
Setelah beberapa lama perut Sasa masih terasa kram dan membuatnya tidak nyaman, hingga terus gelisah membuat Ramon khawatir. Sudah di beri kayu putih dan minum air hangat serta handuk panas sudah di tempelkan di perutnya tapi Sasa masih merasa sakit. Hingga para pelayan dari tadi bolak-balik ke kamar Ramon untuk membantunya membuat sesuatu yang bisa meringankan sakit di perut istrinya.
"Mas Ramon.... " panggilnya dengan terisak
"Apa masih sakit sayang? " tanya Ramon sambil membelai sayang rambut Sasa.
"Iya ini sakit banget... "jawabnya sambil memeluk Ramon.
"Aku panggilkan dokter ya... " ucap Ramon, namun Sasa menggeleng tidak mau.
"Sasa kau harus di periksa, aku khawatir terjadi sesuatu padamu sayang" ucap Ramon
"Sasa ga mau, gimana kalo nanti kata dokter sasa itu sakit parah dan ga bisa di sembuhin.... huwaaaa Sasa takut " Sasa malah menangis kencang sambil memeluk Ramon semakin erat. Membuat Ramon menjadi bingung.
"Atau jangan-jangan kau....? "Ramon menjeda ucapannya.
"Jangan-jangan apa.... ?" tanya Sasa merenggangkan pelukannya dan melihat wajah suaminya.
"Jangan-jangan kau keracunan cilok Sasa, kau kan tadi makan cilok " ucap Ramon
"Masa sihh....kang ciloknya kan langganan Sasa. Sasa udah biasa jajan sama kang cilok itu " jawab Sasa.
"Mungkin saja tidak higienis, makannya jangan jajan sembarangan. Sudah berapa kali aku bilang" kesal Ramon yang menurut dugaanya istrinya itu keracunan cilok.
"Sasa malu kalo yang lain tahu Sasa ketahuan keracunan cilok... " ucapnya langsung murung sambil terus mengusap-usap perutnya yang masih terasa sakit.
"Kalau begitu bilang saja pada mereka kalau keracunan ikan piranha... " timpal Ramon
"Emang ikan piranha beracun...? tanya Sasa
"Emmm... aku tidak tahu, tapi mereka punya taring" jawab Ramon.
__ADS_1
"Wuoaahh, Sasa hebat dong bisa makan ikan bertaring..."jawabnya dengan bodoh
"Iya bilang saja taringnya menyangkut di perutmu, jika grup angin ribut itu bertanya... "ucap Ramon, yang merasa dirinya mendadak bodoh dan aneh gara-gara istri micinnya.
Brakkk....
"Ramon... " panggil nyonya Sekar yang langsung masuk ke kamar tanpa mengetuk pintu Dulu. Untung saja mereka sedang tidak main kuda nungging, jika tidak itu akan sangat bahaya karena nyonya Sekar akan menonton secara live acara praktek bercocok tanam itu.
Ramon dan Sasa terlonjak merasa terkejut karena tiba-tiba nyonya Sekar sudah ada di depan pintu bersama dengan seorang dokter.
"Kau itu, sudah tahu istrimu sakit malah menyuruh pelayan yang memberikan obat. Harusnya kau panggil dokter kau benar-benar bukan suami siaga" kesal nyonya Sekar.
"Itu karena Sasa tidak mau di panggilkan dokter mah..." jawab Ramon
"Jangan alasan, ayo dokter periksa menantu saya" pinta nyonya Sekar kepada dokter itu.
Sasa langsung tegang melihat dokter itu, Sasa tidak mau di periksa olehnya. Takut jika nanti dokter itu tiba-tiba tiba menyuntiknya. Padahal setiap hari ia selalu di suntik oleh jarum besar oleh suaminya. Melihat jarum suntik yang kecil saja membuatnya sangat ketakutan.
"Maaf tuan muda dan nona muda, saya akan memeriksa nona dulu sebentar "ucap dokter itu dengan lembut.
Oh tidak, cilok itu ternyata sangat berbahaya. Sasa takut nanti jika ia meninggoy dan Ramon akan jadi duda kaya yang tampan dan di gandrungi banyak wanita cantik. Jika itu sampai terjadi maka Sasa berjanji akan menghantui Ramon setiap hari. Agar nanti Ramon tidak bisa melakukan ritual aye-aye bersama istri barunya. Sasa tidak rela suami tampannya jadi milik perempuan lain.
Terlihat dokter itu sudah selesai melakukan pemeriksaan terhadap Sasa. Dan langsung memandang ke arah Ramon. Ramon yang di pandang pun merasa serba salah kenapa dokter itu melihatnya dengan tatapan menyelidik.
"Maaf tuan apa tadi anda melakukan hubungan suami istri? " tanya dokter itu
"Apa...? maksudku memangnya kenapa aku suaminya aku bebas melakukan kikuk-kikuk dengannya setiap hari" bayi kingkong itu merasa sebal dengan pertanyaan dokter itu yang menyinggung perasaannya. Dasar memang hello kitty ini adalah pria yang perasa.
"Maaf, maksud saya bukan itu tuan tapi... "
"Tapi apa...? " potong Ramon dengan ketus
__ADS_1
"Ramon.... " tegur nyonya Sekar
"Lanjutkan... " titah Ramon
"Baiklah maaf sebelumnya jika anda melakukan hubungan suami istri sebaiknya anda melakukannya dengan perlahan tuan, karena itu berbahaya untuk janin dalam kandungan istri anda " terang dokter itu
"Apa....!!! " mereka semua terkejut mendengar kata janin, yang berarti jika Sasa itu tengah hamil.
"Berarti istriku ini sedang hamil ?" tanya Ramon
"Iya tuan istri anda sedang hamil... untuk lebih jelasnya anda bisa memeriksakannya ke dokter kandungan " ucap. dokter itu.
"Berarti menatuku ini sedang hamil... ?tanya nyonya Sekar
"Iya nyonya, selamat " ucap dokter itu tersenyum
"Terima kasih dokter "ucap Ramon
"Aku akan memberikan bonus untukmu " ucap nyonya Sekar karena merasa sangat bahagia mendengar menantunya tengah hamil.
"Terima kasih nyonya " ucap dokter itu sambil tersenyum
"Ohh... berarti Sasa teh bukan keracunan makan cilok atuh ya, tapi keracunan sosis saktinya mas Ramen, kasian kang ciloknya di salahin padahal ga salah apa-apa " ucap Sasa
"Kau memang keracunan cilok Sasako, tapi cilok punyaku yang selalu muntah-muntah saat bersamamu" ucap Ramon menyebalkan
"Eehemmm.... " Dokter dan nyonya Sekar pun langsung berdehem untuk menghentikan ucapan unfaedah suami istri itu.
*
*
__ADS_1
*
Likenya dong.... biar semangat updatenya 😘😘