
Pagi ini Salsa terbangun dengan tubuh yang sangat pegal dan terasa sangat sakit dan perih di bagian intinya. Saat Salsa membuka mata, yang pertama ia lihat adalah wajah tampan suaminya yang sedang mememluknya. Tubuh mereka berdua masih polos karena kegiatan semalamnya.
Salsa merasa sangat malu kepada Ramon, karena sakit hati oleh Bagas ia malah tidur dengan Ramon. Apa Salsa salah ?tentu saja tidak. Salsa akan membicarakan ini dengan Bagas. Lagi pula asisten pelitlah yang duluan mengkhianatinya. Tadinya Salsa hanya ingij unboxing setengah saja seperti yang di lakukan oleh Bagas dan Siena. Tapi nyatanya manusa Abon ini tidak bisa menahan hasratnya untuk menjebol gawang milik Salsa. Yang akhirnya mereka melakukan percintaan pertama mereka berdua.
Salsa terlihat melamun dalam pelukan Ramon tanpa menyadari jika Ramon tengah menatap gadis cantik ini. Apa dia telah menyesal memberikan sesuatu yang berharga yang ada pada dirinya, ataukah ia akan mengajaknya berpisah setelah dua bulan.
Oh tidak, Ramon tidak ingin kehilangan gadis micinnya yang gurih. Sebelum semua itu terjadi Ramon akan menghamili Salsa agar manusia pelit bin medit itu tidak mengambil gadis micinnya Sasako.
"Apa yang kau pikirkan? "tanya Ramon sambil membelai wajah Salsa yang sangat cantik.
Salsa hanya menggelengkan kepalanya "Ga ada yang Sasa pikirin, tapi Sasa cuma lagi bingung aja " jawabnya, Ramon tersenyum mendengarnya
"Sasako iti artinya kau sedang memikirkan sesuatu, kau sedang memikirkan apa ?" tanya Ramon sambil mengecup bibir mungil Salsa yang terlihat menggoda dari tadi. Salsa terlihat sedang berpikir sebelum mengatakannya kepada Ramon.
"A abon bakal tanggung jawab kan sama Sasa? "tanyanya sambil jari telunjuknya bermain-main di dada Ramon seperti sedang menggambar sesuatu. Tak tahu kah Salsa saat ini sedang membangunkan burung kutilang yang sedang tidur tampan setelah semalaman bermain-main di gua Salsa yang sangat nikmat. Dan burung kutilang itu kini tengah mengajak Salsa bermain lagi.
Ramon mentralkan perasaannya sebelum menjawab pertanyaan Salsa. Namun diamnya Ramon malah di anggap hal lain oleh Salsa yang mengira Ramon akan meninggalkannya setelah aye-aye dengannya.
"A Abon ga mau tanggung jawabnya sama Sasa? "tanya gadis mungil ini dengan wajah yang sedih dan mata berkaca. Ahh imut sekali gadis ini membuat Ramon ingin menerkamnya sekali lagi.
Ramon mengusap pipi Salsa dengan lembut lalu kemudian tersenyum " Dasar gadis bodoh, kau adalah istriku tentu saja kau tanggung jawabku. Dan aku tidak akan pernah meninggalkanmu Sasa"
"Beneran? " tanya Salsa tidak percaya jika hello kitty di depannya akan bertanggung jawab kepadanya.
"Tentu saja tapi ada syaratnya" ucap Ramon
"Syaratnya apa? " tanya Salaa
"Tidurkan lagi senjataku yang sudah kau bangunan " ucap Ramon sambil mengecup lagi bibir mungil itu, namun kali ini kecupan itu agak lama hingga berakhir menjadi ******n.
Salsa merasakan sesuatu yang keras kini telah mulai menusuk-nusuknya. Dan dengan bodohnya Salaa malah melihat kedalam selimut dan melihat jika burung Ramon tengah berdiri tegak mengarah ke Salsa.
"Oh ya ampun, tidurnya anak manis jangan nakal " ucap Salsa sambil mengelus lembut dengan tangan mungilnya.
Tindakan Salsa bukan malah menidurkan nya malah membuatnya semakin tegak berdiri.
"Astaga Salsa....."Ramon mengerang karena sentuhan tangan mungil itu.
__ADS_1
Ramon sudah tidak tahan dan akhirnya mengungkung kembali gadis itu untuk menerkam yang kedua kalinya.
" Kau harus bertanggung jawab gadis kecil " ucap Ramon yang kembali mengecup bibir kecil itu dan terus menyesapnya hingga bibir Salsa terlihat bengkak dan kembali melakukan penyatuan lagi di pagi itu.
Mungkin itu yang dinamakan olahraga pagi penambah imun suasana hati. Kegiatan panas itu Ramon dan Salsa lakukan hingga lagi dan lagi. Sepertinya Salsa sudah membuat Ramon menjadi candu.
*
*
*
Di ruang makan nyonya Sekarang duduk sendiri menikmati sarapan paginya dengan penuh senyuman, seperti nya keinginannya menjadikan Salsa sebagai menantu tetapnya akan terwujud. Terbukti pagi sudah hampir lewat tapi anak dan menantunya belum keluar dari kamar.
Setelah beberapa kali pelepasan akhirnya Ramon merasa puas. Pagi ini di lewatinya dengan sesuatu yang indah. Tubuh kecil itu terkulai lemah karena kelelahan. Ramon merasa bersalah karena terlalu berhasrat pada gadis kecil ini.
"Sasa maafkan aku " ucap Ramon yang melihat Salsa sangat lemas karena perbuatannya. Salsa tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Ga apa-apa kok, Sasa baru tahu kalo aye-aye itu bikin cape. Pantes aja temen-temen Sasa. suka bilang lemes. Ternyata sekarang Sasa rasain sendiri gimana rasanya, emang cape tapi enak.... " ucapnya dengan tertawa membuat Ramon gemas melihatnya.
"Dasar kau micin.... " ledek Ramon
"Oh astaga, aku jadi ingin tahu kalian jika berkumpul menceritakan apa?" Ramon geleng-geleng kepala.
"Nyeritain ngadon anak.... " jawabnya polos
"Aku tidak bisa membayangkannya, kalian makhluk kecil tapi sangat..... " Ramon tidak bisa meneruskan ucapannya.
"A Abon.... " panggil Salsa
"Kenapa? " posisi mereka kini masih berpelukan.
" Sasa lemes banget, gendong ya ke kamar mandi " pintanya dengan memelas membuat Ramon tidak tega menolaknya.
"Baiklah sayang saatnya bangun... " Ramon langsung terbangun dan menggendong tubuh kecil itu ke kamar mandi.
*
__ADS_1
*
"
Di kantor
Bagas tengah senyum-senyum seperti seorang yang baru saja mendapat lotre. Membuat bibir Regan gatal ingin sekali meledeknya.
"Dari tadi aku perhatikan, kau terus tersenyum bodoh. Apa kau sudah gila karena burungmu menjadi karatan? " tanya Regan menyebalkan.
"Anda ingin tahu, atau sangat ingin tahu ? " Bagas balik bertanya sangat menyebalkan
"Hey asistent kurang ajar, bos mu sedang bertanya jadi jawab saja.... " ucap Regan tidak sabaran.
"Tidak mau ini rahasia... " jawab Bagas lagi masih sambil melihat berkas di depannya.
"Sudah mulai berani kau ya.... " ucap Regan.
"Ini rahasia pabrik pengolahan bayi, jadi anda tidak perlu tahu karena anda sudah punya pabrik sendiri " jawab Bagas. Regan langsung tersenyum meledek.
" Jadi burung jelekmu itu sudah bersarang rupanya, pantas saja kau senang ternyata burungmu yang karatan itu sudah di asah " ledek Regan.
"Enak saja anda bilang burung saya jelek, burung ku sangat tampan dan gagah Siena sangat menyukainya " Ucap Bagas tidak Terima burung elang nya yang gagah perkasa di katakan jelek oleh Regan si kanebo kering.
Regan terbahak mendengarnya " Salah sarang rupanya " ledek Regan
" Tidak salah pak, karena sarang halalnya ada pada model kusut itu " jawab Bagas
"Berarti ada sesuatu yang harus di luruskan antara kau dan gadis micin itu" ucap Regan
"Nanti aku akan bicara dengan Sasako pak "
"Ya bicaralah jika burung jelekmu sudah masuk sangkar yang lain " ucap Regan.
"Astaga jika saja dia bukan bosku, aku sudah mencekiknya dari dulu " gumam Bagas dalam hati
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
__ADS_1
Like komen sama poinnya di tunggu ya 😘😘😘