
Setelah acara membobol gawang pasangan suami istri itu tidur terlelap karena kelelahan. Meskipun awal-awal Sintia merasa tidak nyaman karena sakit dan perih di area pribadinya lama-lama ia pun menikmati sentuhan suaminya. Dasar memang tukang pecel sekaligus mantan pelakor ini sebenarnya tidak punya pengalaman apa-apa saat bercinta
Terbukti dari gerakannya yang kaku dan banyak malu, saat Ivan melihat dan merasakan semuanya. Kini mereka berdua tidur terlelap dengan posisi saling berpelukan .
*
*
*
Malam ini Bagas tidak bisa istirahat karena istrinya banyak sekali permintaan malam ini. Mulai dari ingin makan di luar di tenda pinggir jalan sampai berkunjung ke pasar malam. Katanya Siena selama ini tidak pernah pergi ke tempat -tempat seperti itu. Jadi ia ingin tahu dan bagaimana rasanya pergi ke sana. Sebagai suami yang baik dan siaga tentu Bagas mengabulkan permintaan istrinya yang tidak seberapa itu.
"Bagas nanti di sana aku ingin makan permen kapas ya... " ucap Siena dengan wajah bersinar, membuat Bagas menjadi bahagia melihatnya. Seolah menguap semua rasa lelahnya setelah seharian ini bekerja.
"Tentu sayang apa pun maumu" jawab Bagas membelai lembut rambut panjang Siena. Melihat penampilan Siena sekarang entah kenapa terlihat lebih cantik berkali-kali lipat. Perutnya kini sudah kelihatan membuncit karena usia kandungannya yang hampir menginjak lima bulan.
Rambut panjangnya di biarkan tergerai indah make up tipis menghiasi wajah cantiknya di padu padankan dengan dress yang sangat cocok di tubuhnya. Ahhh semakin cantik saja istrinya itu. Andaikan tidak kasihan padanya, Bagas lebih suka mengurung istrinya di kamar dan mengajaknya berbagi peluh di kamar di bandingkan mengajaknya keluar malam-malam seperti ini.
Kini mereka berdua sudah sampai di pasar malam, pasar malam itu tidak ada setiap hari melainkan satu bulan sekali yang hanya ada sepuluh hari saja. Makanya Siena sangat antusias mengajaknya karena takut pasar malamnya kwburu tidak ada. Sebenarnya Siena mengetahui ada pasar malam ini dari akun sosial medianya karena sejak menikah dengan Bagas dia lebih senang menghabiskan waktunya di rumah dari pada berjalan-jalan bersama teman-temannya seperti yang selalu ia lakukan dulu.
"Wahh Ramai sekali ya di sini, kau tahu Bagas baru kali ini aku menginjakan kakiku di tempat seperti ini" ucapnya dengan bahagia
__ADS_1
"Aku senang kau bahagia Siena, nikmati waktumu tapi kita tidak bisa lama-lama .Ibu hamil jangan lama-lama keluar malam" ucap Bagas
"Iya baiklah..."jawab Siena.
Mereka berdua mulai berkeliling di sana, mereka hanya berkeliling saja karena tidak mungkin kan jika Siena naik salah satu permainan yang ada di sana. Apa lagi Siena sedang hamil begitu. Cukup lama mereka berdua berkeliling menikmati suasana pasar malam yang Siena inginkan.
"Bagas aku lelah, aku mau istirahat saja dulu... " ucap Siena yang merasa kelelahan.
"Kita pulang saja Siena, kau tampak kelelahan" ucap Bagas yang melihat Siena sangat lelah dan keringat keluar dari wajah cantiknya
"Tapi kita belum membeli permen kapasnya... "rengek Siena.
Bagas melihat penjual permen kapas yang di kelilingi banyak orang. Bagas pun segera menghampirinya, dan ternyata penjual permen kapas itu membuat permen kapasnya dengan bentuk sesuai keinginan pembeli. Bagas tertarik dan ingin memesan bentuk seperti yang ia inginkan.
Setelah beberapa lama mengantri Bagas pun langsung memesan bentuk yang ia inginkan. Tak menunggu lama pesanan Bagas pun siap, ia membeli beberapa macam bentuk untuk istrinya. Kemudian ia memberikan beberapa lembar uang merah hingga pedagang tersebut merasa sangat senang.
Beberapa kali pedagang itu mengucapkan terima kasih pada Bagas karena sudah memberinya uang lebih. Bagas merasa kasihan saja pada pedagang yang sudah tua itu. Harusnya di usianya kini ia menikmati masa tuanya tapi penjual itu masih harus lelah mencari nafkah. Hati asistent pelit ini merasa terenyuh melihatnya untuk itu ia sedikit membantu pedagang permen kapas yang sudah tua itu.
Bagas pun kembali ke mobilnya dengan mulut yang tidak berhenti tersenyum dengan membawa beberapa permen kapas untuk istrinya .
"Bagas kenapa lama sekali... " ucap Siena, tapi ia senang Bagas membawakan pesanannya dengan berbagai bentuk yang lucu.
__ADS_1
"Tadi aku mengantri dulu sayang, banyak yang beli... "jawab Bagas
"Ohh... tapi kenapa bentuknya bagus-bagus dan lucu aku suka" ucap Siena yang melihat permen kapasnya dengan bentuk lucu ada yang berbentuk hati dan juga bunga.
"Aku sengaja memintanya untuk membentuknya seperti yang ku inginkan, ya walaupun sebenarnya bentuk yang aku ingin kan tidak bisa dibuat olehnya" jelas Bagas
"Kenapa tidak bisa...? tanya Siena.
"Bukan tidak bisa, tapi aku tidak mengatakannya pada pedagang itu" Jawab Bagas
"Ahh kau ini, bagaimana pedagang itu akan membuatnya jika kau sendiri tidak mengatakannya" ucap Siena
"Aku malu, makanya tidak jadi"
"Malu? malu kenapa? "tanya Siena penasaran suaminya yang tidak tahu malu ini mengatakan malu.
"Aku malu mengatakannya, jika aku ingin bentuk permen kapanya mirip dengan si Maxy "jawab Bagas. Sontak saja jawaban suaminya membuat Siena ggeleng-geleng kepala. Otak mesum suaminya memang sudah level akut.
"Astaga.... Amit-amit" gumam Siena sambil mengusap-usap perutnya dan berharap kelak anaknya tidak berkelakuan aneh seperti papanya.
Dukungannya mana nihh 😚😚😚
__ADS_1