Me Vs Love (Jodoh Yang Tertukar)

Me Vs Love (Jodoh Yang Tertukar)
Bab 86


__ADS_3

Malam ini terasa begitu dingin, suasana di ruangan itu sangat sunyi hanya terdengar bunyi dari alat yang Ramon tidak tahu, aroma obat juga sangat menyengat di sana membuat Ramon merasa tidak betah berada di sana. Jika bukan karena menunggui istrinya Ramon tidak akan mau berada di sana.


Setelah beberapa jam Sasa pun tersadar , mata indah dengan bulu mata lentik itu terlihat bergerak-gerak mencina untuk membuka matanya. Melihat istrinya yang mulai sadar Ramon pun terlihat lega. Ia segera mengecup keningnya, dan tersenyum supaya saat mata itu terbuka wajahnya lah yang pertama di lihatnya.


"Kau sudah bangun sayang?" tanya Ramon, Sasa mengangguk lemas.


"Jangan sakit, aku sedih jika kau sakit. Maaf aku tidak bisa menjagamu dengan baik " ucap Ramon.


"Ga apa-apa kok, Sasa seneng mas Ramon sayang sama Sasa" ucapnya lemah.


"Kalau masih sakit tidurlah " titah Ramon sambil membelai rambut Sasa dengan lembut.


"Sasa pengen pipis, anterin ya Sasa takut...." ucapnya


"Ayo...." Ramon langsung menggendong Sasa ke kamar mandi, lalu mendudukannya di sana.


"Mas Ramon keluar, Sasa malu.... "ucapnya


"Aku sudah melihat dan merasakan semuanya, kenapa harus malu.... " jawab Ramon.


"Masalahnya itu bukan melihat atau merasakan, tapi nanti kedengeran bunyinya Sasa malu, cepetan atuh keluar nanti Sasa pipis di celana gimana" ucapnya


"Astaga....." Ramon geleng-geleng kepala, tanpa bicara lagi ia langsung keluar dan membiarkan Sasa di dalam sendiri. Baru beberapa menit berada di kamar mandi, Sasako malah berteriak...

__ADS_1


"Aaarrrgggkkkhhh..... "


Mendengar istrinya berteriak Ramon langsung masuk ke kamar mandi, dan melihat Sasa tengah memegang segitiga pengamannya. "Ada apa ? apa kau sakit...? "tanya Ramon panik mendekati Sasa dan melihat seluruh tubuhnya dibolak-balik takut ada yang terluka.


"Mas Ramon liat ini, Sasa berdarah..... "ucapnya sambil menangis kencang. Ramon pun panik dan langsung membawa Sasa keluar dari kamar mandi ran segera memanggil dokter.


Mendengar ada panggilan darurat dokter dan suster pun datang ke ruangan Sasa dan segera memeriksa Sasa. Tapi yang di periksa malah menangis tambah kencang saja. Membuat dokter dan suster di sana menjadi tambah panik saja, apalagi Ramon dia bingung harus berbuat apa


"Ada apa sayang kenapa menangis...? "tanya Ramon.


"Sasa gak pake celan*, Sasa malu.... " ucapnya sambil menangis.


"A-apa, ahh iya aku lupa tadi tertinggal di kamar mandi, sebentar aku ambil yang baru "ucap Ramon, yang merasa heran istrinya menangis karena lupa memakai celan*.


"Hey tunggu dulu sebentar, kau akan mengintipnya...? "tanya Ramon tidak terima. Mendapatkan pertanyaan seperti itu jelas dokter jadi merasa malu sendiri.


"Astaga...aku bukan dokter cab*l" gumam dokter itu


Sedangkan suster-suster di sana menahan tawanya. "Maksud saya bukan itu tuan, saya akan memeriksa dulu bagian intinya. Takutnya nona Sasa sudah pembukaan "jelas dokter itu hati-hati.


"Pembukaan apa maksudnya, aku tidak mengerti... ?"tanya Ramon


"Saya berpikir mungkin istri anda akan melahirkan, karena jika seorang yang hamil di trimester terakhir ia mengeluarkan darah dan cairan itu tandanya akan akan melahirkan. Untuk itu saya akan memeriksa nona Sasa sudah pembukaan berapa. Agar kita bisa mempersiapkan semuanya" jelas dokter itu.

__ADS_1


"Sasa mau lahiran sekarang? Sasa belum ada persiapan dokter... " ucap Sasa.


"Jangan khawatir kan itu sayang ada aku, sekarang kau fokus saja dulu ya. Aku akan selalu menemanimu, biarkan dokter memeriksamu sekarang.... " Ucap Ramon, akhirnya Sasa pun mengangguk setuju karena ia tidak mau terjadi sesuatu dengan anaknya.


Dengan merasa risih, ia pun di periksa oleh dokter itu. Sasa meringis karena merasa sakit saat di periksa oleh dokter.


"Ternyata benar dugaan saya, nona Sasa akan melahirkan namun baru pembukaan dua nona" ucap dokter itu tersenyum.


"Harus sampai pembukaan berapa jika melahirkan kan dokter? " tanya Ramon yang merasa awam dalam hal ini.


"Pembukaan sepuluh tuan... "jawab dokter itu.


"Apa.... " jawab Ramon.


"Sebaiknya sekarang nona istirahat dan kumpulkan tenaga ya, supaya nanti nona kuat saat melahirkan. Mungkin nanti akan ada kontraksi dan kontraksinya semakin lama akan semakin kuat biasanya. Saya akan terus mengontrol anda nona. Jadi nona tenang saja tidak perlu takut. Bayangkan saja betapa lucunya anak nona nanti ya, itu akan memberikan nona semangat" ucap dokter ramah itu sambil tersenyum, setelah memeriksa Sasa dan juga memberikan arahan dokter itu menunggu dan mempersiapkan semua yang akan di butuhka saat membantu pasien melahirkan.


*


*


*


Doain Sasako biar lahirannya lancar ya 😊

__ADS_1


Likenya mana atuh..... 😚😚


__ADS_2