Me Vs Love (Jodoh Yang Tertukar)

Me Vs Love (Jodoh Yang Tertukar)
Bab 63


__ADS_3

Astaga tukang pecel.... " ucap Ivan sambil menatap Sintia.


"Apa...!!! "


"Dasar anak sableng, gadis cantik kaya begitu di bilang tukang pecel" ucap ibunya Ivan sambil memukul bahu kekar putranya.


"T-tapi..... "


"Sudahlah, tidak masalah. Aku sudah biasa di panggil seperti itu" ucap Sintia memaksakan senyumnya. Ivan jadi menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia juga jadi merasa tidak enak pada Sintia dan keluarganya. Karena profesinya yang sebagai model malah di sebut tukang pecel.


Acara makan malam pun di mulai, mereka makan dengan tenang sambil sesekali mengobrol dan tertawa di sana. Ivan mencuri pandang pada Sintia yang malam ini terlihat sangat cantik walau dengan tampilan sederhana.


Sintia berpenampilan sederhana atas permintaan dari orang tuanya. Namun justru Sintia jadi terlihat sangat cantik dengan penampilannya itu.


Setelah acara makan malam selesai pun, mereka memberikan ruang kepada Ivan dan Sintia untuk bisa saling mengenal lebih jauh lagi. Mereka memutuskan untuk bicara berdua di luar.


Kini mereka berdua berada di luar di taman rumah Ivan, kebetulan taman di rumah Ivan ada sebuah gazebo hingga mereka berdua duduk di sana dan berbincang dengan sangat nyaman sambil selonjoran.


"Kenapa kau mau di jodohkan? " tanya Ivan penasaran karena gadis secantik Sintia apalagi seorang model tidak mungkin tidak ada pria yang mengejarnya. Sebelum menjawab Sintia menghembuskan nafas kasar.


"Karena aku lelah... "jawabnya


"Lelah...? " tanya Ivan dan Sintia pun mengangguk


"Lelah karena apa? "tanya Ivan lagi

__ADS_1


"Lelah mengejar cintaku yang tidak akan pernah kembali.... "jawabnya terlihat sedih.


"Maksudmu, kau lelah mengejar cinta pak Revan yang sudah tertambat pada hati nona Yura ?itu sangat mustahil nona. Cinta pak Revan sangat kuat pada istrinya. Meskipun istrinya termasuk salah satu spesies aneh dan langka, cintanya pada nona Yura sangatlah besar kau tidak akan mampu menggoyahkannya" jelas Ivan


"Aku tahu makanya aku bilang sangat lelah, perbuatan bodohku dulu membuatku kehilangan cintaku " ucap Sintia dengan penuh penyesalan


"Makanya jadi manusia itu pintar sedikit "ucap Ivan


"Tidak bisa kah kau bicara yang baik untuk menghiburku. Aku sedang sedih...." ucap Sintia.


"Aku tidak bisa menghibur seorang gadis, bahkan jika bayi Kingkong itu sedang merajuk saja hanya Sasako saja yang mampu meredakannya" ucap Ivan membuat Sintia tidak mengerti


"Aku tidak mengerti " ucap Sintia


"Jadi bagaiamana ?"tanya Sintia, tidak ingin bertanya lebih jauh lagi tentang anak-anak pokemon yang akan membuatnya sakit kepala


"Bagaimana apanya....?"tanya Ivan


"Kau menerima perjodohan ini atau tidak? "tanya Sintia


"Terserah kau saja" jawab Ivan enteng karena ia pikir Sintia tidak menyukainya.


"Baiklah.... "


*

__ADS_1


*


*


Setelah mengobrol panjang lebar bersama Sintia, Ivan pun kembali ke ruang tamu dan berkumpul lagi bersama keluarga.


Dengan tidak sabar, mereka bertanya apa mereka. merasa cocok atau tidak. Ivan bersikap santai saja, karena dari cerita Sintia sepertinya gadis itu tidak menyukainya dan pasti akan menolaknya. Jadi Ivan tidak perlu mengutarakan penolakannya kepada mereka, karena Ivan juga merasa tidak enak jika harus menolak seorang gadis.


Apalagi gadis itu dengan sengaja datang ke rumah ibunya dengan baik-baik. Tidak mungkin Ivan setega itu dan bersikap tidak sopan kepada mereka.


Untuk itu biarlah Sintia saja yang menjawab pertanyaan kedua keluarga .Karena jika penolakan itu keluar dari mulutnya sudah dapat di pastikan kemarahan ibu ratu akan membuatnya tidak bisa berkutik.


"Jadi bagaimana, apa kalian setuju ?" tanya papanya Sintia.


"Kalau kalian setuju langsung menikah saja, jangan tunangan-tunagan lama.... " sambung ibunya Ivan.


Sintia sejenak memandang Ivan, dan Ivan pun hanya melihat wajahnya dengan sangat santai. Itu karena sebenarnya dia sedang menunggu penolakan Sintia.


"Baiklah, kami sepakat untuk melanjutkan hubungan ini ke jenjang lebih serius " ucap Sintia


Ivan yang sedang memasukan anggut ke dalam. mulutnya pun langsung tersedak mendengar ucapan Sintia. Yang ia pikir akan menolaknya karena dia bilang malas menjalin hubungan dan hatinya pun merasa lelah.


Asistent pintar itu ternyata salah mengartikan maksud dari Sintia, yang ia maksud lelah adalah. Hatinya merasa lelah menunggu cinta yang tidak akan pernah kembali maka dari itu ia akan menerima sesuatu yang akan menghampiri hidupnya.Ia pasrah dengan keadaan, ia. pasrah dengan nasib hidupnya yang akan membawa ia kemana.


"Oh tidak... " gumam Ivan

__ADS_1


__ADS_2