
"Kenapa dia terus melihat pisangku? "gumam Ivan
"Mba Sinti... "panggil Sasa di balik teleponnya
"Eh.... i-iya kenapa? " tanya Sintia yang tersadar dari lamunannya tentang pisang ambon Ivan.
"Kenapa diem aja sihh, jangan lupa nanti praktekin ya terus ceritain sama Sasa... " ucap Sasa sambil terkikik geli membayangkan Sintia menangkap burung pipit milik Ivan.
"Ah tidak sepertinya itu terlalu ekstrim Sasako" ucap Sintia. Mendengar nama Sasako perasaan Ivan menjadi tidak enak,Ivan takut jika makhluk micin ini berkata hal yang tidak di mengerti oleh manusia normal seperti istrinya. Ivan langsung mengambil ponselnya di tangan Sintia, hingga Sintia terkejut.
Ivan pun mulai menempelkan ponselnya di telinga dan hendak bertanya, ada apa istri bosnya itu menelepon. Namun terpotong mendengar ucapan Sasa.
"Ekstrim gimana sihh, tinggal pegang juga. Sasa juga suka gitu kok ga usah malu " ucapnya sambil tertawa, kemudian melanjutkan lagi ucapannya. Takut ketahuan Ivan karena sedang membicarakan burungnya yang selalu di segel itu Sintia mencoba merebut ponsel Ivan, namun Ivan tidak memberikannya karena penasaran apa yang akan di ucapkan lagi oleh makhluk micin itu.
"Mba Sinti dengerin Sasa ya, kalo mba Sinti malu, mba Sinti pegang pisang ambonnya mas Ivan pas mas Ivannya lagi tidur aja. Takutnya juga nanti teh mas Ivan nya kaget kalo tiba-tiba mba Sinti nangkep burung pipitnya, eh pisang ambon mas Ivan" ucap Sasa sambil terbahak karena membayangkan tingkah konyol Sintia yang bahkan belum di lakukan oleh Sintia. Benar-benar makhluk micin ini memang sangat luar biasa sekali pemikirannya.
Merasa malu sintia langsung membuang mukanya, dan Ivan juga terus memandangi Sintia. Ivan penasaran awal mula percakapan mereka yang sedang membahas aset berharganya itu.
"Hallo nona Sasa.... " panggil Ivan, bukan Sasako namanya kalau dia merasa tidak enak pada orang lain. Dia langsung menjawab pertanyaan Ivan dengan santai.
"Ehh mas Ivan panjang umur, baru juga di omongin sama Sasa teh" ucap Sasa
__ADS_1
"Ada apa nona?" tanya Ivan
"Oh...hampir aja lupa Sasa teh, mau tanya brownies pesanan Sasa di simpen dimana kok gak ada sihh Sasa nyari-nyari.Kata mas Ramon tanyain sama mas Ivan" ucap Sasa.
"Itu.... "
"Sasako, ini browniesnya sudah ketemu aku lupa tadi sudah memasukannya ke dalam kulkas" terdengar suara Ramon memanggil Sasa di sana.
"Ehhh dasar mie Ramen ahh.... "
Tuutttt....
Sasa langsung menutup panggilannya dengan Ivan karena melihat makanan kesukaannya sudah ketemu. Karena tadi saat pulang dari kantor Sasa meminta Ramon untuk membelikan brownis coklat dan keju kesukaannya. Namun karena Ramon merasa lelah kue itu di simpan di kulkas oleh Ivan atas perintah Ramon.
Karena merasa malu Sintia langsung masuk ke dalam kamar dan menyembunyikan wajah dan tubuhnya di balik selimut.
"Harusnya aku tadi tidak mendengar saran aneh dari makhluk micin itu, aku jadi malu sendiri kan jadinya " gumam Sintia.
Melihat Sintia sedang bergulung di selimut Ivan tersenyum dan kemudian menghampirinya. Kemudian Ivan menarik selimut yang membungkus tubuh ramping Sintia.
Merasa ada yang menarik selimutnya Sintia langsung terbangun namun Ivan keburu mengungkungnya.
__ADS_1
"A-ada apa? "tanya Sintia yang merasa tidak nyaman dengan posisinya sekarang yang sangat dekat dengan Ivan.
"Kenapa kau bertanya pada makhluk micin jika aku bisa memperlihatkannya padamu sendiri" ucap Ivan.
"A-apa...." Sintia di buat terkejut oleh Ivan, Ivan tersenyum geli melihat Sintia yang tengah merasa malu padanya. Bagaimana tidak malu jika ia ketahuan membahas gagang sapu milik suaminya.
"Hey, Sinti kau itu mantan pelakor pengalaman pacaranmu banyak kenapa berguru pada orang aneh yang tidak tahu apa-apa" ucap Ivan.
"Hey dengar ya, aku memang mantan pelakor dan aku juga sering pacaran tapi pacaran ku itu sehat tidak pernah macam-macam. Aku ini masih perawan tahu, minggir sana.. " ucap Sintia kesal yang merasa karena ucapan suaminya dan dia. juga tidak nyaman dengan posisinya saat ini.
"Benarkah kau masih perawan? "goda Ivan
"Tentu saja, aku jamin itu " ketus Sintia, Ivan malah ngangguk-ngangguk.
"Baiklah, aku akan mengetesnya sekarang " ucap Ivan.
"Apa.... "
*
*
__ADS_1
Aihh emangnya babang Ivan tahu caranya tes keperawanan 😆