Me Vs Love (Jodoh Yang Tertukar)

Me Vs Love (Jodoh Yang Tertukar)
Bab 32


__ADS_3

Pesta Reby masih belum selesai begitu juga dengan rasa malu Ramon yang belum usai. Ramon belum terbiasa hidup berdampingan dengan makhluk-makhluk aneh yang satu spesies dengan istrinya. Berbeda dengan 3R yang sudah terbiasa dengan tingkah aneh dan absurd istrinya yang luar biasa langka.


Sedangkan si asistent pelit sudah terbiasa berhadapan dengan trio absurd termasuk Sasako. Jadi dia sudah terbiasa mendengar ucapan aneh mereka.


"Hey sepupu, sudahlah jangan malu seperti itu. Ucapan istrimu itu memang tidak ada saringanya. Kau harus biasakan dirimu. Jangan malu-malu seperti itu, pantas saja Sasako memanggilmu hello kitty " ledek Regan.


"Diam kau, bagaimana perasaanmu jika ada di posisiku "jawab Ramon dengan kesal. Namun malah Bagas yang tergelak.


" Bosku pak Regan sudah sering merasakan hal seperti itu. Kau tahu kan ratu ubur-ubur jika bicara tidak memandang tempat " jawab Bagas.


Regan langsung mendelik "Apa aku bertanya padamu, asistent jelek " ucap Regan


"Ehmm.... tidak pak, aku hanya membantu menjelaskan pada anak kingkong ini saja. Agar dia jangan terkejut oleh tingkah Sasako ke depannya" jawab Bagas


Ramon menyadari jika Bagas tahu banyak tentang Sasako, aah kenapa dia jadi cemburu begini pada asistent pelit ini.


"Kau tidak usah khawatir, aku tidak akan menggoda istrimu " ucap Bagas yang menyadari perasaan hello kitty yang terlihat cemburu padanya.


"Bagaimana kau bisa melupakan gadis yang kau cintai dalam sekejap mata Bagas ?"tanya Revan, karena bagi Revan melupakan orang yang dia cintai bukanlah hal yang mudah.


"Aku pun masih gamang dengan perasaanku pak, tapi yang jelas aku tidak akan meninggalkan tanggung jawabku pada Siena "ucap Bagas


"Tentu saja kau harus bertanggung jawab karena burungmu yang jelek itu sudah bersemayam di sana" ucap Regan


"Burungku sangat gagah dan tampan juga sangat perkasa, berapa kali aku harus bilang padamu pak" kesal Bagas pada Regan yang selalu mengejek benda pusakanya.


"Astaga Regan, asistentmu itu sangat menggelikan" ucap Rama yang dari tadi menyimak ucapan mereka. Sedangkan Revan hanya tertawa saja, melihat interaksi Regan dan Bagas.


"Dan kau Abon, bagaimana perasaanmu pada Sasako? "tanya Regan.


"Aku mencintainya.... " ucap Ramon tanpa ragu


"Entah sejak kapan, tapi keberadaannya di sisiku selalu membuat nyaman dan bahagia" ucap Ramon lagi.


Sepertinya mereka berempat merasakan hal yang sama pada istri-istri mereka. Cinta datang karena seringnya mereka berinteraksi dan terbiasa selalu bersama.


*


*


*


Ramon mengijinkan Salsa untuk berbicara dengan Bagas tentang kelangsungan pernikahan mereka. Meskipun dalam hatiya, Ramon merasa takut jika hati Salsa akan kembali pada Bagas. Begitu pun dengan Siena yang merasa takut jika Bagas akan kembali pada Salsa.


Bagas dan Salsa sekarang mereka berdua sedang berada di taman belakang rumah Maheswara.


"Salsa.... "


"A Bagas... " ucap mereka bersamaan


"Kau saja dulu Salsa... " ucap Bagas.

__ADS_1


"A Bagas, kayanya kita emang ga berjodoh ya "ucap Salsa.


"Iya Sasa, aku minta maaf... " ucap Bagas tulus, Salsa pun mengangguk.


"Sasa pikir, kita bakalan nikah dua bulan lagi.Sasa sempet loh berkhayal nikah sama A Bagas kemaren-kemaren. Tapi pas Sasa tahu A Bagas udah unboxing Siena. Sasa jadi berpikir kalo kita emang bukan jodoh. Sasa juga ga boleh marah, A Bagas kan memang hak nya Siena. Makanya pas A Abon unboxing Sasa, Sasa ya pasrah aja. Sasa kan udah hak nya A Abon " ucapnya.


"Sasa... Mungkin saat ini kita fokus terhadap pasangan kita masing-masing saja. Aku dengan Siena dan kau dengan Ramon " ucap Bagas


"Iya, jadi sekarang kita temenan aja sama kaya yang lainnya, ya " ucap Salsa.


"Iya,..." jawab Bagas.Mereka berdua berjabat tangan untuk saling melepaskan perasaan mereka. Dan menerima takdir yang sudah terjadi.


Bruukk....


Terdengar suara benda terjatuh... Sasa dan Bagas langsung menghampiri suara benda jatuh itu. Setelah Bagas dan Salsa melihat, ternyata di sana ada Ramon yang jatuh terjungkal, karena sedang menguping Salsa dan Bagas.


"A abon lagi ngapain siih ?" tanya Salsa yang menghampiri suaminya dan membantu membangunkannya.


"Aku terpeleset..." jawab Ramon.


"Bilang saja kau menguping ? " ucap Bagas


"Kalau ia kenapa? " tanya Ramon


"Kenapa nguping sih, samperin aja biar jelas dengernya " ucap Salsa


"Dasar bayi kingkong.... " ledek Bagas sambil pergi meninggalkan Salsa dan Ramon.


"Ihh udahh.... " Salsa menarik tangan Ramon


"Aku ingin mencekiknya dan memasukan kepalanya ke kolam" kesal Ramon.


"Biarin aja... " ucap Salsa.


"Kenapa ? kau masih mencintai asistent pelit itu? " tanya Ramon dengan hati bergetar.


"Ga tahu...."jawabnya polos


"A-pa...? "tanya Ramon


"Sasa masih bingung A Abon, karena Sasa juga ngerasa sayang sama A Abon "jawab Salsa jujur


Ramon tahu jika istrinya yang polos ini masih bingung dan gamang tentang perasaannya. Dan ia mencoba mengerti tentang hal itu. Karena tidak mudah membalikan hati semudah itu.


Ramon hanya bisa memeluk istri kecilnya dan mendekapnya dengan erat. "Jangan tinggalkan aku Sasako" ucap Ramon sambil memeluk istrinya dengan erat.


"Iya engga atuh, Sasa juga ga mau jadi janda... " ucap Salsa.


"Dasar kau micin.... " ucap Ramon yang masih memeluk istrinya .


*

__ADS_1


*


*


"Bagas.... " panggil Siena


"Ada apa ? sedang apa kau di sini? " tanya Bagas


"Apa keputusanmu ?" tanya Siena


"Keputusan apa? " tanya Bagas.


"I-itu apa kau ingin kembali pada Sasa? " tanya Siena.


"Kau bercanda ? bayi kingkong itu akan mengajaku gulat jika aku mengambil istrinya " ucap Bagas.


"Hanya karena itu? " tanya Siena memastikan


"Tentu tidak, karena ada dirimu yang sudah menggantikan posisinya di hatiku? "ucap Bagas. Meskipun hanya kata biasa yang Bagas ucapkan, tapi mampu membuat hati Siena menghangat.


"Terima kasih...." ucap Siena merasa bahagia


Bagas kemudian menarik pinggang ramping itu dan kemudian membawa Siena ke dalam pelukannya dan mendekapnya dengan erat.


"Apa nanti kau bisa berpindah posisi? " tanya Bagas


"Apa....? " kenapa suaminya berkata seperti itu, apa ini hanya sementara saja. Apa Bagas memintanya untuk berpindah posisi dan memberikan posisinya pada Salsa nanti. Kenapa orang ini mengambil kebahagiaan yang baru saja Siena dapatkan Kenapa asistent pelit ini jahat sekali. Siena hanya diam tidak bisa berkata apa-apa. Dia bingung harus menjawab apa, Siena tidak rela kehilangan Bagas. Kenapa Bagas tidak mengerti itu.Apa Bagas tidak mengerti jika Siena mencintainya, bahkan dari sebelum mereka menikah.


"Hey, kenapa kau diam saja? " tanya Bagas


"Aku bingung " jawab Siena yang masih betah dalam pelukan Bagas.


"Kenapa bingung? pokoknya nanti saat pulang kau yang di atas aku yang di bawah, kita bergantian posisi. Aku ingin tahu rasanya " ucap Bagas sambil tersenyum dan mengecup tengkuk Siena.


Siena langsung melepaskan pelukan Bagas dan menatap suaminya. "M-maksudmu? " tanya Siena tidak mengerti.


"Ahh kau ini, baru sebentar saja di sini otakmu sudah terkontaminasi oleh anak-anak pokemon itu"kesal Bagas.


"Hey apa maksudmu? "tanya Siena lagi.


"Nanti saat si maxy mengajak bermain, kau yang di atas aku yang di bawah kita berganti posisi kau mengerti " ucap Bagas memperjelas ucapannya, Siena terkejut dan merasa bodoh dengan pikirannya.Ternyata suami mesumnya sedang membicarakan posisi sarang burung.


"Oh astaga.... " gumam Siena.


*


*


*


Kasih mimin hadiah dong 😘😘 like sama komen jangan lupa, mimin tunggu ya ❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2