Me Vs Love (Jodoh Yang Tertukar)

Me Vs Love (Jodoh Yang Tertukar)
Bab 83


__ADS_3

Mendengar istrinya berteriak Bagas dengan segera membawa Siena ke rumah sakit. Karena terburu-buru oa sampai lupa memberi tahu mertuanya dan juga barang-barang yang ia siapkan tadi.


Dengan segera Bagas mengemudikan mobilnya dengan dengan kencang, tidak peduli ada kendaraan lain ia terus saja menerobos. Melihat cara mengemudi suaminya membuat Siena merasa takut.


"Bagas pelan-pelan.... bawa mobilnya aku takut" ucap Siena


"Aku lebih takut anakku tiba-tiba meloncat Siena" ucap Bagas.


Kontraksi di perut Siena kini lebih terasa, ia terlihat meringis. Bagas panik melihat istrinya kesakitan.


"Sayang bersabarlah... " ucap Bagas saru tangannya ia membelai rambut Siena satu tangannya lagi ia pakai untuk menyetir. Tak lama mereka kini sudah sampai di rumah sakit, dokter dan suster dengan segera membawa Siena ke ruang bersalin.


"Aduhh perutku..... " rintih Siena


"Hey cepat kalian bantu istriku.....!!!" teriak Bagas


"Iya tuan, kami akan mengecek dulu pembukaannya... "


Bagas kemudian melihat cara dokter itu mengecek pembukaannya, membuat asistent pelit ini histeris karena tempat maxy bermain di masukan jari oleh dokter itu.


"Hey.... astaga dokter apa yang kau lakukan pada sarang maxyku....!!! Bagas histeris melihat lembah indah itu tengah di obrak-abrik


Para dokter dan suster berjingkat kaget mendengar teriakan pemilik si maxy memarahi mereka.

__ADS_1


"M-maxy.... ?" tanya dokter itu tidak mengerti sedangkan para suster hanya saling pandang. Melihat penyakit suaminya kambuh, membuat Siena berteriak kesal


"Dasar asistent pelit diamlah jangan mengganggu mereka.... " ucap Siena dengan nafas tersengal karena menahan rasa sakit dan mulas di perutnya.


"Mereka mengobrak-abrik tempat bermain maxy sayang, aku tidak rela... " ucap Bagas


Sedetik kemudian, dokter dan suster pun mengerti siapa sebenarnya si maxi ini. Ternyata maxy adalah burung nakal yang selalu muntah-muntah di sarang milik wanita cantik ini. Mereka hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan pemilik burung nakal itu.


"Aarrrkkkhhh..... " Siena menjerit merasa sakit


"Kenapa sayang? apa sangat sakit..? "tanya Bagas


"Ini sakit sekali Bagas hikss..... " Siena menangis


"Bertahanlah sayang... " ucap Bagas


*


*


Waktu sudah berjalan dua jam, tapi bayi itu belum mau keluar. Orang tua Siena sudah berada di luar ruangan , mereka panik anaknya ada. di dalam sana sedang memperjuangkan cucu mereka.


"Aku ingin melihat putriku... " ucap mamahnya Siena

__ADS_1


"Tunggulah di sana sudah ada suaminya yang menjaganya" jawab papanya Siena.


"Semoga saja menantu kita bisa bersikap normal saat di dalam" mengingat bagaimana sifat menantunya, ibunya Siena merasa khawatir, khawatir dokter dan suster di buat pusing olehnya.


Bagas frustrasi melihat keadaan Siena, Siena mulai melemah dia sudah tidak kuat bicara. Hanya terlihat lantunan doa yang keluar dari gerak bibir indahnya. Bagas tidak mau menjauh sedikit pun dari Siena. Ia terus memberi dukungan pada Siena agar kuat dan bisa bertahan.


Hingga Siena, merasa ada dorongan kuat dari dalam rasa mulas dan sakit yang luar biasa, seakan menjadi dorongan untuk Siena untuk berusaha mengeluarkan bayinya.


Hingga di teriakan terakhir akhirnya bayi itu keluar, dan terdengarlah suara tangisan bayi memecah di ruangan itu. Si pelit merasa terharu melihat bayinya lahir. Betapa besar perjuangan Siena demi melahirkan anaknya ke dunia.


Sungguh Bagas merasa kini hidupnya sangat sempurna sekarang.


"Selamat tuan dan nona bayi anda sudah lahir dengan selamat, bayinya sangat cantik... " ucap dokter itu.


Siena dan Bagas pun tersenyum merasa senang, akhirnya bayi mereka berdua lahir dengan selamat .


*


*


*


Jangan lupa dukungannya ya dengan like dan vote deta hadiahnya 😊😘

__ADS_1


__ADS_2