
Hari ini menjadi hari yang berbeda untuk Salsa, karena mulai hari ini ia harus menjalankan tugasnya sebagai seorang istri dari Ramon Adyatama. Menjadi seorang istri dari pria yang sama sekali tidak ia kenal bukanlah hal yang mudah. Apalagi rasa ketidaksukaan di hati mereka berdua tidak menyangkut kemungkinan akan membuat hubungan keduanya menjadi sangat sulit.
Salsa ingin sekali menghubungi Bagas seperti yang sering dia lakukan setiap harinya. Namun hal itu tidak mungkin ia lakukan sekarang, karena sekarang Salsa sudah menjadi istrinya Ramon. Dia tidak boleh melakukan hal itu. Saat sedang melamun sendirian nyonya Sekar datang mengahampirinya.
"Sasa, kamu sedang apa nak ? kenapa melamun sendiri di sini, mamah mencarimu dari tadi " ucap nyoya Sekar yang dari tadi berkeliling rumah mencari menantunya. Untung saja ada salah satu pelayan yang melihatnya sedang berada di taman belakang rumah.
"Sasa lagi diem aja mah, di sini suasananya nyaman " jawab Salsa
"Oh begitu ya, oh ya mamah mah bilang sesuatu sama kamu "
"Bilang apa mah ?" tanya Salsa penasaran.
"Emmm, Sasa nanti siang kita ke kantornya Ramon kita akan mengantarkan makan siang untuknya" ajak nyonya Sekar.
"I-iya mah boleh " jawab Salsa yang merasa tidak enak jika harus menolak ajakan mertuanya
"Kamu tahu ga, Ramon itu suka sekali masakan rumah gimana kalo kita masak terus nanti kita makan bareng sama Ramon di kantornya" ajak nyonya Sekar lagi
"Boleh mah, Sasa juga jenuh ga ada kegiatan mending kita masaknya sekarang " ucap Salsa yang memang merasa bosan dari tadi.
"Baiklah ayo kita memasak sekarang" ucap nyonya Sekar merasa senang.
Kini mereka berdua sudah berada di dapur, para pelayan merasa aneh melihat nyonya nya kini berada di dapur, pasalnya nyonya Sekar memang tidak pernah menginjakan kakinya di dapur.
"Ada yang bisa kami bantu nyonya ?" tanya kepala pelayan di sana.
" Kami aka memasak untuk makan siang Ramon, tolong siapkan bahannya ya " perintah nyonya Sekar
Para pelayan pun mengerti dan langsung menyiapkan bahan-bahan yang akan di masak. Salsa berdecak kagum melihat banyak sekali bahan makanan yang di siapkan.
"Banyak banget bahannya mah ?" tanya Salsa
"Kamu tinggal pilih saja mau masak apa, jangan di masak semuanya " ucap nyonya Sekar tersenyum melihat menantunya yang kebingungan.
"Oh gitu, ya udah Sasa masak dulu kalo gitu " gadis cantik itu langsung mencepol rambut panjangnya dan memakai apron yang ada di sana, kemudian dia memilih berbagai macam bahan makanana yang akan dia masak. Nyonya Sekar melihat tubuh kecil itu begitu cekatan, dia sepertinya sangat menyukai menantunya.
__ADS_1
"Sasa tugas mamah apa ? kenapa semuanya di kerjain sama kamu" tanya mamah Sekar, meskipun sebenarnya dia sama sekali tidak bisa memasak tapi melihat menantunya sibuk dia ingin membantunya.
"Tugas mamah cuman duduk cantik aja, terus nanti cobain masakan Sasa " ucap gadis itu tersenyum riang.
"Lohh kok, nanti kamu kecapean "
"Ngga mah, Sasa seneng malah kalo masak kaya gini apalagi bahannya lengkap semuanya ada , dapur ini mah udah kaya pasar aja" ucapnyanya sambil tertawa. Nyonya Sekar tertawa mendengar ucapan menantunya.
Setelah berkutat dengan masakannya ,akhirnya masakannya selesai juga.
"Taraaaa..... ini masakan ala Sasa, ayo cobain mah " Nyonya Sekar langsung mencoba masakan Salsa dan rasanya sangat enak, ternyata menantunya ini pintar memasak.
"Emmm, ini enak sekali Ramon pasti suka " puji nyonya Sekar. Salsa tersenyum senang mendengarnya.
"Ya udah aku siapin dulu, terus aku mandi dulu ya mah bentar " nyonya Sekar pun mengangguk.
Setelah semuanya selesai, mereka berdua pergi ke kantor Ramon untuk mengantarkan makanan.
Di kantor semua orang sudah tahu kepada nyonya Sekar hingga mereka semua menunduk saat melihatnya. Salsa masih merasa aneh dengan sikap para karyawan kantor, dia belum terbiasa. Apalagi nyonya Sekar memperkenalkan Salsa sebagai menantunya.
"Ramon...." panggil nyonya Sekar
"Mamah..." jawabnya agak terkejut melihat kedatangan mamahnya dan juga istrinya.
"Ada apa mah ?" tanya Ramon
"Mamah sama Sasa sengaja datang kesini bawain kamu makan siang, Sasa sengaja loh masakin buat kamu dan masakannya juga enak banget " ucap nyonya Sekar
"Perasaan tadi teh mamahnya A Abon yang nyuruh Sasa masak" gumam Sasa dalam hati.
"Aku takut nanti akan terkena amandel kalau memakan masakannya " ucap Ramon
"Loh kok kamu ngomongnya gitu sihh " ucap nyonya Sekar merasa tidak enak pada Salsa karena ucapan anaknya.
"Mah, dia itu kan gadis micin masakannya pasti gurih semua " ledek Ramon
__ADS_1
"Dasar Abon kalo ngomong teh ga pake saringan, udah kaya petasan aja langsung meledug " balas Salsa karena kesal dengan ucapan Ramon.
"Sudah-sudah, kita makan ya ayo kita kesana " ucap nyonya Sekar berusaha menengahi.
Salsa pun mulai menyiapkan makanan untuk mereka makan bersama. Satu suapan masuk ke dalam mulut Ramon, dan benar saja masakannya sangat enak hingga Ramon makan dengan lahapnya.
"Bilangnya ga mau makan, tapi makannya udah kaya kingkong kelaperan " gumam Salsa dalam hati.
"Masakan makhluk micin ini sangat enak, aku tidak bisa berhenti memakannya" ucap Bagas dalam hati
Nyonya Sekar terlihat bahagia melihat anaknya menyukai masakan Salsa terbukti dari cara makan Ramon yang sangat lahap.
Ponsel nyonya Sekar berbunyi dan nyonya Sekar pun langsung menjauh untuk mengangkat teleponnya dulu. Setelah nyonya Sekar pergi Salsa mengeluarkan sesuatu dari dari tasnya berupa botol minuman.
"Hey anak manis " panggil Salsa
"Ada apa " jawab Ramon ketus
"Ini Sasa tadi buatin jus pisang, enak lohh jus nya tadi Sasa tambahin susu yang banyak. A Abon suka susu kan ?" tanya Sasa
"Berhenti memanggilku abon gadis pendek, aku suka minum susu makanya kau bisa lihat sendiri pertumbuhanku sangat bagus sangat berbeda denganmu yang pendek meskipun sudah dewasa " Salsa berdecak mendengar ucapan makhluk abon ini.
"Ya udah, jus nya Sasa simpen lagi, nyebelin udah di bikinin teh " Salsa memasukan lagi jusnya namun di tarik lagi oleh Ramon.
"Kemarikan, kau sudah memberikannya untukku kenapa di bawa lagi, ngomong-ngomong dari mana kau tahu kalau aku suka pisang, apa mamah memberitahumu ?" tanya Ramon
"Ngga, mamah ngga ngasih tahu Sasa kalo A Abon suka pisang " jawab Salsa
"Lalu..."
"Ya tahu aja, kingkong kan makannya pisang " ucap Salsa sambil tertawa melihat ekspresi Ramon yang terlihat lucu.
"Dasar gadis pendek menyebalkan...." kesal Ramon
"Adududududu.......anak manis jangan marah ya " ucap Salsa sambil tertawa
__ADS_1