Me Vs Love (Jodoh Yang Tertukar)

Me Vs Love (Jodoh Yang Tertukar)
Bab 24


__ADS_3

Pagi yang sama di tempat yang berbeda


Di kediaman Adyatama


Salsa terbangun masih dalam pelukan Ramon, hal pertama yang Salsa lihat saat membuka matanya adalah Ramon. Suaminya yang sangat tampan. Salsa berusaha mentralkan hatinya saat memandang wajah Ramon dari dekat.


Karena tanpa sadar, Salsa mengagumi ketampanan Ramon dan juga tubuh Ramon yang sangat kekar dan atletis. Salsa jadi membayangkan roti sobek milik Ramon, ahh pasti sangat seksi pikir Salsa.


Salsa juga melihat wajah tampan Ramon dari dekat dan fokus melihat bibir Ramon yang indah


"Aduh, kenapa Salsa teh jadi pengen nyium bibir A Abon " gumam nya pelan.


Namun Salsa malah masuk ke dalam pelukan Ramon, dan menguyel-uyel kepalanya di dada Ramon mencari kenyamanan . Hingga Ramon tersenyum dalam diam. Sebenarnya Ramon sudah terbangun sebelum Salsa, namun Ramon enggan beranjak karena merasa masih betah melihat wajah gadis micinnya.


Hingga perlahan Salsa membuka matanya, Ramon pura-pura masih tertidur. Ramon juga mendengar gumaman Sasako yang mengatakan jika ia tampan. Dan tingkah Salsa yang menguyel-uyel dadanya sungguh membuatnya gemas.


Setelah puas dengan apa yang dilakukannya pada Ramon, gadis itu terbangun dan langsung pergi mandi. Saat Salsa sudah masuk ke kamar mandi, barulah Ramon menggerakan tubuhnya lalu kemudian tersenyum sendiri.


"Harusnya aku tadi menciumnya "gumam Ramon sambil tersenyum .


*


*


*


Setelah selesai mandi dan berganti pakaian, seperti biasa Salsa menyiapkan pakaian kerja Ramon. " A Abon cepetan mandi, nanti kerjanya kesiangan terus gajinya di potong gimana? berkurang atuh jatah bulanan Sasa"ucapnya dengan santai, seolah lupa siapa sebenarnya suaminya itu.


" Memangnya siapa yang akan memotong gaji ku? tanya Ramon


"Ya bos nya atuh siapa lagi? " jawabnya polos


"Memangnya kau tahu siapa bos di kantorku?" tanya Ramon.


"Ya, ga tahu orang Sasa ga pernah kenalan? " jawaban yang membuat Ramon geleng-geleng kepala mendengarnya.


"Dasar gadis bodoh" ucap Ramon yang masih betah berada dalam selimutnya yang sebenarnya sedang memperhatikan gadis micin itu.

__ADS_1


"A Abon, cepetan bangun ihhh.... " kesal Sasa sambil bertolak pinggang. Hingga membuat Ramon tertawa.


"Dasar cerewet... " ucap Ramon sambil terbangun menyisakan selimutmya.


"Nah gitu, kan ganteng kalo bangun dan semangat kerja " ucap Salsa tersenyum


"Hey gadis micin, aku mau bertanya padamu? kau tahu dimana aku bekerja? " tanya Ramon


"Tahu, A Abon kerja di kantor " jawabnya


"Ckk, apa nama kantorku maksudku nama perusahaan ku? " tanya Ramon lagi.


"Ad.... Ad apa ya lupa lagi " jawabnya sambil menggaruk kepala.


"Astaga aku sangat gemas dengan gadis ini, aku sangat ingin menciumnya apa boleh" gumam Ramon dalam hati.


"Adyatama micin, nama perusahaanku Adyatama. Kau dengar itu? " tanya Ramon


"Iya denger, orang pendengaran Sasa itu masih normal kok... " ucap Sasa


Salsa menganggukan kepalanya mengerti, "berarti konsepnya gitu ya. Kirain Sasa teh namanya A Abon cuman ngikut-ngikut aja biar keren gitu " ucap Salaa sambil tertawa dengan wajah tak berdosa.


Ramon hanya menggelengkan kepalanya saja, "ternyata gadis micin ini benar-benar bodoh " gumam Ramon.


Saat sedang membantu Ramon memakai dasinya Salsa meminta ijin untuk bertemu dengan ketiga sahabatnya yaitu trio absurd. Dan Ramon pun langsung mengijinkannya karena dia tidak ingin mengekang Salsa dan memberi kebebasan penuh yang terpenting Salsa harus bisa menjaga dirinya dan jangan pernah lupa jika dirinya sudah menikah.


Setelah Ramon berangkat ke kantor Salsa pun bersiap-siap untuk pergi bersama dengan sahabat-sahabatnya.


Salsa sempat terkejut saat melihat Bagas yang menjemputnya. Ada perasaan aneh menghinggapi dirinya, Salsa ingin bertukar kabar walau hanya sebuah basa-basi saja. Tapi bibirnya seolah terkunci rapat, apalagi Bagas juga sama sepertinya yang diam membisu, entah apa yang ada dalam pikirannya Bagas.


Saat akan duduk di depan trio absurd melarangnya, takut jadi fitnah katanya. Salsa pun langsung pindah ke kursi belakang Bagas.


*


*


*

__ADS_1


Bagas menjadi salah tingkah, saat Salsa berada di dalam satu mobil dengannya. posisi Salsa tepat di belakang Bagas. Karena mereka bertiga melarang Bagas berdampingan dengan Salsa.


"Sasako tahu ga, mas Bagas katanya udah unboxing Siena setengahnya, udah deh kamu ga usah balik lagi sama Mas Bagas. Mas Bagas sekarang udah second" ucap Yura si mulut cabe.


Deg.....


Hati Salsa terasa sakit hingga ia tidak bisa berkata apa-apa. Berarti benar yang di ucapkan Ramon jika dia tidak pernah tahu apa yang Bagas lakukan di belakangnya. Apalagi mereka sudah menikah dan halal untuk melakukannya.


Memangnya siapa yang akan tahan melihat Siena yang cantik dan bertubuh seksi. Hati Salsa sakit sekali rasanya terasa ngilu mengetahui apa yang Bagas lakukan dengan Siena.


Bagas pun langsung membeku saat Yura berkata seperti itu. Dan segera melihat ekspresi Salsa dari kaca spion di mobilnya.


Ekspresi Salsa tidak bisa di tebak, tapi ada kesedihan terpancar di matanya. Membuat Bagas merasa bersalah sudah mengkhianati gadisnya.


"Whaatt.....Oh ya ampun, Sasako sama mas Abon aja. kan kalo micin di tambah abon nanti rasanya bakal jadi gurih-gurih nyoy kaya tahu bulat.... " timpal Anggi


"Iya sama mas Abon aja yang gress, mas Bagas mah udah second, iminnya udah ga kuat itu pengen di imun" ucap Bira.


"Hey kalian bertiga diamlah, aku bukan barang second....kalian terus membicarakan aku padahal aku ada di dekat kalian, kenapa tidak cekik aku saja sekalian biar kalian bertiga puas.... " kesal Bagas.


"Eh mas second marah.... " ucap Yura


Arggghhh.....


"Aku akan mengajak suami kalian bertiga untuk berunding agar memasang filter di mulut mercon kalian bertiga" Ucap Bagas dengan kesal.


Namun berbanding terbalik dengan hati Salsa yang merasa sakit. Maka untuk itu Salsa hanya diam saja dan tidak berkata apa-apa. Dan menahan semua perasaanya.


Pernikahannya yang dia tunggu selama dua bulan lagi sepertinya akan kandas. Salsa berpikir tiga bulan lagi hidupnya akan berubah. Ia akan menjadi janda di usia muda.


Ia akan di tinggalkan Ramon dan tidak di Terima Bagas. Sungguh miris hidupnya....


*


*


Kasih hadiah dong, like sama komennya biar mimin semangat buat up nya😊😘😘

__ADS_1


__ADS_2