
Di sebuah apartement mewah seorang wanita cantik tengah mabuk, dia terus meminum-minuman memabukan yang ada di depannya. Entah berapa botol yang sudah wanita itu minum. Yang jelas kini wanita itu tengah mabuk.
"Ramon.... "ucapnya dengan lirih
"Kenapa kau menghianatiku....kenapa kau malah menikah dengan gadis kecil menyebalkan itu...!!!" ucapnya dengan marah.
Pranngg....
Sofi membantingkan gelas yang ia pegang hingga hancur berantakan. Seorang pria yang hendak menemuinya pun segera menghampirinya, karena terdengar suara pecahan gelas yang cukup kencang.
"Sofi... apa yang kau lakukan? " tanya pria itu yang melihat sofi yang sangat berantakan.
Sofi melihat pria itu dengan sangat nyalang, tatapanya penuh dengan kebencian. Sofi yang sedang duduk lunglai pun terbangun dan langsung memukulnya dengan membabi buta.
"Dasar brengs*k....semua ini gara-gara kau. Kalau saja waktu itu kau tidak melakukannya padaku. Saat ini Ramon pasti masih denganku. Gara-gara kau aku kehilangan Ramon...!!!" Sofi menangis histeris sambil terus memukul-mukul pria itu. Iya pria itu adalah pria yang sudah selingkuh dengan Sofi dan saat itu mereka tepergok oleh Ramon saat sedang melakukan hal yang seharusnya tidak boleh mereka lakukan.
Hingga saat itu juga Ramon langsung memutuskan hubungannya dengan Sofi. Karena Ramon merasa kecewa sekaligus jijik kepadanya dan kepada perbuatannya yang sudah menghancurkan hati Ramon seketika.
"Sofi sadarlah... jangan seperti ini. Aku sangat mencintaimu " ucapnya.
"Tapi aku sangat mencintai Ramon dan kau tahu itu..." ucap Sofi yang terduduk di lantai sambil menangis.
"T
api bukankah kau juga sangat mencintaiku? "tanya pria itu.
"Tapi aku juga mencintai kau dan juga Ramon... " balas Sofi
Pria itu langsung menarik Sofi ke dalam pelukannya, Sofi diam dan tidak memberontak. Pria bernama Roy itu langsung mendekap tubuh seksi Sofi.
"Kau mencintainya, tapi bukankah aku yang selalu memuaskanmu sayang... " ucap Roy sambil mengecup bibir merah merekah itu.
"Tapi kau tidak sekaya Ramon.... " keluh Sofi yang sudah mulai tenang.
"Ohh... ayolah sayang. Bukankah selama ini semua keinginanmu selalu aku penuhi " ucap Roy.
Sofi terdiam, memang benar selama ini semua keinginannya selalu di penuhi oleh Roy apa pun itu. Roy juga pria yang sangat kaya walau kekayaannya masih di bawah Ramon. Tapi Roy bisa pastikan Sofi akan bahagia dengannya dan tidak kekurangan apa pun.
__ADS_1
"Jadi apa yang harus aku lakukan? " tanya Sofi masih sedih dan masih berada dalam pelukan Ramon. Roy melepaskan pelukannya dan mengangkat dagu Sofi kemudian tersenyum.
"Yang akan kau lakukan sekarang adalah bersenang - senang, aku akan memuaskanmu seperti biasa" ucap Roy sambil mencium Sofi .
"Baiklah tapi kau haris membantuku membalas gadis menyebalkan itu...." ucap Sofi yang memeluk Roy dan menciumnya kembali.
"Apa pun untukmu " jawab Roy dan terjadilah hal yang sebenarnya tidak boleh di lakukan oleh mereka berdua untuk ke sekian kalinya.
*
*
*
Di kediaman Adya tama
Ramon dan Sasa tengah duduk berdua di kamarnya, Ramon masih sibuk dengan laptopnya dan Sasa sibuk dengan ponselnya dan menonton film kesukaannya sambil terus tertawa dan berguling-guling kesana kemari. Hingga Ramon yang melihatnya geleng-geleng kepala melihat kelakuan istrinya yang aneh.
"Sasako sebenarnya kau di lahirkan di bumi bagian mana? " tanya Ramon
"Seharusnya aku tidak bertanya " gumam Ramon.
"Mas Ramen.... " panggilnya
"Ramon Sasakoooo.... astaga, kenapa setiap ucapanmu selalu menguji kesabaranku " ucap Ramon.
Sasa malah tersenyum tanpa dosa melihat suaminya kesal.
"Mas Ramen jangan gampang erosi dong nanti cepet tuir... " ucap Sasa.
Ramon langsung meletakan laptopnya, dan melihat kea arah istrinya. " Sepertinya kau harus di beri sedikit hukuman... " ucap Ramon.
"Mau dong dihukum..." ucap Sasa, Ramon malah jadi tersenyum melihat tingkah istrinya.
Awalnya Ramon pikir jika ia menikah dengan Sasa akan terasa seperti mengasuh anak kecil dan pasti rumah tangganya akan terasa kacau, karena dalam pikiran Ramon dulu tidak mungkin Ramon akan bercocok dengan gadis kecil seperti Sasa. Pasti tidak akan ada rasanya pikir Ramon. Tapi ternyata Ramon salah, karena gadis itu sudah membuat Ramon ingin lagi dan lagi melakukan hal itu pada Sasa, semua yang ada pada diri Sasa membuat dia merasa candu, juga merasa sangat bahagia dan merasa seolah menjadi pelindung Sasa. Gadis kecil ini ternyata membawa banyak kebahagiaan dalam hidupnya.
Sasa langsung mendorong Ramon hingga terlentang saat Ramon akan menciumnya. Hingga Ramon terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Sasa.
__ADS_1
Tiba-tiba tubuh kecil itu langsung menindihnya, Ramon terkesiap dengan sikap agresif Sasa.
Tanpa banyak bicara, Sasa langsung saja mencium bibir suaminya. Sasa mencium bibirnya dengan lembut .Ramon menarik tengkuk Sasa. Sasa pun melingkarkan tangan kecilnya di leher Ramon.
Lama mereka berciuman dengan posisi itu, hingga Sasa puas Sasa pun melepaskannya.
"Hey...kenapa sudah aku mau lagi" ucap Ramon.
"Posisinya jangan gitu ahh... Sasa pegel "ucap Sasa, Ramon .
"Dasar menyebalkan... dari mana kau belajar hal seperti itu? " tanya Ramon.
"Dari drama korea yang barusan Sasa tonton " jawabnya.
"Apa... dasar kau memang nakal tapi aku suka.. "ucap Ramon yang kini merubah posisinya menjadi di atas. Dan mulai melakukan hal yang ia inginkan sejak tadi.
Namun di tengah permainannya, Sasa mengeluh sakit hingga Ramon mempercepat permainannya. Karena tidak mungkin ritual aye-aye itu akan berhenti sebelum sosis sakti Ramon muntah -muntah.
"Ada apa sayang? "tanya Ramon
"Perut Sasa sakit kaya kram gitu... " ucap Sasa
" Mungkin kau terlalu lama di posisi yang tadi, hingga kau merasa kram " ucap Ramon sambil mengusap -usap perut Sasa yang masih polos.
"Sasa ga tahu, usapin lagi ini sakit "ucap Sasa
"Iya sayang... " ucap Ramon yang membaringkan tubuhnya di samping Sasa dan mengusap perutnya yang sakit.
*
*
*
Sasako kenapa ya....???
Di tunggu like nya ya 😘😘😘
__ADS_1