
Ramon dengan cepat membawa Sasa ke rumah sakit untuk di periksa. Di sana Sasa langsung di bawa untuk di tangani oleh dokter khusus kandungan, karena Sasa tengah mengandung dan juga kehamilannya sudah memasuki bulan ke sembilan.
Saat Sasa di periksa, Ramon tidak di perbolehkan masuk karena keberadaan Ramon di dalam akan membuat dokter tidak bisa berkonsentrasi saat memeriksa Sasa. Ramon setuju yang terpenting baginya adalah istrinya cepat di tangani.
Tak berselang lama dokter pun keluar ruangan, dengan tidak sabar Ramon langsung bertanya tentang keadaan istrinya pada dokter itu .
"Dokter, bagaimana keadaan istriku saat ini? "tanya Ramon
"Istri anda mengalami kelelahan tuan, di usia kehamilannya yang sudah masuk trimester terakhir harusnya nona Sasa banyak istirahat dan tidak boleh melakukan kegiatan yang membuat tubuhnya lelah, untung saja anda cepat membawanya kesini, hingga nona Sasa tidak mengalami dehidrasi karena itu akan bahaya untuk ibu dan calon bayinya" jelas dokter.
"Oh ya ampun....." Ramin menutup wajahnya dan merasa bersalah karena ia teledor menjaga istrinya.
"Lalu bagaimana keadaannya sekarang dokter ?" tanya Ramon
"Keadaan nona sekarang sudah membaik tuan, kami. sudah memasang infus pada nona Sasa" jawab dokter itu. Ramon langsung bernafas lega mendengarnya. Ia tidak akan bisa memaafkan dirinya jika terjadi sesuatu pada Sasa.
"Aku ingin melihatnya.... " ucap Ramon
"Iya tuan, nona Sasa sekarang sedang di persiapkan pindah ke ruang rawat..." jawab dokter itu karena, Ramon pun mengangguk mengiyakannya.
*
*
Setelah Sasa berada di ruang rawat, Ramon langsung menemuinya setelah sebelumnya ia menelepon nyonya Sekar untuk memberi tahukan keadaan Sasa.
__ADS_1
Ramon menghampiri Sasa yang sedang terbaring lemah, wajah cantik itu kini sedang memejamkan matanya. Wajahnya terlihat pucat lemah. Ramon merasa tidak tega dengan keadaan Sasa. Apalagi setiap hari ia selalu bertanya tentang cara melahirkan pada Ramon.
Ramon mana tahu cara melahirkan, bahkan yang mengandung saja istrinya. Tentu saja bayi kingking berhati hello kitty ini adalah pria tulen. Mana mungkin ia bisa hamil yang benar saja, entah kenapa pertanyaan istrinya itu selalu menyimpang dan aneh. Namun walau begitu, Ramon sangat mencintai Sasa.
Ramon membelai rambut Sasa, kemudian mengecup keningnya. "Jangan sakit lagi sayang, aku tidak tega melihatmu begini " ucap Ramon terlihat sedih. Ia juga mengelus perut istrinya yang membuncit itu.
"Hey, jagoan jangan nakal ya.... " ucap Ramon sambil tersenyum, ia juga merasa bahagia karena sebentar lagi anaknya akan lahir ke dunia. Sebentar lagi ia akan di panggil papa. Betapa bahagianya hati Ramon jika mengingat hal itu.
"Hey abon.... " panggil Bagas yang kebetulan ada di rumah sakit yang sama dengan Ramon. Kebetulan kamar mereka juga tidak berjauhan. Bagas tidak sengaja melihat seseorang yang mirip dengan Ramon, karena pintu ruangan itu terbuka. Saat di dekati ternyata benar itu adalah Ramon.
Mendengar ada yang memanggilnya Ramon pun berbalik menoleh ke arah Bagas. "Ada apa dengan Sasako, bukankah tadi ia baik-baik saja ? "tanya Bagas,
"Sasa kelelahan saat. pulang dari sini, ia muntah-muntah hebat dan juga tubuhnya sangat lemas makanya aku cepat membawanya kemari" jawab Ramon.
"Bagaimana bisa? "tanya Bagas
"Semoga dia baik-baik saja... " ucap Bagas
"Terima kasih " jawab Ramon
"Ahh iya baiklah, aku harus cepat kembali karena Siena dan bayiku sedang menunggu " pamit Bagas, Ramon pun mengangguk. Setelah itu Bagas pun pergi meninggalkan ruangan dimana Sasa di rawat dan kembali pada istri dan anaknya.
"Tumben sekali manusia pelit itu bicara normal" gumam Ramon sambil geleng-geleng kepala.
*
__ADS_1
*
*
Entah kenapa setiap ia mengingat istri dan anaknya ia selalu merasa bahagia . Bahagia akan statusnya yang sekarang menjadi ayah dan suami.
Bagas mulai sekarang harus ektstra menjaga istri dan anaknya, apalagi anaknya itu bayi yang sangat cantik. Kelak jika ia dewasa pasti akan ada banyak pria yang menyukainya. Ia harus menjadi ayah siaga, yang siap menjaga gadis cantiknya kelak.
"Hallo sayang, bagaimana keadaan putri kecilku... ?tanya Bagas
"Dia baru saja tidur, tadi dia menangis karena ingin menyusu tapi asiku belum keluar... " ucap Siena terlihat sedih.
"Kenapa tidak mau keluar, jangan bilang kau lebih suka menyusui bayi besarmu dari pada bayik kecilku" ucap Bagas.
"Dasar makhluk aneh, sekarang kau sudah menjadi ayah jadilah manusia normal kalau bicara...."kesal Siena.
"Aku tidak masalah jika harus berbagi dengan anakku" ucap Bagas lagi
"Dasar menyebalkan...."
*
*
*
__ADS_1
kencengin dukungannya ya, mau tamat nih... 😘😘