Me Vs Love (Jodoh Yang Tertukar)

Me Vs Love (Jodoh Yang Tertukar)
Bab 81


__ADS_3

Kandungan Salsa kini sudah memasuki usia sembilan bulan, waktu terasa berjalan dengan sangat cepat. Ramon merasa sangat bersyukur karema kehamilan Sasa sangatlah lancar, tidak ada keluhan apa pun selain lapar tengah malam. Dan meminta suaminya sendiri yang memasak atas permintaan bayinya kata Sasa.


Sebagai suami yang sangat mencintai istrinya permintaan Sasa selalu di turuti oleh Ramon hello kitty berhati pink itu rela memasak demi sang istri. Sasa sangatlah beruntung mendapatkan suami seperti Ramon, yang sangat baik setia dan juga pengertian. Suami yang mampu mengimbangi istrinya yang sangat aneh luar biasa.


Ramon selalu berharap semoga nanti persalinan Sasa lancar dan juga anaknya sehat dan lahir sempurna tanpa kekurangan sesuatu apa pun.


Pagi ini seperti biasa Sasa selalu melakukan rutinitasnya yaitu jalan pagi. Katanya jika sering jalan pagi, maka lahirannya nanti akan lancar. Makanya Sasa dengan rutin selalu melakukannya dengan di temani oleh Ramon.


"Mas Ramon, kok sekarang Sasa gampang cape ya" ucap Sasa dengan berjalan perlahan ke arah Ramon dan segera Ramon pun terbangun dan hendak menuntun istrinya untuk duduk dulu.


"Jangan terlalu memaksakan diri, kalau lelah kau harus istirahat "ucap Ramon sambil mendudukannya di kursi yang ada di taman halaman rumah Ramon yang luas itu.


"Tapi kan Sasa mau lahirannya lancar mas... kalo gitu mas Ramon yang gantiin Sasa jalan-jalannya ya, si dede kan anaknya mas Ramon juga jadi jalannya gantian" ucap Sasa sambil mengelus -elus perutnya yang sudah besar itu. Jika tidak ingat istrinya sedang hamil,. sudah di pastikan Ramon ingin sekali menjitak kepala istrinya yang suka bicara asal itu.


"Kau yang hamil dan akan melahirkan kenapa aku yang harus jalan-jalan Sasako... " ucap Ramon dengan gemas, sedangkan Sasa hanya tertawa saja mendengarnya.


"Eh iya... ya, kanbnanti Sasa yang ngeden.... "jawabnya sambil tertawa


"Dasar menyebalkan,.semoga anakku nanti tidak aneh seperti ibunya... "


"Enak aja, nanti si dede harus mirip sama Sasa. Sasa yang hamil Sasa juga yang ngeden ga adil kalo anaknya mirip semua sama mas Ramon" jawab Sasa tidak terima.


"Jangan lupa aku juga ikut andil dalam proses pembuatannya, kalau karena semburan lahar sosis sakti miliku kau tidak akan tekdung Sasako... "jawab Ramon

__ADS_1


"Tekdung.... di kira Sasa teh sapi pake bilag tekdung segala... " jawab Sasa sambil mendelik sebal pada suaminya.


Akhirnya acara jalan pagi kali ini di tutup dengan debat dari pasangan abon dan micin itu.


*


*


p


*


Kehamilan Siena juga sudah menginjak usia sembilan bulan, sejak kehamilannya usia tujuh bulan Siena pindah ke rumah orang tuanya Siena. Karena Bagas khawatir meninggalkan Siena sendiri jika ia sedang bekerja, meskipun awalnya berat karena harus tinggal dengan mertua. Namun demi anak dan istrinya Bagas rela tinggal di sana. Kesabaran Bagas juga di uji karena sejak hamil jatah main kuda-kudaanya berkurang karena Siena selalu merasa sakit katanya.


Tentu saja Siena dan Bagas merasa bahagia karena hama dalam hubungannya telah pergi jauh.


Saat ini Bagas tengah mengusap perut Siena yang semakin besar saja. Tapi kehamilan Siena malah membuat Siena tambah cantik saja. Hingga Maxy selalu bersiul saat melihatnya. Maxy memang burung nakal mesum milik Bagas, selalu saja memberontak saat melihat Siena. Walau pun sudah beberapa kali di peringatkan oleh Bagas jika melihat Siena ia harus tidur jangan selalu tiba-tiba bangun dan memberontak ingin bermain, dasar memang maxy itu burung yang bar-bar dan juga genit. Dia senang sekali menggoda si cantik Siena.


"Bagas, kenapa perutku terasa kencang sekali ya dan aku merasa agak mulas.... " ucap Siena pagi itu di kamarnya sambil duduk di tepi ranjang , sentuhan Bagas yang biasanya terasa sangat lembut kini terasa linu di perutnya.


"Apa kau akan melahirkan? " tanya Bagas khawatir


"Entahlah aku juga tidak tahu... " jawab Siena.

__ADS_1


"Kita ke dokter saja sekarang, aku akan minta ijin pada pak Regan... " ucap Bagas.


"Nanti saja, mungkin ini kontraksi palsu" jawab Siena


"Tapi aku khawatir padamu, atau jangan-jangan..... " ucap Bagas terpotong karena ia terlihat sedang berpikir.


"Jangan-jangan apa....? ' tanya Siena


"Jangan -jangan ini karena perbuatan maxy semalam "ucap Bagas


"Ahh kau ini ada-ada saja.... "jawab Siena


"Maxy sudah aku bilang kau jangan nakal, lihat istriku sakit gara-gara kau...." ucap Bagas pada maxy, burung itu kini terlihat sedang menunduk di balik sangkar burungnya mungkin ia merasa bersalah karena sudah membuat istri pemiliknya merasa sakit.


"Aahh... kapan suamiku ini akan bersikap waras.... " gumam Siena


*


*


*


Novel ini menuju ending ya 😍 jangan lupa terus dukung ya 😚😚

__ADS_1


__ADS_2