
Dua bulan kemudian
Usia kandungan Sintia yang mulai membesar, membuatnya kadang tidak nyaman saat tidur. Ia selalu merasa kepanasan, posisi yang serba salah hingga susah tidur.
Seperti malam ini wakti sudah menunjukan hampir tengah malam namun Sintia masih belum bisa tidur. Tubuhnya merasa tidak nyaman, ia hanya terus saja bolak-balik posisi mencari posisi yang nyaman untuknya. Miring perutnya terasa sakit, jika posisi terlentang ia merasa sesak tapi jika tegkurap rasanya tidak mungkin kan,mana mungkin seorang ibu hamil tidurnya tengkurap. Astaga tidak bisa di bayangkan...
Merasa ada pergerakan terus di sampingnya Ivan pun membuka matanya dan melirik ke sampingnya ternyata istrinya itu terlihat gelisah. Ivan pun bertanya pada Sintia takutnya jika Sintia merasakan sakit atau apa.
"Sintia kau kenapa? "tanya Ivan, posisi Sintia yang membelakangi Ivan pun langsung berbalik dan melihat suaminya."Aku tidak bisa tidur.... rasanya sangat tidak nyaman saja " jawab Sintia
"Apa perutmu sakit?" tanya Ivan, namun Sintia menggeleng
"Tidak... tapi kakiku terasa pegal dan tanganku seperti kesemutan dan juga aku merasa sangat panas" ucapnya
"Jika merasa panas myalakan saja Ac nya... " ucap Ivan mengambil remot Ac yang ada di sampingnya.
"Aku takut kau tidak nyaman, bukankah kau tidak suka tidur dengan menyalakan Ac? " tanya Sintia
"Kenyamananmu lebih utama untukku.... "ucap Ivan membelai rambut panjang Sintia.
"Terima kasih.... " ucap Sintia yang merasa tersentuh dengan ucapan Ivan. Ivan pun kemudian terbangun dan pergi ke luar kamar dan membuatkan susu hangat untuk Sintia.
"Minumlah, agar kau bisa tidur...." Ivan menyodorkan segelas susu hangat untuk Sintia. Sintia pun mengambil dan meminumnya kemudian Ivan menyibakan selimut dan menarik pelan kaki Sintia. Sintia terkejut dengan sikap Ivan.
"Ivan kau mau apa....?" ucapnya
"Memijat kakimu, bukankah kakimu terasa pegal " ucap Ivan sambil mengoleskan lotion milik Sintia dan memijat kakinya dengan pelan. Tadinya Ivan mau memijat kaki istrinya dengan minyak khusus pijat, namun Ivan tahu jika Sintia tidak menyukai aroma seperti itu. Makanya ia memijatnya dengan lotion.
__ADS_1
"Ivan, sudahlah tidak usah " ucap Sintia merasa tidak enak pada Ivan.
"Sudah diamlah.... "Ivan membenarkan posisi Sintia agar ia terlihat nyaman dan memijat kaki Sintia dengan lembut. Merasakan nyaman dengan apa yang di lakukan Ivan akhirnya Sintia pun mulai memejamkan matanya dan tertidur. Ivan tersenyum melihat istrinya tertidur kemudian mengecup kening istrinya dengan sayang. Melihat istrinya tertidur Ivan pun kemudian melanjutkan tidurnya.
*
*
*
Di malam yang sama di tempat yang berbeda, Bagas juga masih belum bisa memejamkan matanya. Karena putri cantiknya sedang mengajaknya berdiskusi. Di usianya yang menginjak dua bulan, bayi kecil itu sedang senang-senangnya mengoceh dan mengajak papanya bicara.
Suaranya yang lucu membuat rasa kantuk Bagas hilang seketika. "Sabrina kenapa kau tidak mau tidur sayang, apa kau sedang berjaga agar papamu tidak mendekati mamahmu sayang? "tanya Bagas, bayi kecil itu menjawab dengan celotehannya khas bayi membuat Bagas tertawa.
"Astaga, kau takut jatah susumu berkurang karena di minta oleh papamu...?" tanya Bagas lagi dan bayi cantik itu pun menyautnya lagi dengan celotehannya membuat Bagas tertawa.
"Kau itu sudah punya anak, waraslah sedikit jika mengobrol dengannya..." ucap Siena yang merasa kesal dengan ucapan sang suami.
"Otakku kehilangan kewarasan karena sudah dua bulan aku puasa Siena, kau bisa bayangkan jika maxy sangat tersiksa. Istri cantikku yang seksi tidak bisa aku apa-apakan hanya bisa aku pandang saja, malangnya nasibku...." ucap Bagas nelangsa. Mendengar ucapan suaminya Siena menjadi kasihan, memang benar sudah dua bulan suami mesumnya tidak mendapatkan jatah. Sudah di pastikan jika ia sangat tersiksa.
"Berikan ini pada Sabrina agar ia tidur lagi...." Siena memberikan dot yang sudah berisikan susu pada Bagas untuk putrinya.
"Kenapa tidak langsung dari pabriknya ?"tanya Bagas, Siena langsung menunduk lemas
"Ada apa? " tanya Bagas.
"Aku tidak tahu kenapa, asinya hanya keluar sedikit beberapa hari ini " ucapnya lesu, Bagaa mengerti jika istrinya merasa sedih.
__ADS_1
"Tidak apa-apa sayang, Sabrina tidak akan kekurangan susu, ada papanya yang akan membeli banyak susu untuknya. Berarti mulai sekarang jatahnya hanya untukku seorang? "tanya Bagas
"Apa....? " tanya Siena, namun pandangan asistent mata keranjang ini malah mengarah ke arah dua pabrik minuman bayi itu. Siena yang mengerti pun langsung menatap sebal suaminya.
"Dasar mesum...." ucap Siena kemudian ia naik ke atas kasurnya dan menutup dirinya dengan selimut membiarkan Bagas menjaga putrinya sendiri.
Setelah putrinya tertidur kembali di atas boxnya, Bagas mulai melancarkan aksinya, apalagi setelah di raba ternyata tidak ada lagi roti import yang menempel di sana.
"Yess.... " hati asistent pelit ini bersorak. Tangannya pun tidak langsung diam dan langsung menjelajah. Rambut panjang istrinya pun langsung di sibakan hingga nampaklah leher jenjangnya.Bibir Bagas pun langsung bermain-main di sana. Siena yang sempat tidur pun terbangun karena perbuatan suaminya yang terus menggerayinya.
"Bagas..... "
"Ssuuuttt..... aku mau buka pabrik lagi boleh kan? "tanya Bagas, Siena pun mengangguk karena memang juga ia merindukan sentuhan suami nakalnya.
Bagas pun mulai menciumi bibir Siena dan leher jenjangnya tangannya sudah bermain di kedua pabrik minuman bayi itu. Dan dengan tidak sabar Bagas pun langsung meminum susu langsung dari pabriknya Dan benar saja kata Siena jika air susuny memang tidak ada. Karena Bagas tidak merasakannya.
Tubuh keduanya terasa panas karena sama-sama sudah lama tidak merasakan sentuhan-sentuhan yang mereka rindukan. Dan malam itu pun mereka melakukannya untuk pertama kali setelah dua bulan lamanya.
"Akkhhh... akhirnya maxy..... " Bagas bersorak senang
*
*
*
Kayanya ga cukup buat tamat satu episode 😅😅 oke kayanya mesti lanjut dulu. Dukungannya kencengin dong biar mimin semangat 😘😘
__ADS_1