
"Aku punya bukti kuat, aku hanya ingin dari kalian mengaku saja. Jika kalian yang merasa sudah membantu penjahat itu ayo mengaku. Jika kalian tidak ada yang mau mengaku, aku sendiri yang akan menyeret kalian ke kantor polisi sekarang juga..!!!" ucap Ivan dengan sangat marah.
Semua para pelayan menunduk dan tidak ada yang mau bicara, mereka semua tampak takut melihat Ivan yang sangat marah.
"Baiklah... aku akan hitung sampai tiga jika masih tidak ada yang mengaku akan aku pastikan kalian membus*k di penjara...!!!"
"Satu.... "
"Dua... "
"Ti.... "
"Saya tuan.... " ucap seorang pelayan perempuan bicara sambil menangis. Pandangan Ivan sejak tadi memang mengarah kepadanya dan dia menyadari itu. Untuk itu lebih baik mengaku dari pada di seret di hadapan yang lainnya. Semoga dengan mengakui kesalahannya, hukumannya bisa sedikit di ringankan. Begitu yang terbesit dalam benaknya saat ini.
"Kemari kau....!! " panggil Ivan, pelayan itu pun berjalan dengan langkah gontai menghampiri Ivan sambil menunduk takut.
"Jawab pertanyaanku, dan jawab dengan jujur aku tidak ingin ada kebohongan di sini... "
"B-baik tuan..."
"Kenapa kau melakukan perbuatan itu kepada nona muda Salsa, apa motifmu sebenarnya?" tanya Ivan menyelidik
"S-saya tidak tahu tuan, saya tidak tahu jika hadiah yang di dalam kotak itu adalah bangka* kucing, saya hanya di perintahkan seseorang yang mengaku suruhan tuan muda Ramon untuk menyimpan hadiah kejutan di taman samping, hanya itu saja" jawab pelayan itu dengan sangat takut.
"Lalu kenapa kau tidak terlihat di cctv di rumah ini? " tanya Ivan menatapnya tajam
"I-tu karena orang itu yang memintanya tuan, dia bilang itu perintah tuan muda. Maka dari itu saya meminta bagian pengawas cctv untuk mematikannya"
"Kau tahu siapa orang yang menyuruhmu ?"tanya Ivan
"T-tidak tuan.... tapi dia seorang pria dan seorang wanita, tapi wanita itu memakai masker dan baju tertutup jadi saya tidak terlalu jelas melihatnya tuan, maaf... "
__ADS_1
"Seorang pria...? "
"Iya, seorang pria muda " ucap pelayan itu.
"Pria muda, siapa dia sebenarnya? " gumam Ivan
"Baiklah.... kalian semua bisa kembali mengerjakan pekerjaan kalian lagi. Dan kau.... " ucap Ivan pada pelayan itu. Pelayan wanita itu langsung menunduk dan sudah pasrah dengan apa yang akan di lakukan Ivan, di pecat bahkan mungkin di bawa ke pihak berwajib.
"Iya tuan.... "
"Untuk sementara kau tidak boleh bekerja dulu, kita tunggu keputusan dari tuan Ramon... " ucap Ivan. Ivan tidak bisa mengambil keputusan begitu saja, dia tahu posisi pelayan itu berada di waktu dan tempat yang salah. Untuk memecatnya Ivan merasa tidak tega.
"Baik tuan, terima kasih... " ucapnya
*
*
*
Saat ingin memejamkan matanya sejenak terdengar suara ponselnya berbunyi. Susah sekali rasanya ingin beristirahat pikir Ivan.
"Hallo bu.... " jawab Ivan
"____________"
"Malam ini..... kenapa memangnya? " tanya Ivan
"_____________"
"Ah baiklah..... " jawab Ivan mengakhiri panggilannya bersama ibunya.
__ADS_1
*
*
*
Di rumah sakit Sasa terus memaksa untuk pulang, karena merasa tidak betah. Tapi Ramon tidak mengijinkan Sasa untuk pulang karena melihat Sasa masih belum sembuh.
"Mas Ramon, pokoknya Sasa mau pulang ya" bujuk Sasa dengan memasang wajah semanis mungkin berharap suaminya akan luluh dengan wajahnya yang memelas, tapi sepertinya hello kitty itu tetap tidak peduli pada rengekannya.
"Dasar kingkong, di ajak ngomong malah diem aja" ucap Sasa
"Aku khawatir padamu Sasako... "jawab Ramon namun pandangannya tetap fokus pada layar laptopnya.
"Di sini Sasa ga bisa di peluk, takut ada suster ngintip" ucapnya merajuk
"Jadi kau ingin pulang karena ingin di peluk olehku?" tanya Ramon sambil tersenyum melihat ke arah Sasa.
"Iya Sasa Pengen di peluk, pengen di cium pengen di apa-apain pokoknya sama mas Ramon yang ganteng dan keren ...." goda Sasa
"Benarkah? kau serius? " tanya hello kitty itu dengan wajah berbinar.
"Sepuluh rius malah.... " ucap Sasa
"Baiklah, kita pulang...." ucap Ramon sambil menghampiri Sasa dan memeluknya. Tangan kecil itu pun melingkar di pinggang Ramon dan mengelus punggung kekar suaminya.
"Dasar Kingkong mesum.... "ucap Sasa dalam hati karena berhasil membujuk Ramon untuk membawanya pulang.
*
*
__ADS_1
*
Jangan lupa like sama komen ya 😘😘😘