Me Vs Love (Jodoh Yang Tertukar)

Me Vs Love (Jodoh Yang Tertukar)
Bab 34


__ADS_3

Mempunyai istri yang polos dan menyebalkan membuat Ramon harus memiliki kesabaran yang ekstra. Karena pagi ini saja perempuan mungil namun sangat cantik itu sudah menyiksanya pagi-pagi begini.


Bagaimana tidak, burung pusakanya yang sedang tidur tampan malah di bangunkan istrinya yang tidak bertanggung jawab itu. Setelah membuatnya terbangun dengan senangnya dia bilang, cepat sarapan dan berangkat kerja. Itu sangat menyiksa bayi besar itu.


Ramon dan Salsa keluar kamar untuk sarapan bersama, rengekan Ramon untuk bermain sebentar saja tidak di dengar oleh Salsa dengan alasan mamahnya sedang menunggu untuk sarapan. Itu memang benar, tapi nyonya Sekar adalah ibu dan mertua yang sangat pengertian bukan. Dia pasti akan mengerti jika anak dan menantunya tengah memproses cucu untuknya.


Namun si micin tidak menggubris bayi kingkong berhati hello kitty dan setinggi pohon cemara itu.


"Awas kau micin, nanti malam aku akan menghabisimu lihat saja" gumam Ramon.


Nyonya Sekar yang melihat anak dan menantunya sudah turun merasa senang. Karena pagi ini mereka akan sarapan bersama. Melihat senyum mamahnya membuat Ramon mengerti jika istrinya sangat sayang pada mamahnya. Dan keputusan si micin sudah sangat tepat untuk menunda ritual aye-aye pagi ini.


"Ramon, Sasa ayo sayang kita sarapan bersama... " ajak nyonya Sekar


"Iya mah..." ucap mereka bersamaan. Nyonya Sekar sangat baik dan sangat menyayangi Salsa seperti anak kandungnya sendiri. Dan Salsa juga sangat beruntung memiliki mertua seperti nyonya Sekar.


"Ramon kenapa wajahmu di tekuk seperti itu? " tanya nyonya Sekar.


Sepertinya meskipun keputusan sarapan bersama sudah tepat, namuan karena hasrat yang tidak tersalurkan membuat mood Ramon agak berantakan.


"Tidak apa-apa mah " jawab Ramon tersenyum merasa tidak enak dengan sikapnya yang seperti ini.


"A abon kesel sama Sasa mah.... "jawab Salsa yang sambil mengoles selai ka atas rotinya.


"Kesal kenapa sayang? apa kalian bertengkar? " tanya nyonya Sekar, semoga saja tidak ada masalah antara keduanya. Karena nyonya Sekar tidak mau kehilangan menantunya yang lucu ini.


"Tidak mah, kami tidak bertengkar " jawab Ramon memasang wajah sesantai mungkin. Namun detak jantungnya sudah tidak beraturan, takut jika mulut lucknut istrinya akan mengeluarkan lahar pedas. Ramon tidak bisa bayangkan jika Sasa sampai membahas sosis saktinya di depan mamahnya.


"Itu loh mah eeemmmpt..... "mulut Salsa langsung di jejal roti oleh Ramon. Salsa kesal dan langsung mengerucutkan bibirnya.


"Diam dan jangan bicara apa pun...." ucap Ramon sambil berbisik namun masih terdengar jelas di telinga nyonya Sekar.


"Ramon, kamu tidak boleh seperti itu kepada istrimu" tegur nyonya Sekar


"Biar saja mah... " jawab Ramon


"Ramon.... "ucap nyonya Sekar


"Iya mah.... "


"Sasa sayang apa yang terjadi cerita sama mamah" Tanya nyonya Sekar. Ramon langsung memandang ke arah Salsa memberi kode agar jangan menceritakan apa pun pada mamahnya. Si micin langsung mengangguk membuat Ramon bernafas denga lega.

__ADS_1


"Sasa... " panggil nyonya Sekar


"Iya mah, ga apa-apa kok. Kita ga berantem tadi Sasa cuman bilang sama burung perkutut nya supaya jangan nakal, terus Sasa elus biar baik dan anteng ehh malah berdiri burungnya A Abon. A Abonnya malah kesel sama Sasa, A Abon bilang Sasa istri yang tidak bertanggung jawab, padahal Sasa teh kasian sama mamah, kalo sarapan sendiri " ucap Salsa polos, mendengar itu Ramon langsung membenturkan kepalanya ke meja makan dan berharap punya jurus menghilang agar bisa pergi saat itu juga.


Sedangkan nyonya Sekar langsung meminum susunya hingga tandas, lalu menarik nafasnya dengan kasar. "Harusnya aku tidak bertanya tadi... "gumam nyonya Sekar karena merasa malu sendiri mendengar ucapan menantunya.


"Aku sudah bilang kan mah, jangan bertanya padanya... " ucap Ramon lesu


"Iya Ramon maaf.... " ucap nyonya Sekar tersenyum kaku. Astaga nyonya Sekar merasa malu mendengar ucapan menantunya apalagi putranya. Mungkin saat ini putra kesayangannya tengah ingin menggali lobang untuk bersembunyi karena istrinya tengah membahas soss miliknya. Meskipun nyonya Sekar ibu kandung Ramon tetap saja dia merasa risih mendengarnya karena sosis anaknya kini sudah berubah menjadi sosis berkumis karena di makan usia.


*


*


*


Di kantor


"Astaga aku tidak bisa bekerja dengan fokus" ucap Ramon


Ivan asistentnya merasa terkejut mendengar bosnya bicara dan terlihat sedang serba salah.


"Tidak apa-apa pak" jawab Ivan. Ivan berpikir mungkin saat ini bosnya sedang banyak pikiran. Ivan tidak tahu saja jika yang di pikirkan bosnya adalah hal yang sangat konyol yaitu tentang sosis sakti miliknya.


"Ivan.... " panggil Ramon


"Tolong kau ke kantor cabang dan antarkan berkas ini, aku tidak bisa pergi karena istri dan mamahku akan kesini untuk makan siang.


"Baik pak...." jawan Ivan.


*


*


*


Di kediaman Adyatama


"Mah.... " panggil Sasa


"Iya sayang ada apa? " tanya nyonya Sekar

__ADS_1


"Nanti siang kita ke kantor A Abon yuk kita makan siang bareng, tapi ga usah masak biar nanti aku yang traktir... " ucap Salsa hingga nyonya Sekar tersenyum senang dengan perhatian menantunya yang aneh ini. Meskipun menantunya aneh dan polos luar biasa, tapi dia sangat menyayangi gadis cantik ini.


"Oh ya ampun mamah sepertinya tidak bisa sayang, karena siang ini mamah ada janji temu dengan dokter. Mamah mau cek dulu sayang, tidak apa-apa kan? " jawab nyonya Sekar.


"Oh, ya udah ga apa-apa "jawab Sasa tersenyum


"Nanti kamu berangkat di antar supir ya, jangan berangkat sendiri " titah nyonya Sekar


"Iya mah.... "


*


*


*


Ramon merasa lelah karena pekerjaannya sangat banyak hari ini, dia melihat jam sepertinya sebentar lagi istrinya akan datang untuk mengajaknya makan siang.


Ramon meregangkan otot-otot tubuhnya yang terasa pegal. Dan. ia menyandarkan kepalanya di kursi sambil menutup matanya. Ia inhin istirahat sebentar karena Ivan juga tidak ada di sana dan sudah pergi ke kantor cabang.


Ramon menutup matanya, setelah beberapa menit memejamkan matanya. Ramon merasa ada yang menyentuhnya, membelai wajahnya dan juga dada bidangnya. Usapan tangan itu sangat lembut, entah Ramon bermimpi atau tidak tapi usapan itu terasa nyaman.


Terasa seseorang duduk di pangkuannya, dan kemudian memeluk leherya yang kokoh. Ramon masih diam, mungkin itu Salsa yang melakukannya. Memangnya siapa lagi yang berani menyentuhnya selain gadis imut itu.


Tapi tunggu aroma parfum ini Ramon teringat seseorang, tidak mungkin dia....Di saat yang sama saat Ramon akan membuka matanya. Terdengar suara yang selalu membuat Ramon rindukan kedatangannya dari tadi.


"A Abon...... " terdengar suara Salsa di depan pintu. Jika istrinya baru datang lalu siapa yang duduk di pangkuannya.


Ramon terkejut saat membuka matanya karena wanita yang duduk di pangkuanya bukanlah Salsa.


"Sasa...." Ramon langsung terbangun tanpa perduli gadis itu jatuh.


"A Abon lagi ngapain?" tanya Salsa


"Astaga Sasa aku...... "


*


*


*Jangan lupa like, komen dan juga kasih point dan vote ya ❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2