Me Vs Love (Jodoh Yang Tertukar)

Me Vs Love (Jodoh Yang Tertukar)
Bab 41


__ADS_3

Hari ini Sasa merasa bosan tinggal di rumah, mertuanya juga hari ini katanya ada urusan ke luar kota untuk menghadiri acara keluarga di sana. Salsa tidak ikut karena tentu saja bayi besar tidak mau di tinggalkan. Ingin ke rumah Bira katanya Reby sedang sakit jadi Sasa takut mengganggu, apalagi di sana ada suami Bira Regan. Ingin mengunjungi anak kambing tapi ternyata anak kambing sedang di peluk oleh anak unta tidak mungkin Sasako jadi orang ketiga kan. Bisa terjadi perang dunia kelima jika itu sampai terjadi.


Akhirnya Salsa memutuskan untuk menemui suaminya saja di kantor, hitung-hitung menjaganya dari serangan sapi pirang. Tapi sebelumnya Salsa menelepon dulu suaminya untuk memastikan dia sedang berada di kantornya atau tidak.


Sasa pun segera mengambil benda pipih kepunyaannya untuk menghubungi Ramon tak menunggu lama panggilan pun terhubung


tut


tut


Tak lama setelah tersambung Ramon langsung mengangkat telepon dari sang istri tercinta


"Hallo sayang, ada apa ?" tanya Ramon


"Hallo mas Ramon lagi dimana? " tanya Salsa


"Tentu saja aku sedang kerja, ada apa? " Tanya Ramon


"Sasa bosen di rumah terus, sasa mau main ke kantor boleh ga? " tanyanya


"Tapi aku sedang di luar sayang, sedang tidak berada di kantor " jawab Ramon karena dia memang sedang di proyek barunya sekarang.


"Mas Ramon selingkuh ya, ga boleh Sasa kesana " ucapnya tiba-tiba kertus


"Tidak, itu tidak mungkin ayo kau pakai panggilan video saja padaku agar kau percaya " ucap Ramon agar istrinya yang solehah itu percaya. Panggilan pun dialihkan ke panggilan video oleh Sasako.


"Coba puter -puter kameranya Sasa mau liat takutnya mas Ramon lagi ngasuh sapi, " ucapnya tak berakhlak, sepertinya kandidat istri solehah masih jauh dari Sasako.


"Astaga Sasako otakmu terlalu banyak mengandung micin hingga pikiranmu selalu kacau, mana mungkin aku mengasuh sapi di sini " jawab Ramon.


" Ya kali aja, mas Ramon di datengin sapi pirang terus nagajakin bercocok tanam sambil tebar-tebar benih di sana " ucapnya santai


"Oh ya ampun istriku ini jika sedang cemburu mulutnya tidak berakhlak " gumam Ramon dalam hati, tentu saja dia tidak berani mengungakapkannya langsung. Karena jatah main kuda-kudaan bisa -bisa tidak ia dapatkan malam ini, dan sosis sakti akan kehilangan kesaktiannya. Oh tidak bisa itu tidak boleh terjadi.


"Baiklah sayang kemarilah, temani aku bekerja" ucap Ramon dengan senyum manisnya membujuk sang istri agar tidaj cemburu lagi. Dan terbukti senyum cantiknya langsung mengembang di bibir manisnya. Melihat senyum cantik istrinya saja sudah membuat Ramon berbunga-bunga.


"Oke, sharelok ya Sasa mau ganti baju dulu " Jawab Sasa dengan bahagia

__ADS_1


"Baiklah, sayang " jawab Ramon dan panggilan pun di akhiri .Ternyata hal sederhana saja membuat istrinya begitu bahagia. Ramon pun menjadi bersemangat di sana karena istri cantiknya akan datang menemuinya.


Saat sedang tersenyum bahagia Ramon di kejutlan dengan kedatangan seseorang. Seseorang yang sebenarnya masih Ramon waspadai hingga saat ini.


Karena jujur saja Ramon masih takut jika istri micinnya masih tertarik dengan mantan calon suaminya Bagas.


Ya Bagas datang kesana mewakili Regan yang seharusnya datang . Ramon langsung memasang wajah waspada saat melihatnya. Merasa di pandang aneh Bagas pun bertanya kepada manusia abon itu.


"Kenapa kau memandangku seperti itu? " tanya Bagas mengernyit heran.


"Aku tidak memandangmu asistent pelit " jawab Ramon.


"Sensitif sekali apa kau sedang pms? " ledek Bagas


"Aku ini pria tulen, mana mungkin aku pms "jawab Ramon kesal sedangkan Bagas hanya tergelak mendengarnya.


"Aku kesini hanya melihat perkembangan proyek di sini saja sudah sampai mana dan ini perintah dari pak Regan" jawab Bagas Ramon menganggukan kepalanya dan kemudian mengajak Bagas untuk berkeliling melihat proyek di sana sudah sampai mana perkembangannya.


*


*


*


Tentu saja Sasako sangat tidak menyukai kedatangan sapi pirangnya itu ke rumah Ramon. Tanpa tahu malu Sofi langsung masih dan duduk di ruang tamu dengan mengangkat satu kakinya ke kaki yang lain hingga memperlihatkan paha mulusnya.


Tentu saja sikapnya yang seperti itu membuat Sasa meradang, Sasa tidak suka sikap Sofi yang terlihat tidak tahu malu.


"Ehh ada neng Sapi mau apa kesini ? kalo mau nyari rumput tuh ke sawah atau ke lapang jangan kesini salah alamat "ucap Sasa


Sofi berdecak sebal mendengar ucapan Sasa


"Aku kesini mencari Ramon, kekasihku " ucapnya penuh penekanan


"Cari suami aku maksudnya, dia lagi kerja lah ga ada di rumah. Lagi ngumpulin uang yang banyak buat aku habisin buat belanja katanya " jawab Sasa dengan memprovokasi Sofi, terbukti wajahnya langsung memerah menahan marah.


"Dia pasti hanya main-main saja denganmu gadis kampung " kesal Sofi

__ADS_1


" Iya, emang kita suka main. Main kuda-kudaan maksudnya " jawab Sasa dengan tersenyum santai Sasa berpikir jika menghadapi pelakor tidak tahu malu maka ia harus terlihat santai dan jangan mudah terprovokasi agar tidak ada drama menye-menye dan menangis. Sasa tidak suka terlihat lemah di mata orang lain apa lagi pelakor menyebalkan seperti sofi.


"Apa kau bilang.....?" tanya Sofi dengan sangat marah


"Astagfirullah ini sapi selain ga tahu malu ternyata budeg ya, masa ga kedengeran kalo aku sama mas Ramon itu suka main kuda - kudaan" jawab Salsa lagi.


"Dasar wanita penggoda tidak tahu malu.... " hardik Sofi


"Yeaahh dia malah ngomongin dirinya sendiri, denger ya neng sapi kalo mau cari pacar itu cari sapi jantan yang lain jangan mau sama suami orang " ucap Salsa yang kemudian duduk di seberang Sofi dengan santai.


Setiap jawaban Salsa selalu membuat hatinya meradang, ternyata gadis ini tidak selemah yang ia pikir. Niatnya datang ke kediaman Adyatama adalah untuk memprovokasi Salsa agar membenci Ramon tapi yang terjadi malah sebaliknya, hati Sofi terbakar mendengar jika Ramon sudah menyentuh gadis muda di depannya ini. Karena jika Ramon sudah menyentuh seorang perempuan berarti perempuan itu adalah orang yang mampu mengambil hatinya.


Tidak.... Sofi tidak terima itu. Ramon hanya miliknya dan harus menjadi miliknya. Tidak peduli bagaimana caranya Ramon harus kembali ke pelukannya.


"Asal kau tahu aku dan Ramon dulu pernah menjalon hubungan dan hubungan kami sangat dekat, bahkan kami sudah melakukan hubungan suami istri "bohong Sofi


"Masa sihh... ?" Tanya Salsa tidak percaya


"Kau tidak percaya padaku ?" Sofi balik bertanya heran


"Enggak..... " jawabnya sambil menggelengkan kepalanya.


"Dengar aku dan Ramon selalu....... "


"Udah dehh jangan bohon terus, aku ga bakalan percaya sama kamu, mending kamu pergi aja deh aku mau pergi mau ketemuan sama mas Ramon " usir Salsa sambil pergi meninggalkan Sofi dan berniat akan meminta security untuk menyuruhnya pulang. Karena Salsa takut privasinya akan di obrak abrik oleh manusia sapi ini.


Tapi saat Salsa melangkah pergi Sofi malah mengejarnya lalu menarik Salsa hingga terjatuh


"Arggghhhh...... "


*


*


*


Saweran like nya dong 😘😘

__ADS_1


__ADS_2