
Untuk jomblo siapkan hati kalian untuk membaca bab ini π
πΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌ
Pagi menjelang saatnya orang-orang terbangun dan beraktifitas kembali, begitu pun dengan Siena seperti biasa di terbangun saat Bagas masih terlelap. Namun pagi ini ada yang berbeda saat ia membuka matanya, ia melihat Bagas tepat di depannya dengan sambil memeluknya dengan erat. Pantas saja Siena merasa tidurnya sangat nyaman dan hangat. Ternyata kenyamanan dan kehangatan itu berasal dari pelukan suaminya. Siena jadi enggan untuk terbangun, dia mendadak ingin bermalas-malasan dan terus berada dalam dekapan Bagas.Tapi sesuatu menyadarkan Siena, bahwa lelaki di hadapannya meskipun dia adalah haknya, namun hatinya bukan miliknya. Siena pun menghela nafas kasar.
"Ah, kenapa aku jadi sedih begini " gumam Siena
"Kenapa pagi-pagi kau sudah melamun ?" tanya Bagas dengan suara serak khas bangun tidurnya. Siena terkejut dan melepaskan pelukan Bagas, namun Bagas malah menahannya. "Diamlah ini masih pagi, kau mau kemana ?" tanya Bagas
"Aku mau menyiapkan sarapan untukmu" jawab Siena.
"Tidak perlu, masakanmu tidak enak aku tidak mau sarapan" ucap Bagas, hingga Siena memukul dada Bagas karena kesal apalagi posisi mereka masih berpelukan dan mereka kini sedang saling berhadapan.Apa Bagas tidak tahu kalau jantung Siena terasa akan meledak dengan posisi seperti sekarang, posisinya sangat dekat dengan Bagas hingga hembusan nafasnya pun terasa menerpa wajah Siena.
Lain halnya dengan Bagas, si asistent pelit dan menyebalkan kini berubah menjadi asistent mesum. Entahlah Bagas juga tidak mengerti apa yang terjadi kepada dirinya. Hingga setiap melihat Siena rasa ingin memiliki selalu ada, begitupun dengan burung kutilangnya yang selalu meronta-ronta meminta keluar dari sangkarnya dan singgah bertamu ke pintu surga Siena. Ahh rasanya Bagas sangat tersiksa karena setiap hari selalu menahan hasratnya. Hingga beberapa hari ini terpaksa ia harus bersolo karier di kamar mandi untuk memuaskan keinginan si burung kutilang.
Ternyata menjadi jomblo hanya membuat pikirannya saja yang tersiksa, tapi menjadi suami yang selalu puasa membuat siksaannya terasa berkali-kali lipat. Benar-benar menyakitkan. Karena setiap si maxy ingin keluar mencari tempat yang hangat, dan Bagas hanya mampu menenangkannya.
"Kau memang sangat menyebalkan, baiklah aku tidak akan memasak. Aku akan menyiapkan roti saja untuk sarapanmu " ucap Siena.
"Tidak perlu aku ingin sarapan yang lain "ucap Bagas
__ADS_1
"Sarapan apa ? jangan menyuruhku untuk membuat sesuatu yang sulit " balas Siena, karena jujur saja Siena memang merasa malas dan entah kenapa tubuhnya terasa pegal apalagi bagian depan tubuhnya terasa agak perih pas di ujungnya.
"Kau tidak perlu membuatkan sarapan untukku, kau cukup hanya diam saja biar aku yang melakukannya" ucapan Bagas membuat Siena tidak mengerti.
Hingga ia terkejut saat tangan Bagas menyentuh bibir Siena. Tubuh Siena mendadak tegang karena sentuhan Bagas di bibirnya. Apalagi pandangan Bagas seperti orang yang sedang berhasrat. Hingga karena terlalu fokus pada lamunannya, Siena tidak sadar jika Bagas sudah berada di atas tubuhnya dan mengungkungnya.
"B-bagas, kau mau apa ?" tanya Siena tergagap karena merasa gugup dengan sikap Bagas yang sangat intim.
"Aku ingin sarapan, kau tahu aku kelaparan sejak tadi malam "ucap Bagas lalu tanpa aba-aba Bagas langsung mencium bibir Siena dengan lembut dan membenamkan bibirnya di bibir Siena yang terasa sangat manis. Hingga tanpa sadar atau memang karena Siena menikmatinya, Siena pun membalas ciuman Bagas dengan sangat lembut dan mendamba.
Tangan Siena pun menyusuri tubuh Bagas bagian depan yang keras dan berotot, Siena dan Bagas sangat menikmati ciuman panas mereka hingga saling berbelit lidah dan bertukar saliva.
Bagas seolah sudah terbakar gairah dan langsung menarik kacamata pelindung itu dan melemparnya. Kemudian ia memainkannya dengan tangan dan mulutnya bergantian. Hingga ia tidak merasa puas memainkannya.
Hingga tubuh Siena terasa sangat panas dan suara lenguhan pun tak dapat ia tahan, namun suara Siena terdengar sangat seksi di telinga Bagas.
Bagas menyusuri seluruh bagian tubuh Siena dan mengeksplor dengan bibirnya. Dan kini Bagas tengah bermain- main di leher jenjang Siena namun tangannya tak lepas dan terus bermain di kedua benda squishi Siena.
"B-bagas s-sudah...." ucap Siena dengan nafas terengah.
"Sebentar lagi..." ucap Bagas semakin menekan tubuh bagian bawahnya. dan kemudian memegang erat dan sambil mengigit salah satu squishinya dan....
__ADS_1
Saus mayonise pun keluar, tubuh Bagas pun ambruk di atas tubuh Siena. Tubuh bagian atas keduanya tidak terhalang apapun hingga saling bersentuhan.
"Terima kasih sarapannya "ucap Bagas, lalu Siena melihat ke arah celana Bagas yang basah.
"I-tu " tunjuknya.
"Aku senang akhirya bisa keluar juga walau aku sangat ingin mengeluarkannya dengan cara yang lain" ucap Bagas dan tentu saja Siena mengerti apa yang di ucapkan Bagas.
"Tapi untuk sekarang, ini saja sudah cukup untukku" ucapnya lagi.
"Bagas...." panggil Siena.
"Apa..." jawabnya.
"Jika kau menginginkannya, aku tidak keberatan walau nanti akhirnya kau pergi dengan orang yang kau cintai " ucapan Siena membuat Bagas terkejut.
Sedangkan Bagas juga merasa bimbang dengan hatinya kini. Siapa sebenarnya yang ia cintai.
ππππππππππππππ
Like dong ππ
__ADS_1