Me Vs Love (Jodoh Yang Tertukar)

Me Vs Love (Jodoh Yang Tertukar)
Bab 28


__ADS_3

Melihat kelakuan Bagas membuat Siena menjadi kesal. Bisa-bisanya asistent pelit itu memperlihatkan burung kutilangnya, ya walaupun masih dalam sangkar, tetap saja seorang gadis sepertinya merasa risih dan sangat aneh melihat hal seperti itu.


Sepertinya salah jika Siena menganggap dirinya masih seorang gadis karena dia sudah menikah, tapi walau sudah menikah dia masih gadis dan jiga masih sebagai perawan tersegel. Ahh Siena jadi bingung memikirkan tentang nasib dan statusnya.


Tapi asisten menyebalkan itu sudah menggarap tubuh bagian atasnya. Tapi Siena juga menikmatinya juga kan ? semua ini membuat Siena menjadi pusing. Hingga Siena terkejut saat ada lengan kekar yang memeluknya. "Kau sedang memikirkan apa model kusut?"tanya Bagas yang kini ada di belakang Siena sambil memeluknya dan menempelkan bibirnya di leher jenjang Siena dan memberi kecupan di sana hingga Siena seketika Siena meremang dan merasa geli di sana.


"Tidak ada yang aku pikir kan, pergi sana aku mengantuk "ucap Siena


"Ahh ternyata kau seorang pembohong" ucap Bagas, disebut pembohong tentu saja Siena tidak terima, berbohong bagian mana pikir Siena.


"Bohong apa maksudmu aku tidak mengerti " Bagas dan Siena masih dalam posisi yang sama Siena dalam pelukan Bagas. "Kau bilang aku boleh melakukannya padamu Siena, apa kau lupa?" tanya Bagas. Siena terkejut dia jadi ingat kalau dia pernah mengatakan kepada Bagas jika Bagas mau melakukannya padanya , maka Siena tidak keberatan.


"I-itu.... " Siena tergagap, dia menjadi bingung, bukankah memang itu sudah hak Bagas untuk memintanya. Lagi pula Siena bukan seorang gadis lagi yang harus menjaga keperawanannya.


Melihat Siena hanya diam saja si asistent pelit langsung membalikan Siena ke arahnya kemudian mengungkungnya. Siena merasa terkejut karena Bagas kini sudah berada di atasnya dan sedang menatapnya dengan sangat intens. Belum sempat Siena mengatakan sesuatu Bibir Bagas sudah memagut bibir Siena dengan sangat lembut. Bagas menarik tangan Siena dan mengalungkanya ke lehernya.


"B-bagas...." ucap Siena saat Bagas melepaskan pagutannya.


"Aku akan meminta hak ku malam ini " ucap Bagas


"A-apa....? " ucap Siena


"Kau tidak boleh menolaknya, kasihanilah burungku si maxy. Dia terus meronta-ronta mengajak bertamu dan bermain denganmu" ucap Bagas dengan tersenyum menyebalkan.


"Aku baru tahu satu hal lagi, selain pelit dan menyebalkan kau juga sangat mesum " ucap Siena

__ADS_1


Bagas langsung membuka pakaian yang ia pakai dan memperlihatkan tubuh indahnya yang selalu terbalut kemeja dan juga jas, Siena wanita normal tentu dia suka pemandangan itu, namun ia masih malu dan masih berpikir jika ia tidak boleh merenggut hak wanita lain.


Wanita lain? tapi bukan kah Bagas adalah miliknya yang sah. Siena masih bergelut dengan pikirannya., hingga tanpa sadar Bagas sudah menarik gaun tidurnya dan melemparnya entah kemana.


"Bagas.... " Siena terkejut dan langsung menutup tubuh bagian atasnya yang sudah tanpa penutup apapun walau sehelai benang pun.Membuat mata Bagas menjadi penuh kabut gairah karena melihat tubuh Siena yang sangat indah.


Bagas langsung saja memagut bibir Siena dengan sangat lembut, dengan kedua tangannya yang bermain di kedua aset Siena yang menjadi kesukaannya. Puas dengan tangan kini Bagas memainkannya dengan mulutnya. Bagas sudah seperti bayi besar yang sedang kehausan, hingga terus menghisap dan memainkan aset Siena bergantian hingga Siena menggelinjang.


Nikmat... itulah yang di rasakan kedua insan yang sedang dibakar oleh gairah. Mereka saling merajut cinta meskipun keduanya masih bertanya tentang perasaan mereka masing-masing. Tapi yang penting bagi mereka berdua saat ini adalah menuntaskan hasrat mereka. Urusan yang lain bisa nanti ia pikirkan . Bagas sudah tidak sabar untuk menerobos gua milik Siena hingga ia sudah mengeluarkan burung kutilangnya yang kini sudah berubah menjadi burung elang yang siap menerobos pintu surga Siena.


Namun sepertinya butuh kekuatan ekstra untuk menerobos masuk kesana, karena membuka segel tidak semudah membuka kunci. Siena sudah meringis karena ternyata burung yang hibernasi itu sangat ganas. Seperti sudah tidak tahan ingin bermain di sana. Dengan satu hentakan Bagas menjebol gawang Siena.Hingga Siena memekik karena sakit di bagian intinya. Itu terasa sangat perih.


Aaaaarkhhh.....


Siena sudah pasrah dengan semuanya, apapun yang terjadi nanti Siena akan menerimanya walau nanti Bagas akan meninggalkannya.


"Wooowww.....ini luar biasa Siena" ucap Bagas saat ia berhasil menjebol gawang milik Siena


"Jangan banyak bicara, ini sangat sakit kau tahu"ucap Siena .Bisa-bisanya makhluk medit ini malah mengajaknya bicara. Apa dia tidak tahu jika saat ini Siena tengah menanhan malu.


"Ini sangat nikmat.... " ucapnya sambil mengecup bibir Siena dan juga mulai menggerakan tubuhnya.


"Oh maxy ini luar biasa, aku akan memintanya setiap hari Siena" ucap Bagas di tengah-tengah kegiatannya mengobrak-abrik gua milik Siena yang masih sangat sempit.


Sedang Siena sudah tidak bisa mengatakan apa-apa. Rasanya sangat beragam antara nikmat namun masih terasa perih di tambah perasaan malu yang amat sangat. Karena manusia aneh yang menjadi suaminya kini telah melihat dan bahkan sudah memiliki semua yang ada pada dirinya, dan terus mengeksplor tubuhnya dengan tangan dan bibirnya, rasanya sungguh luar biasa.

__ADS_1


Hingga beberapa kali Siena menyebut nama Bagas, dalam kegiatannya. Begitu pun dengan Bagas yang sangat menikmati kegiatannya bersama dengan Siena.


Setelah beberapa jam baru mereka selesai melakukan kegiatan panas itu. Ini malam yang sunguh indah bagi mereka berdua. Siena yang kelelahan kini tengah tertidur dalam pelukan Bagas. Siena sangat kelelahan mengimbangi Bagas yang sangat ganas saat bercinta. Ternyata asistent pelit ini sangat wooow jika sedang bercinta.


Burung kutilangnya kini sudah bisa bermain kapan saja jika dia mau.


Bagas sedikit melamun setelah kegiatan panas itu. Ia melihat wajah Siena yang tertidur lelap di pelukannya. Bagas tidak tega jika harus meninggalkannya nanti, setelah semua yang ia lakukan padanya. Mungkin nanti Bagas akan bicara baik-baik pada Salsa tentang hubungan mereka ke depannya.


Keputusan ini pasti akan sangat menyakitkan untuk Salsa. Tapi Bagas bukanlah pria yang tidak bertanggung jawab. Dia tidak mungkin meninggalkan Siena. Salsa mungkin memang bukan jodohnya .


Salsa dan Bagas harus terima itu, jodoh memang tidak ada yang tahu. Sebaiknya sekarang Bagas tidur sebelum burung elangnya terbangun lagi.


Wuaahh burung elang, Bagas jadi tersenyum sendiri mengingat percintaannya tadi.


"Kau sangat hebat maxy aku bangga padamu " ucap Bagas sambil mengusap burungnya yang belum ia masukan kedalam sangkarnya. Karena kini ia dan Siena masih sama-sama polos.


"Astaga.... " ucap Bagas yang melihat burung elangnya terbangun lagi karena usapannya.


"Jangan nakal maxy, istriku sedang tidur.... " ucap Bagas sambil menutup matanya.


"Dasar asistent gila..... " gumam Siena dalam hati yang mendengarnya bicara sendiri.


💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓


Like...like.... like..... 😊😘😘

__ADS_1


__ADS_2