Me Vs Love (Jodoh Yang Tertukar)

Me Vs Love (Jodoh Yang Tertukar)
Bab 56


__ADS_3

Akhirnya pekerjaan di kantor Ramon selesai juga, setidaknya lembur ini akan mengurangi kesibukannya besok pagi. Tubuh Ramon sudah terasa sangat lelah, dia memutuskan untuk segera pulang begitu pun dengan Ivan. Dia juga sudah merasa sangat lelah ingin segera pulang dan merebahkan tubuhnya di kasurnya yang nyaman, tanpa ada seseorang yang ia peluk tentunya.


"Jika terus begini kapan aku akan menikah, bisa-bisa aku menjadi bujang tua... "gumam Ivan dalam hati, jangan sampai keluhannya terdengar oleh bayi Kingkong itu, karena itu bisa bahaya. apalagi stok susunya ada di rumahnya.


"Ivan antarkan aku pulang, aku sudah merindukan istriku. Aku ingin segera memeluk istriku yang menggemaskan" Ramon berkata sambil tersenyum senang, seolah semua rasa lelahnya menguap begitu saja setelah membayangkan wajah istrinya.


"Baik pak... " jawab Ivan, mereka berdua pun kini pergi meninggalkan kantor dan menuju pulang. Karena waktu sudah malam, jalanan pun agak lengang hingga tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai ke rumah.


"Ivan..." panggil Ramon


"Iya pak... "


"Kapan kau menikah...? " tanya Ramon


"Saya tidak tahu pak, pacar saja saya belum punya. Saya tidak ada waktu untuk mencarinya" jawab Ivan


"Apa aku terlalu membuat sibuk...? " tanya Ramon lagi


"T-tidak pak, itu memang sudah pekerjaan saya. Saya harus profesional dalam bekerja " jawab Ivan, meskipun dalam hati ia berkata iya... jika semua ini memang karena Ramon yang membuatnya selalu sibuk bekerja hingga ia tidak ada waktu untuk dirinya sendiri. Namun sebagai asistent yang baik dan juga karena tidak mau di pecat, sebaiknya Ivan menjawab dengan hal yang membuat Ramon senang saja . Begitu pikirnya .


*


*


*


Setelah melakukan perjalanan sekitar dua puluh menit, Ramon pun sampai di rumahnya. Namun saat akan keluar dari mobil Ramon melihat para pelayan berlarian ke arah taman samping rumahnya. Ramon merasa aneh hingga ia cepat-cepat turun dari mobilnya dan segera menghampiri para pelayan dan melihat ada apa di sana.


"Hey kalian ada apa di sana? kenapa kalian semua berlarian ke arah sana ?" tanya Ramon

__ADS_1


"T-tuan muda, nona muda terluka di sana" jawab pelayan itu sambil menunduk takut.


"Apa....!!! " Ramon terkejut mendengar istrinya terluka dan langsung berlari ke arah sana dan melihat nyonya Sekar sedang menangis sambil memegang Sasa yang berdarah dan menempelkan. kain di kepala Sasa karena darahnya yang mengucur.


"Sasa....? "panggil Ramon dan langsung menghampiri Sasa dan menariknya ke pangkuannya.


"Ramon... " panggil nyonya Sekar sambil menangis


"Sasa kenapa mah...?" tanya Ramon panik melihat istrinya terluka.


"Mamah juga tidak tahu Ramon, mamah juga baru tahu barusan karena para pelayan yang memberitahu Sasa terluka" jawab nyonya Sekar sambil menangis.


"Ivan....!!!" teriak Ramon


"Iya pak... "jawab Ivan yang masih berada di rumah Ramon dan belum pulang.


Di dalam mobil Ramon memangku Sasa dan terus membelai wajah istrinya.


"Sasa bangun sayang... " Ramon mencoba membangunkan Sasa yang belum sadar dan terlihat pucat. Luka di kepalanya terlihat cukup parah, apalagi saat di taman tadi Ramon melihat ada sebuah batu runcing yang tergeletak dan Ramon curiga benda itulah yang membuat Sasa terluka.


"Siapa yang melakukan semua ini, lihat saja aku tidak akan diam saja dan tunggu pembalasanku..." geram Ramon.


Setelah sampai di rumah sakit Sasa langsung di tangani oleh para dokter, Ramon dan yang lainnya menunggu di luar karena mereka tidak di perbolehkan masuk.


"Mah, sebenarnya apa yang terjadi? " tanya Ramon


"Mamah juga tidak tahu Ramon, tadi Sasa memasak untukmu katanya ingin memberi kejutan bahkan dia bahkan tidak mau makan sebelum kau pulang. Mendengar itu Ramon merasa sangat bersalah, seharusnya ia tidak pulang terlambat dan makan malam bersama istrinya yang sudah susah payah memasak untuknya. Jika Ramon pulang lebih awal mungkin kejadian ini tidak akan terjadi.


Tapi penyesalan pun tidak ada gunanya karena semua ini sudah terjadi, yang harus Ramon lakukan sekarang adalah mencari siapa dalang di balik kejadian ini. Siapa pun itu dia harus mencari pelakunya dan membalas semua perbuatannya. Ramon tidak akan diam saja melihat istri kesayangannya terluka .Apalagi kini Sasa tengah mengandung anaknya.

__ADS_1


*


*


*


Setelah menunggu agak lama, akhirnya dokter pun keluar dari ruangan itu. Ramon dengan tidak sabar langsung menghampiri dokter itu dan bertanya tentang keadaan istrinya.


"Dokter bagaimana keadaan istriku? dia baik-baik saja kan? tanya Ramon.


"Iya tuan, nona muda baik-baik saja kandungannya juga tidak apa-apa. Tadi kami memberi sedikit jahitan di kepalanya karena lukanya agak dalam "jawab dokter itu


Istrinya yang sangat takut di suntik kini bahkan harus mendapat jahitan di kepalanya, Ramon tidak akan pernah memaafkan orang yang sudah membuat istrinya terluka. Istrinya yang selalu ia perlakukan dengan sangat lembut dan penuh cinta, kini telah di lukai orang dengan sengaja.


"Ivan... " panggil Ramon


"Selidiki siapa orang yang sudah berani melukai istriku...." perintah Ramon dengan sangat geram membuat Ivan pun merasa menciut melihat Ramon yang penuh dengan amarah kini.


"Baik pak...." jawab Ivan, yang langsung pergi dari rumah sakit menuju rumah Ramon untuk menyelidiki siapa orang yang membuat istri bosnya terluka.


*


*


*


Viewnya ribuan tapi yang like sedikit, mimin sedih...


Sumbangin like sama komennya dong, biar mimin tambah semangat up nya 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2