
Sejak burungnya sudah mendapatkan sangkar yang sebenarnya, dan juga mendapatkan keikhlasan dari Sasako akan perkawinan silang ini menjadi perkawinan yang sesungguhnya. Kini sudah tidak ada beban lagi antara kedua pasangan itu.
Tapi terkadang Siena merasa jengah dengan tingkah aneh suaminya, entahlah mungkin karena Siena masih belum terbiasa dengan kata-kata ajaib yang keluar dari mulut suaminya. Jika 4R mendapatkan istri yang absurd Siena malah mendapat suami yang aneh, dengan tingkat kemesumannya yang sudah level akut.
Di apartement Bagas...
"Siena...." panggil Bagas
Mendengar suaminya memanggil Siena langsung menghampirinya. "Ada apa memanggilku? " tanya Siena yang menghampiri Bagas di kamarnya.
"Dasiku yang berwarna abu -abu mana? " tanya Bagas
"Ada di tempat penyimpanan dasi, apa kau tidak mencarinya ? "
"Sudah aku cari tapi tidak ada " jawab Bagas
"Benar kau sudah mencarinya ?awas saja jika kau hanya mengacak-ngacak saja tempatnya. Aku akan menggoreng burung nakalmu itu "ucap Siena dengan kesal, karena dia merasa terganggu karena sedang membuat sarapan.
"Hey, kau bilang burungku nakal ? Maxy tidak nakal dia hanya agresif saja. Dia senang mengajakmu bermain seharusnya kau senang " ucap suaminya yang bermulut cabai itu
"Bermain katanya dasar menyebalkan" gumam Siena yang sedang mencari Dasi di sana. Tapi sepertinya benda yang Siena cari tidak ada.
"Oh sepertinya masih ada dalam cucian, aku tidak sempat mencuci kemarin karena aku sangat lelah " ucap Siena merasa bersalah. Padahal Siena lelah karena suaminya yang terus -terusan mengajak bermain kuda-kudaan setiap hari. Bagas pun mengerti dan meminta Siena mencarikannya yang lain.
"Ya, sudah cari yang lain saja yang cocok dengan bajuku. Aku ingin kau yang memilihkannya "pinta Bagas
"Bagaimana dengan yang ini..." ucap Siena. Bagas pun melihatnya dan setuju
"Ya sudah yang itu saja, asal jangan yang berwarna kuning saja aku tidak suka... " ucap Bagas
"Memangnya kenapa kau tidak suka warna kuning, dan lagi pula dasimu tidak ada yang warna kuning" jawab Siena.
"Aku tidak mau mirip dengan spongebob nanti, spongebob kan warnanya kuning "ucap Bagas sambil tergelak membayangkan wajah Regan yang sering di bilang spongebob oleh istrinya.
"Dasar aneh...ini dasinya pakailah... "Siena menyodorkan dasi kepada Bagas.
"Kau ini tidak romantis, ayo cepat pakaikan padaku" Siena berdecak sebal kepada suaminya.
Bagas langsung menarik pinggang ramping Siena dan mendekatkna tubuhnya denga tubuh Siena.
"Jangan macam-macam " ucap Siena, namun Bagas malah mencium bibir siena dengan sangat lembut.
__ADS_1
"Hanya satu macam saja " jawan Bagas setelah melepaskan pagutannya dari bibir Siena yang selalu membuatnya candu. Siena pun langsung memakaikan dasi kepada Bagas dengan sedikit mendongak karena tubuh Bagas yang tinggi kekar. Siena tidak bertubuh mungil dan imut, tapi dia bertubuh tinggi ramping namun tetap jika berdiri sejajar dengan Bagas tubuh Siena terlihat kecil. Dan tubuh tinggi Bagas menutup tubuh rampingnya.
"Bagas.... " panggil Siena yang masih dalam pelukan Bagas.
"Ada apa ? kau ingin berolahraga pagi ?ayo aku siap"jawab Bagas sangat menyebalkan.
"Bukan itu dasar suami mesum..." ucap Siena sambil memukul dada Bagas dengan pelan.
"Lalu ada apa...?" tanya Bagas masih belum mau melepaskan Siena.
"Apa kau..... " Siena terlihat ragu mengucapkannya
"Apa kau mencintaku....? " tanya Siena dengan wajah menunduk malu, melihat ke arah Bagas.
"Pertanyaan konyol apa itu, aku ini bukan pria yang mudah celap-celup sana sini. Aku menyentuhmu karena aku mencintaimu, dasar induk pokemon begitu saja tidak mengerti" jawab Bagas.
"A-apa? " Siena merasa senang bercampur dengan kesal. Senang karena Bagas mengucapkan cinta padanya, tapi Siena kesal karena Bagas mengatakan kalau dia induk pokemon. Ucapan cinta Bagas jauh dari kata romantis dan tidak ada manis-manisnya seperti air minum kemasan pegunungan.
"Kau bilang apa tadi, aku induk pokemon? " tanya Siena tidak percaya, suaminya ini memang bermulut lucknut jika bicara seperti buang angin saja, asal bunyi.
"Iya, kau induk pokemon. Karena anak - anak pokemon itu para istri 4R. Aku senang setidaknya jika di bandingkan dengan anak-anak pokemon kau masih jauh lebih waras karena kau perempuan yang sudah matang. Kau sangat pas dan sangat cocok untuk pria berwibawa seperti diriku" ucapnya bangga dan percaya diri. Siena tertawa mendengar kata-kata terakhir yang terucap dari Bagas.
"Benarkah aku seperti itu? " tanya Bagas tidak percaya. Dan siena hanya mengangguk karena dia masih tertawa.
*
*
*
Di kediaman Adyatama.
Ramon dan Salsa masih di kamar dan belum turun untuk sarapan. Ramon sedang memberi kuliah pagi pada Salsa panjang kali lebar kali tinggi agar hasilnya akurat jika di bicarakan sesuai rumus ehh...
Ramon tengah menasihati Salsa agar bisa sedikit mengerem bicaranya. Mereka berdua tengah duduk di pinggir ranjang, Ramon seperti sedang menasihati anaknya agar tidak nakal dan membuat masalah. Dan Salsa hanya mengangguk -angguk saja.
"Dengarkan aku Salsa, jangan membicarakan hal intim tentang kita. Karena itu rahasia hanya kita saja yang tahu " ucap Ramon
"Kalo ada yang tanya? " tanya Salsa
"Jangan di jawab biarkan saja, kau mengerti " jawab Ramon, Salsa pun mengangguk mengerti. Ramon tersenyum melihat istrinya yang menggemaskan
__ADS_1
"Anak pintar... " ucap Ramon sambil mengusap lembut rambut Salsa. Semoga saja istrinya nanti tidak khilaf jika bicara dengan orang lain nanti, terutama bicara dengan spesies -spesiesnya nanti. Ramon baru tahu jika Salsa sudah berkumpul dengan makhluk sejenisnya ucapan dan pembicaraan mereka sama sekali tidak berfaedah dan sulit di cerna oleh manusia normal seperti Ramon.
"A Abon nanti pulang jam berapa? " tanya Salsa
"Tidak tahu, memanganya kenapa? "tanya Ramon
"Ngga cuman nanya aja " jawab Salsa
"Kalau kamu ingin keluar jalan-jalan, pergi saja tidak apa-apa. Asal jangan lupa waktu "
"Kalau Sasa main ke kantor boleh ngga ? "
"Main saja, atau kita nanti makan siang bersama" ajak Ramon
"Nanti Sasa sama mamah main ke kantor ya " ucap Salsa sambil tersenyum.
"Mainlah, aku senang kau datang"
"Makasih A Abon, Sasa boleh peluk A Abon ga? " ucapnya sambil tersenyum polos, membuat Ramon sangat gemas.
"Tentu sayang.... " ucap Ramon sambil menarik tubuh mungil itu ke dalam pelukannya.
"Sasa seneng banget di peluk sama anak Kingkong, anget bangeet" ucapnya sambil terus mengeratkan pelukannya kepada Ramon.
"Berhenti memanggilku anak kingkong dan sebutan Abon, itu membuatku jadi tidak keren "ucap Ramon cemberut setelah melepaskan pelukannya dari Salsa. Salsa hanya tertawa saja melihat tingkah Ramon yang merajuk.
"Aduh anak kingkong jangan marah, nanti Sasa. kasih susu " goda Salsa.
"Sekarang saja aku minta susunya" ucap Ramon tersenyum mesum dan pandangannya mengarah kepada kedua aset Salsa. Salsa pun mengerti tatapan suaminya.
"Jangan sekarang nanti sosisnya nakal, tuhh kan baru juga di bilangin udah bangun aja, tidur lagi ya jangan nakal sekarang waktunya kerja " ucap Salsa sambil mengelus sosis sakti Ramon, membuat Ramon terkejut karena tindakan Sasako bukan menyuruh sosisnya tidur tapi malah membuatnya semakin terbangun.
"Sasa.... " ucap Ramon
*
*
*
Hari senin jangan lupa votenya sumbangin ya 😘😘
__ADS_1