
Seperti biasa waktu pagi adalah waktu sibuk untuk Siena, karena harus meyiapkan kebutuhan suaminya sebelum kerja .Karena kebutuhan suami Siena itu berbeda dengan kebutuhan para suami normal seperti pada umumnya. Tapi kebutuhan bagi suaminya itu merangkap dalam semua hal, semua hal termasuk kesejahteraan pabrik bibit bayi.
Asistent pelit itu selain jatah malam dia juga harus mendapat jatah pagi. Sungguh luar biasa kekuatan asistent pelit itu, maksudnya luar biasa mesum. Setelah merasakan bagaimana rasanya mengasah torpedo, makhlik unik dan aneh ini sangat-sangat ketagihan.
Hingga istrinya merasa kewalahan, untung saja kepelitannya sama sekali tidak berlaku untuk suaminya. Sekarang Bagas sangat memanjakan Siena, dia tidak mau Siena kelelahan dan sudah mencari pelayan. Walau Siena bersi keras menolaknya. Namun Bagas tetap kekeuh ingin ada pelayan di apartementnya. Dan kini sekarang mereka tengah berdebat.
"Bagas, aku sudah bilang aku tidak mau ada pelayan biar aku saja yang mengerjakan semuanya " protes Siena yang tidak mau menyewa pelayan karena dia memang tidak suka jika ada orang lain di sana. Siena merasa nyaman saat sedang sendiri .Apalagi dia tidak pernah keluar rumah sekarang dan lebih suka menghabiskan waktu di apartementnya.
"Siena sayang aku sudah memesan pelayan dan sebentar lagi dia akan datang" jawab Bagas santai sambil meminum kopinya
"Kalau kau tidak suka masakanku aku bisa memesan makanan yang enak untukmu " jawab Siena
"Bukan itu masalahnya Siena, aku tidak mau kau kelelahan karena kaunharis ekstra melayaniku. Siapkan saja tenagamu untuk memanjakan si Maxy" jawab Bagas dengan pendiriannya.
"Oh astaga, jadi karena ulah burung nakalmu itu yang tidak pernah puas bermain makanya kau mencari pelayan? "tanya Siena
"Itu hanya salah satunya... " jawab Bagas
"Salah satu? "tanya Siena
"Iya.... "
"Baiklah, kalau begitu tapi dengan syarat dia tidak boleh menginap di sini " ucap Siena mengalah
"Oh tentu saja, aku tidak ingin ada yang mengganggu acara pembukaan pabrik nanti malam" jawab Bagas sangat menyebalkan. Siena hanya memutar bola mata malas menghadapi suami mesumnya yang sudah level akut.
Ting tong..... ting tong....
Terdengar bunyi bel di luar, Bagas pun langsung ke depan dan membuka pintunya. Tak lama setelah itu datanglah seorang perempuan berusia sekitar empat puluh lima tahun di sana. Perempuan itu tersenyum ke arah Siena.
"Selamat pagi nona dan tuan.... " sapa perempuan itu.
"Pagi.... " jawab Siena dan juga Bagas
"Perkenalkan dirimu " ucap Bagas
"Iya tuan, perkenalkan nama saya Narti nona dan tuan? "
__ADS_1
"Aku Bagas, dan ini istriku yang cantik Siena "jawab Bagas. Siena merasa malu di perkenalkan seperti itu oleh suaminya. Walaupun kenyataannya dia memang sangat cantik.
Wanita itu pun tersenyum ke arah Bagas dan Siena. Bagas. langsung memberi tugas dan mengarahkan perempuan yang bernama Narti itu untuk melakukan pekerjaan apa saja yang harus ia kerjakan. Dan jam berapa ia pulang.
Bagas menjelaskannya dengan sangat lugas, terlihat sangat keren dan berwibawa di hadapan bu Narti itu. Sangat jauh jika sedang berada di dekatnya, suaminya itu terlihat sangat aneh dan unik jangan lupakan mesumnya sudah tingkat tinggi. Hampir mencapai level akut.
Siena hanya diam saja sambil duduk memperhatikan suaminya memberi tugas kepada asistent rumah tangganya itu.
Setelah selesai menjelaskannya, Bagas pun berpamitan pada Siena untuk bekerja.
*
*
*
Hari ini Bagas akan melihat lokasi tempat proyek yang akan di bangun oleh 4R dan kebetulan Ramon. Ivan dan juga Stevan ada di sana.
"Selamat pagi semuanya " sapa Bagas
"Apa bosmu tidak kesini ?" tanya Ramon
"Tidak pak, anaknya sedang sakit jadi hari ini pak Regan mengantarkan anaknya untuk berobat dulu "jawab Bagas Ramon pun mengangguk mengerti.
"Tumben sekali makhluk ini berbicara dengan normal" ucap Stevan
"Kau benar...." jawab Ivan sambil tertawa sedangkan Ramon tidak memperdulikan ucapan trio Asistent itu. Ramon lebih fokus melihat lokasi itu dan terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu tentang proyek itu karena Ramon terus melihat kertas-kertas di tanggannya yang terlihat lebih menarik dari pada mendengar pembicaraan unfaedah trio asistent aneh.
"Hey ada apa duo van-van, eh salah... maksudku duo jomblo van-van. Aihh nama kalian bagus sekali seperti nama anggota cheer leaders " ucap Bagas sambil tertawa
"Mana ada nama cheer leadears seperti nama kami, kami terlalu gagah untuk hal seperti itu" jawab Stevan
"Percuma saja gagah dan tampan jika tidak punya pendamping alias jomblo, asal kalian tahu menjadi jomblo itu sakit atas bawah. Aku tahu itu karena aku pernah merasakannya. Sangat sakit.... "ucapnya sambil mendramatisir keadaan.
"Aku tidak mengerti sakit atas bawah apa maksudmu? bicaralah seperti manusia normal agar aku mengerti " ucap Ivan
"Ahh baiklah, begini maksudku saat dulu aku menjadi jomblo abadi. Aku selalu merasa tersiksa saat melihat bos ku pak Regan dan juga kakaknya pak Revan yang selalu bermesraan dengan anak-anak pokemon itu. Kalian pasti tahu kan ratu ubur-ubur dan bis kecil ramah si Tayo ?"
__ADS_1
Stevan dan Ivan pun mengangguk siapa yang tidak tahu kedua makhluk animasi kesayangan Revan dan Regan itu. Karena tentu saja makhluk unik itu masih satu server dengan istri atasan mereka Timmy si anak kambing dan gadis micin Sasako, ke empat perempuan aneh istri 4R.
"Kedua bersaudara itu memang manusia-manusia minim akhlak yang menyebalkan. Selalu bermesraan dan menceritakan sesuatu yang membuat si maxy ku kesakitan dan mengamuk mencari sarang " ucap Bagas
"Maxy....! " Stevan dan Ivan merasa bingung
"Iya Maxy, torpedoku burung elangku yang gagah perkasa " ucap Bagas dengan penuh rasa bangga.
"Ahh, seharusnya aku tidak mendengarkan makhluk aneh ini " ucap Stevan
"Hey dengarkan aku duo jomblo, aku berani bertaruh jika burung kutilang kalian selalu meronta-ronta saat melihat bos kalian sedang bermesraan "ucap Bagas
"Sembarangan kau mengatakan jika torpedoku ini burung kutilang, torpedoku bahkan sangat gagah setiap pagi " jawan Stevan
"Maksudmu torpedomu selalu celingukan mencari sarang setiap pagi? dasar menggelikan " ucap Bagas
"Hey pelit, semua pria normal seperti itu dasar kau" timpal Ivan.
Namun asistent pelit itu malah tergelak membayangkan gagang sapu duo van-van celingukan.
"Berani kau membayangkan senjata pusaka ku aku akan memotong timun kebanggaanmu itu " ucap Stevan seperti sudah tahu apa yang sedang di bayangkan Bagas hingga pria menyebalkan itu langsung tertawa.
" Potong sampai tuntas saja Stevan, aku sangat gemas melihat tingkah manusia pelit ini" ucap Ivan.
"Awas saja jika kalian sampai berani memegang pabrik bibit bayiku, aku akan menggoreng gagang sapu kalian lebih dulu.. " Bagas tidak terima jika sampai senjata kebanggaannya di pegang oleh duo van-van.
"Memangnya siapa yang mau memegang gagang sapunya.... " ucap Ivan
Stevan malah bergidik ngeri membayangkan memegang gagang sapu milik asistent pelit .
"Menggelikan.... " ucap duo jomblo bersamaan
*
*
Saweran likenya di tunggu ya 😗😘 biar mimin tambah semangat up nya ❤❤❤
__ADS_1