana Siena sudah menunggu suaminya pulang dan sudah berdan-dan dengan cantik. Lagi pula Siena memang selalu terlihat cantik. Senyuman manis pun terukir di wajahnya, membuat seluruh lelah yang di rasakan Bagas hilang seketika.
Si asistent mesum langsung saja memeluk istrinya itu dan menghirup aroma istrinya yang selalu wangi itu, membuat gagang sapunya berontak mengajak bermain.
"Tentu saja, ini pesanan untuk istriku yang cantik" ucap Bagas sambil memberikan papar bag yang berisi cake yang tadi Siena beli. Siena dengan tersenyum langsung saja mengambilnya dan langsung membukanya. Namun senyumannya hilang saat melihat cake yang di bawa Bagas itu salah, bukan seperti yang ia inginkan padahal dari tadi Siena sudah menunggunya dengan tidak sabar bahkan air liurnya hampir menetes.
"Bagas kau salah membeli pesananku, ini bukan cake tiramisu" ucap Siena dengan wajah kecewa
"Aku tahu, katanya sudah habis. Jadi aku beli cake susu sama saja kan rasanya sama-sama manis dan yang terpenting ada kata SU nya iya kan" jawaban yang sangat bodoh pikir Siena. Siena yang kecewa tiba-tiba menangis membuat Bagas terkejut karena istrinya ini bukanlah tipe perempuan cengeng.
Jika anak-anak pokemon menangis masih bisa masuk di akal karena mereka sangat cengeng. Tapi Siena kan induk pokemon dia tidak pernah menangis. Tangisan istrinya membuat Bagas merasa bersalah dan langsung memeluk istrinya dengan sayang.
"Maafkan aku sayang jangan menangis, wajahmu jadi jelek saat menangis " ucap Bagas dan langsung mendapat pukulan di punggung kokohnya itu. Dan Bagas hanya tersenyum.
"Kau sangat pelit padahal aku cuma minta kue, tapi kau tidak membelikannya" ucap siena terisak di pelukan Bagas
"Aku membelikannya, tapi kuenya habis. Kalau begitu kita cari bersama yah. Kau mau beli apa aku akan akan membelikannya untukmu" Siena melepaskan pelukannya dan melihat wajah suaminya.
"Benarkah....? " tanya Siena
__ADS_1
"Benar, tapi aku mandi dulu ya sebentar" ucap Bagas sambil menghapus sisa air mata di pipi mulus Siena.
"Baiklah, terima kasih... " Siena pun langsung memeluk lagi suaminya dan memberi kecupan sekilas di bibirnya dan memeluk Bagas kembali.
"Astaga.... kenapa istriku jadi cengeng begini " gumam Bagas dalam hati. Tapi dia merasa bahagia Siena bersikap manja padanya. Karena biasanya Siena itu pasif dia tidak akan pernah mau memeluk dan mencium Bagas duluan. Tapi hari ini pelukan Siena terhadapnya sangat manja dan terus menguyel-uyel kepalanya di dada bidang Bagas, membuat gagang sapunya terus meronta dari tadi. Tapi Bagas harus menahannya dulu dan memberikan kemauan istrinya itu.
"Tahan dulu maxy.... " gumam Bagas dalam hati.
*
*
Setelah tahu Salsa hamil Ramon menjadi sangat ptotektif pada Salsa. Ramon membatasi geraknya, jangan sering keluar dan jika mau keluar rumah maka harus bersamanya. Ramon terus saja memberi kuliah panjang kali lebar pada Salsa hingga telinganya terasa panas.
Saat ini mereka berdua tengah bersiap pergi ke dokter kandungan untuk memeriksakan kandungan Salsa. Ramon sudah membuat janji dengan dokter itu dari siang tadi namun mereka berangkat sore hari menunggu Ramon pulang kerja.
"Kau dengarkan ucapanku Sasako" Ucap Ramon di dalam mobil karena kini mereka berdua masih berada di dalam mobil.
"Iya... iya Sasa denger kok. Mau sampai kapan ceramahnya Sasa teh pusing " kesal Sasa pada Ramon yang cerewet dari tadi
"Aku cerewet karena aku sangat mencintaimu sayang, aku ingin menjagamu dan ingin yang terbaik untukmu " ucap Ramon sambil membelai rambut Sasa. Sasa pun tersenyum karena perhatian suaminya itu membuat hatinya hangat.
Cup
Sasa pun mencium bibir Ramon sekilas, tapi Ramon malah menariknya kembali dan meperdalam ciuman mereka.
"Manusia abon dan makhluk micin itu memang tidak punya akhlak, semoga aku bisa segera menikah" gumam Ivan dalan hati
*
*
*
Like... like... like hari senin waktunya vote ya 😘😘
__ADS_1