Me Vs Love (Jodoh Yang Tertukar)

Me Vs Love (Jodoh Yang Tertukar)
Bab 68


__ADS_3

Ramon dengan segera menyusul Sasa ke rumah sakit, namun saat ia turun Ramon berpapasan dengan Bira dan juga Regan. Semakin rumit saja masalah yang akan di hadapinya saat ini. Sabira dan Regan pasti sudah si hubungi oleh Bagas dan pasti kesalah pahaman ini akan bertambah rumit saja.


Bira menatap Ramon dengan sengit, hingga air matanya tak terasa keluar menetes di pipi mulusnya. Dan tentu saja itu menyulut kemarahan Regan, satu tetes air mata Bira sangat berharga untuk Regan. Tak pernah sekali pun Regan menyakiti Bira hingga meneteskan air matanya. Regan langsung menghampiri Ramon dengan tatapan tajam.


"Apa yang kau lakukan pada sepupu istriku...!!!"


Bughh....


Satu pukulan lagi mendarat di wajah Ramon, Bira tidak bicara ia hanya memalingkan muka saja melihatnya. Rasanya sangat sakit membayangkan sepupunya di khianati di depan matanya sendiri. Bira merasa seolah ia adalah dirinya, hingga ia tak kuasa menahan tangisnya.


Melihat situasi yang mulai panas, Ivan mencoba untuk menengahi mereka. Dia mencoba menghadang Regan di bantu oleh para security di rumah sakit itu.


Hancur sudah wajah tampan Ramon, karena di buat babak belur oleh bos dan asistent itu. Ramon terkapar tidak berdaya, Ivan panik dan meminta para suster dan yang lainnya untuk membawa Ramon untuk di obati.


"Harusnya kau tidak mencegahku, asistent kurang ajar...!!! " Sergah Regan


"Dengarkan dulu penjelasanku pak..."jawab Ivan dengan nafas terengah, hari ini benar-benar menguras tenaga dan pikiran Ivan. Kesalah pahaman yang rumit.


"Penjelasan jika bos mu itu berselingkuh di depan sepupuku yang sedang mengandung, dia manusia jahat... " ucap Bira sambil menangis. Melihat istrinya menangis Regan langsung memeluk Bira dan menenangkannya.


"Jika, tidak ada istriku kau sudah aku hajar habis-habisan menggantikan bos mu yang brengs*k itu...!! " bentak Regan dengan sangat marah.


"Astaga, kenapa semua jadi kacau begini.... " ucap Ivan sambil mengacak rambutnya frustrasi.


"Pak Regan.... " panggil Bagas yang menghampiri Regan di sana.

__ADS_1


"Sasa gimana mas Bagas? "tanya Bira


"Sasa masih di periksa nona .. " jawab Bagas


"Hey kau, bersikaplah sebagai lelaki sejati jika bos mu sedang berada di jalan yang salah, ingat kan dia jangan mendukungnya....!!! " ucap Bagas dengan marah melihat Ivan.


Merasa posisinya dan Ramon di sudutkan membuat Ivan naik pitam, namun Ivan masih mencoba menetralisir amarahnya. Terlihat dari caranya beberapa kali menarik nafas menahan kesal.


"Kau tidak mendengarku....!!! " ucap Bagas masih di kuasai emosi. Sedang Regan terus menatap Ivan dengan tajam, Regan tidak mau memperlihatkan kemarahannya di hadapan Bira. Karena jika Regan sedang marah, Ivan yang kini ada di hadapannya tidak akan selamat.


"Apa kau tidak bisa diam sialan, dengarkan aku dulu...!!! " jawab Ivan dengan sangat marah.


Untung saja mereka bertengkar di halaman parkir yang sepi hingga tidak banyak orang yang mendengarnya.


"Pak Ramon hanya pura-pura saja menggoda Sofi mantan kekasihnya itu, untuk menjebaknya supaya dia mau mengakui jika dia lah yang sudah melukai Sasa...!!! ucap Ivan masih emosi


"Iya, dan kau asistent pelit kau masih ingat saat Sasa di rawat ke rumah sakit. Kami bercerita bahwa kami sedang menyelidiki siapa pelakunya.Jangan bilang kau lupa, kalau kau lupa aku akan menghajarmu sekarang juga..!!! " ucap Ivan masih kesal


"Sasa pernah di rawat ? kenapa gak ada yang ngasih tahu Bira...? " tanya Bira.


"Itu karena permintaan nona Sasa yang tidak mau semua orang khawatir padanya" jawab Ivan mulai melunak.


"Lalu apa hubungannya dengan semua ini? "tanya Regan.


Ivan pun akhirnya menceritakan semuanya, mulai dari hadiah palsu sampai dengan orang yang melukai Sasa. Sasa termasuk orang baru di kota, dia tidak banyak kenalan selain anak-anak pokemon dan yang lainnya. Dia tidak punya musuh.

__ADS_1


Dari saksi pelayan itu Ramon menyimpulkan jika Sofi lah yang telah melukai Sasa. Karena hanya dia yang pernah berselisih dengannya, apalagi beberapa kali Sasa mencoba mendekati Ramon lagi. Namun Ramon tidak pernah menggubrisnya dan selalu mengatakan jika ia sangat mencintai Sasa istrinya,dan mungkin saja itu bisa menjadi salah satu pemicu Sofi untuk membenci Sasa. Ramon juga tidak pernah memberi tahu Sasa, karena takut istrinya akan salah paham. Karena di hati Ramon hanya Sasa lah yang ia cintai tidak ada yang lain.


"Jika di desak secara paksa wanita licik itu tidak akan pernah mengaku, makanya aku dan pak Ramon berencana untuk menjebaknya dengan cara halus sampai ia mendapatkan bukti jika Sofi lah yang sudah mencelakai Sasa" jelas Ivan pada mereka bertiga.


"Lalu kenapa Sasa, bisa berada di sana? "tanya Regan.


"Itu karena aku yang memberi tahunya, aku pikir nona Sasa bagian dari sandiwara ini. Ternyata aku salah... " ucap Ivan menghembuskan nafas kasar. Karena kesalahannya semua kejadian hari ini terjadi.


Jangan tanya perasaanya karena Ivan merasa sangat bersalah. Untungnya Ramon bukanlah bos yang suka menyalahkan asistentnya jika ada kesalahan. Karena kekeliruan itu pasti ada pikir Ramon.


"Astaga jadi semua ini karena kebodohanmu... ?"ucap Bagas


"Apa kau bilang....?? " sepertinya si asistent pelit mulai menyulut emosi lagi.


"Asistent bodoh... " ledek Bagas


"Dasar asistent kurang aj*r..." jawab Ivan


*


*


*


Ya ampun mimin jadi kasian sama A Ivan 😌 pengen peluk tapi takut di marahin sama tukang pecel 😝😝

__ADS_1


like dan komennya di tunggu ya


__ADS_2