Me Vs Love (Jodoh Yang Tertukar)

Me Vs Love (Jodoh Yang Tertukar)
Bab 57


__ADS_3

Di sebuah apartement mewah seorang gadis cantik dan juga seorang pria tampan sedang minum-minum untuk merayakan kesenangan mereka berdua untuk keberhasilannya yang sudah melukai Sasa. Ya dia adalah Sofi dan juga kekasihnya Roy, mereka berdualah yang sudah mencelakai Sasa.


Mereka berdua memang manusia-manusia jahat yang tidak menyukai kebahagiaan orang lain, sungguh picik sekali pikiran mereka berdua hingga hanya demi kepuasan hati, mereka tega menyakiti bahkan melukai orang lain.


"Hari ini aku sangat senang, aku suka melihatnya terluka. Kenapa tidak kau habisi saja gadis itu Roy, supaya aku tidak akan pernah melihatnya lagi " ucap Sofi.


"Sabarlah sayang, jangan terburu-buru bukankah melihat musuh menderita itu lebih menyenangkan ketimbang langsung menghabisinya. Membuatnya terluka sedikit demi sedikit itu lebih menyenangkan dari pada langsung melenyapkannya sekaligus" balas pria bernama Roy itu, Sofi mengangguk setuju sambil tersenyum jahat


"Kau benar sayang, aku ingin hidupnya menderita buat hidupnya tidak tenang. Dan buat dua menyesal karena sudah menikah dengan Ramon"


"Apa pun untukmu sayang... bolehkah aku meminta hadiahku..? " ucap Roy sambil menarik pinggang Sofi dan kemudian mengecup bibir merahnya.


"Tentu saja.. ." jawab Sofi tersenyum smirk kemudian membalas ciuman Roy, dan perbuatan yang seharusnya di lakukan oleh pasangan halal pun mereka berdua lakukan.


*


*


*


Di rumah sakit


Ramon dengan setia menemani istrinya, dia merasa sangat khawatir dengan keadaannya. Penyesalan demi penyesalan terus menghampiri pria berhati lembut ini.


Sasa mulai mengerjapkan matanya,terlihat Sasa mulai membuka matanya sedikit-sedikit menyesuaikan dengan cahaya di ruangan dimana ia di rawat. Melihat istrinya yang mulai sadar Ramon tersenyum dan langsung membelai wajahnya dengan lembut.


"Mas Ramon... " panggilnya lemah


"Sayang, bagaimana keadaanmu? "tanya Ramon


"Kepala Sasa sakit, tadi Sasa takut ada yang ngasih kucing yang udah di potong-potong sama Sasa.. "ucap Sasa

__ADS_1


"Apa...kucing ?" tanya Ramon yang tadi tidak sempat melihat keadaan di sana karena panik melihat Sasa terluka.


"Iya kucingnya berdarah banyak banget, Sasa jadi mual" ucapnya sambil menutup mulutnya


"Sudah sayang jangan di ingat-ingat lagi, maaf karena aku pulang terlambat kau jadi terluka" Ramon berucap sedih sambil mengecup bibir istrinya yang terasa dingin.


"Istirahatlah aku akan menjagamu" ucap Ramon, Sasa pun menutup matanya tapi kemudian dia membuka matanya lagi dan melihat ke arah Ramon.


"Ada apa? jangan takut aku akan menjagamu di sini"


"Jangan kasih tahu Bira ya Sasa di rumah sakit. Sasa ga mau Bira khawatir terus nanti ngasih tahu umi sama Abi. Takutnya mereka nanti ga tenang" ucap Sasa masih lemah


"Iya sayang tenang saja... " Sasa pun menutup matanya kembali dan kemudian tertidur. Karena lelah Ramon pun tertidur di kursi dekat ranjang Sasa. Sesungguhnya sekarang Ramon ingin sekali memeluk Sasa tapi itu tidak mungkin ia lakukan karena istrinya itu sedang sakit.


*


*


*


Pagi ini Bagas meminta ijin pada Regan karena ia akan datang terlambat. Pagi ini ia akan mengajak Siena ke rumah sakit untuk memeriksa kandungan Siena. Bagas sudah tidak sabar ingin sekali melihat calon anaknya hari ini.


Setelah melakukan perjalanan tak lama pun mereka berdua sampai di rumah sakit. Untung saja Bagas sudah membuat janji dengan dokter kandungan itu hingga ia tidak perlu lama menunggu. Hal seperti itu bukanlah hal yang sulit untuk seorang Bagaskara asistent pelit yang handal.


Bagas dan Siena di persilahkan masuk oleh dokter itu, di sana Siena pun di tanya apa saja keluhannya dan juga tanggal terakhir menstruasinya dokter juga mengecek tensi darah Siena yang ternyata tensinya rendah. Pantas saja Siena selalu merasa pusing dan juga lemas.


Setelah itu dokter pun meminta Siena untuk rebahan di tempat tidur yang ada di sana dan menghadap ke layar monitor di depannya.


Sebuah gel dingin di oleskan di perut Siena yang masih tampak ramping, tak lama setelah itu munculah sebuah gambar kecil di monitor yang menunjukkan calon anak mereka berdua.


Bagas dan Siena merasa terharu melihat calon anak mereka.

__ADS_1


"Astaga kecil sekali dia... " ucap Bagas


"Kandungan nona Siena baru berjalan lima minggu tuan... " ucap dokter itu.


"Benarkah... ?" tanya Siena tidak percaya dan dokter itu pun mengangguk tersenyum kepada Siena.


"Oh iya dokter, apa aku boleh bertanya sesuatu?" tanya Bagas


"Tentu saja tuan silahkan... "


"Apa aku dan istriku masih boleh melakukan kegiatan bercocok tanam? " tanya Bagas


"Oh itu sebaiknya kegiatan yang berat seperti bercocok tanam harus di kurangi pak kasihan nona Siena. Berikan tugas yang ringan saja seperti menyiram tanaman itu pun sedikit saja hanya beberapa pot misalnya " jawab dokter itu yang tidak mengerti ucapan si asistent pelit bin aneh ini.


"Yang bertugas menyiram itu aku, bukan istriku bagaimana dokter ini" jawab Bagas tidak terima karena meyiramkan lava dari letusan kemarahan gagang sapu adalah tugasnya bukan tugas Siena. Tugas Siena adalah menampung lava bukan menyiram lava dokter yang sangat aneh pikir Bagas.


Mendengar ucapan suaminya yang mulai ngawur Siena langsung saja memotong ucapan Bagas dan menjelaskan maksud dari ucapan suami anehnya ini. Siena juga merasa kasihan kepada dokter ini karena merasa bingung dengan ucapan Bagas.


"Maaf dokter maksud suami saya adalah, apa boleh melakukan hubungan suami istri saat saya sedang hamil? " jelas Siena yang harus menahan malu karena menanyakan hal itu.


"Oh itu, maaf saya tidak mengerti tadi. Tentu saja boleh asal di lakukan dengan pelan-pelan" jawab dokter itu tersenyum.


"Itulah maksudku dokter, begitu saja tidak mengerti " ucap Bagas mulai menyebalkan.


"Bukan dokter yang tidak mengerti tapi kau yang aneh... " kesal Siena.


"Pasangan yang aneh, istrinya waras tapi suaminya setengah waras "gumam dokter dalam hati sambil tersenyum kaku.


*


*

__ADS_1


*


Like dan komennya aku tunggu 😘😘😘


__ADS_2