
Argghh....
Salsa berteriak karena akibat tarikan tangan Sofi yang lumayan kuat, hingga dirinya yang tidak kuat menjadi terjungkal. Salsa mencoba bangun sambil mengusap bok*ngnya yang terasa sakit.
"Dasar sapi betina....." Salsa kesal lalu membalas Sofi dan mendorongnya hingga jatuh. Hingga Sofi pun memekik kesakitan
"Rasain dasar sapi..... !!!" Kesal Sasa
"Berhenti memanggilku sapi gadis kampung....!!!" hardik Sofi dengan sangat marah.
Namun bukan Salsa namanya jika mudah terpancing dengan kata-kata Sofi yang menghina asal-usulnya.
"Ya ampun Sasa kewalahan ngadepin sapi ngamuk... " ucap Sasa santai sambil mengipas-ngipaskan tangannya dengan santai dan memasang wajah sepolos mungkin membuat amarah di dada Sofi kian memuncak.
Sofi pun bangun dan kembali menyerang Sasa, namun kali ini posisi Salsa sudah siap menerima serangan hingga ia menahan tangan Sofi untuk mencakar wajah cantiknya. Sasa sempat menghindar namun wajah Salsa terkena sedikit cakaran. Para pelayan yang mendengar keributan langsung menghampiri dan memisahkan mereka.
Apalagi, tubuh Sasa yang mungil jelas kalah banding dengan tubuh Sofi yang tingga bak model. Tubuh kecil itu terhimpit namun untung saja para pelayan dan security cepat datang dan memisahkan mereka.
"Lepaskan aku.....!!! " teriak Sofi karena saat ini kedua tangannya tengah di pegang oleh dua pelayan laki dan security. Karena Sofi terus memberontak ingin menyakiti Sasa.
"Jangan di lepasin nanti sapinya ngamuk lagi... " jawab Salsa
"Iya nona..." jawab mereka serempak.
"Jangan sombong kau gadis kampung aku pasti akan membalasmu, lihat saja.... " ucap Sofi dengan bicara ngos-ngosan karena menahan marah.
"Siapa juga yang sombong, Sasa ini gadis baik hati ramah tamah dan tidak sombong. Eh salah maksudnya Sasa mantan gadis karena Sasa udah kikuk-kikuk sama mas Ramon " balas Salsa dengan nada meledek sambil tertawa.
Si micin ini senang sekali membuat hati Sofi terbakar amarah, kata-katanya sangat menyebalkan dan mampu memprovokasi hati Sofi yang lemah.
"Awas kau gadis kampung....!!!" teriaknya karena di seret oleh security dan pelayan laki-laki.
"Astagfirullah baru kali ini Sasa smackdown sama sapi " ucapnya sambil duduk dan minum air yang di sediakan oleh pelayan barusan. Para pelayan yang mendengar nya pun hanya tersenyum karena menurut mereka nona mudanya itu sangatlah unik.
__ADS_1
Sasa melihat dirinya berantakan, akhirnya memutuskan untuk mengganti pakaiannya. Setelah beberapa menit penampilan Sasa sudah siap namun dengan tampilan yang berbeda. Kali ini ia memakai jeans pendek dan t-shirt serta memakai sweter hoodie dan juga masker dan Kacamata hitam.
Penampilannya ia rubah karena untuk mengelabui sapi betina yang barusan menyerangnya, Sasa yakin sapi itu pasti belum pergi jauh. Apalagi tadi Salsa bilang jika ia akan bertemu dengan Ramon. Sapi betina itu pasti akan mengikutinya.
Salsa mengumpulkan pelayan dan sopir, untuk mengajaknya berkompromi untuk mengelabui Sofi. Akhirnya mereka sepakat akan mengelabui Sofi dengan berangkat menggunakan mobil di sana sedangkan Salsa akan menggunakan motor matic milik pelayaanya.
Semua orang merasa keberatan karena pastinya. majikan mereka akan marah jika mengetahui istrinya naik motor. Namun Salsa memaksa dan mengancam. akan memecat mereka semua jika tidak menuruti perintahnya. Akhirnya semua pelayan pasrah saja dengan permintaan nona muda mereka.
*
*
*
Sesuai dugaan Salsa mobil Sofi memang masih tampak tidak jauh dari kediaman Adyatama. Melihat mobil yang Sofi kenali sebagai salah satu mobil Ramon. Sofi pun langsung mengikutinya, sedangkan Salsa dengan bahagia menertawakan kebodohan sapi betina itu.
Dia menghidupkan motornya dan pergi meninggalkan rumah Adyatama dengan senangnya, akhirnya setelah sekian lama ia tidak mengendarai motor Salsa kini bisa dengan bebas mengendarainya Serasa mendapat angin segar, terasa bebas jika saja Salsa tidak menggunakan masker mungkin saat ini giginya tengah kering karena terus tersenyum.
"Oh ya ampun, alamat kena tilang ini mah... " Sasa panik
"Selamat siang.... " sapa polisi muda yang terlihat tampan itu.
"Siang pak, kenapa saya di berhentiin ya, saya lagi buru-buru ini mau kencan " jawab Sasa.
"Maaf bisa tunjukan Sim dan Stnk nya nona? "tanya polisi tampan itu.
Sasa langsung tepok jidat karena lupa Stnk motornya tidak di bawa dan juga meskipun bisa mengendarai sepeda motornya tapi Sasa tidak punya Sim.
"Aku lupa maaf ya.... " ucapnya sambil nyengir kuda karena Sasa kini tengah membuka maskernya.
Polisi tampan itu tersenyum melihat Sasa yang cantik. " Maaf pak polisi ganteng Sasa teh tadi buru-buru mau ketemu sama suami Sasa jadi ga kebawa dehh, kesalahan Sasa bisa di maafin kan pak polisi soalnya Sasa ga sengaja" memasang wajah memelas semenyedihkan mungkin agar polisi-polisi itu mengasihaninya.
"Maaf nona tapi itu sudah aturan... " jawab polisi tampan itu.
__ADS_1
"Ya ampun anak muda jaman sekarang memanggil pacar dengan sebutan suami, dek kamu bolos sekolah demi menemui pacarmu? " tanya salah satu polisi yang sudah berumur cukup matang.
"Aslinya suami kok, Sasa ga bohong Sasa udah nikah sama suami Sasa... " jujur Salsa menceritakan keadaan sebenarnya karena dia memang sudah menikah.
Tubuh mungil wajah imut di tambah belum lama ini ia lulus sekolah dan langsung bekerja menjadi pengasuh Reby. Usianya Sasa masih sangat muda, wajar saja jika ia di anggap masih anak sekolah.
"Sudahlah dek panggil orang tua mu kemari lalu kamu bisa pulang setelah orang tuamu menjemput " ucap polisi yang sudah matang itu.
"Orang tua Sasa ada di desa, masa iya di suruh kesini pas nyampe udah bubaran dong rajianya" jawabya sambil tertawa. Hingga polisi di sana pun ikut tertawa mendengarnya. Ada-ada saja pikir mereka, mereka menganggap Salsa adalah remaja nakal yang sedang bolos sekolah karena jam menunjukan pukul setengah dua belas siang.
Saat cuaca sedang panas-panasnya, ia berada di pinggir jalan. Hingga wajah putihnya memerah, membuat polisi tampan itu merasa kasihan.
"Mari nona anda bisa menunggu di sini.... " ucap polisi tampan yang membawa Sasa ke pos yang ada di sana. Sasa tidak tahu jika hari ini sedang ada rajia, Sasa merasa hari ini sial sekali .Saat akan berangkat tadi dia serang dulu oleh sapi betina, dan sekarang perjalanannya pun terhalang oleh polisi
Di dalam pos itu Sasa langsung menelepon Ramon dan memberitahukannya kalau dia kini tengah terkena tilang.
"Apa...." Ramon terkejut mendengar istrinya di tilang, bagaimana bisa pikir Ramon.
"A Abon cepet kesini, Sasa kepanasan nihh jangan lama-lama Sasa juga takut khilaf polisinya ganteng-ganteng soalnya.... " ucap Salsa sambil menutup teleponnya.
"Awas kau jangan tergoda oleh mereka, suamimu jauh lebih tampan dari pada polisi di sana " ucap Ramon tapi tidak terdengar suara lagi di sana.
"Ahh sial dia sudah menutup teleponnya " gumam Ramon. Ramon segera bergegas menuju lokasi dimana Sasa berada, khawatir istri langkanya tergoda para polisi tampan.
"Awas kau Sasako.... "
*
*
*
Likenya mana nihhh 😘😘😘
__ADS_1